Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Hukum  

Paulus Tannos Punya Paspor Negara Lain, Menkum Pastikan Masih WNI

Paulus Tannos Punya Paspor Negara Lain, Menkum Pastikan Masih WNI

Beritagowa.com JAKARTA – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengungkapkan bahwa buronan tindakan hukum korupsi e-KTP Paulus Tannos miliki paspor negara lain. Dia menegaskan pria bernama lengkap Tjhin Thian Po itu masih warga negara Indonesia (WNI).

“Bahwa yang digunakan bersangkutan memang sebenarnya menurut laporan yang dimaksud kami terima bahwa yang mana bersangkutan memang sebenarnya ketika ini miliki paspor negara sahabat,” kata Andi di jumpa pers di dalam kantornya, Jakarta, Rabu (29/1/2025).

Dia menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai Undang-Undang tentang Kewarganegaraan juga pada prinsipnya menganut sistem kewarganegaraan tunggal atau satu kewarganegaraan. Paulus Tannos, kata Andi, sudah ada dua kali mengajukan permohonan lepas kewarganegaraan.

Namun tidak ada selesai lantaran dokumennya kurang lengkap. “Namun demikian bahwa berdasarkan peraturan menteri hukum juga HAM bahwa untuk melegakan kewarganegaraan Indonesia itu tiada berlaku otomatis,” kata Andi.

“Karena itu saya ingin ungkapkan bahwa ada dua kali yang mana bersangkutan ingin mengajukan permohonan melegakan kewarganegaraan tetapi sampai pada waktu ini yang dimaksud bersangkutan belum melengkapi dokumen yang mana dibutuhkan,” sambungnya.

Andi menegaskan bahwa hingga pada waktu ini status kewarganegaraan Paulus Tannos masih warga negara Indonesia (WNI). “Karena itu status kewarganegaraan menghadapi nama Tjhin Thian Po alias Paulus Tannos itu masih berstatus sebagai warga negara Indonesia,” tegasnya.

“Karena itu saya ingin komunikasikan bahwa memang sebenarnya yang mana bersangkutan sampai dengan 2018 yang tersebut bersangkutan itu paspornya masih menghadapi nama Tjhin Thian Po serta dua kali melakukan perubahan,” tandasnya.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *