Beritagowa.com SURABAYA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto akan mengajukan bukti-bukti autentik pada sidang praperadilan nya nanti. Hasto mengajukan gugatan praperadilan melawan penetapannya terdakwa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada persoalan hukum dugaan suap lalu menghalangi penyidikan terkait Harun Masiku, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum.
Hal ini diungkapkan segera oleh Hasto ketika mengunjungi acara Soekarno Run di tempat kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, Mingguan (19/1/2025) pagi. Ia menyatakan tetap memperlihatkan menjalani kegiatan seperti biasa meskipun ditetapkan sebagai tersangka. Namun, sebagai warga negara yang mana miliki hak, beliau akan mengajukan upaya praperadilan terhadap KPK.
“Praperadilan menurut kuasa hukum kami, merupakan hak yang digunakan dimiliki oleh seseorang yang menyandang tersangka, sehingga hak itu digunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Hasto usai mengikuti Soekarno Run.
Hasto menambahkan, dirinya telah terjadi mengantongi bukti yang tersebut formil kemudian materil untuk memperkuat argumentasi hukum di tindakan hukum ini.
“Kami akan ajukan argumentasi-argumentasi hukum berdasarkan bukti-bukti autentik baik formil maupun materiil,” katanya.
Meskipun demikian, Hasto tetap saja menyatakan kepercayaan penuh untuk KPK sebagai institusi penegak hukum yang mana mempunyai misi mulia. Ia juga menekankan bahwa KPK didirikan dengan dukungan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Saya berikrar untuk mematuhi proses hukum yang tersebut ada. Sebagai Sekjen, saya mempelopori sikap anti-korupsi. Apalagi saya tidak pejabat negara kemudian tiada ada kerugian negara di perkara ini,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hasto Kristiyanto ditetapkan sebagai terperiksa oleh KPK melawan dugaan memberi suap bersatu Harun Masiku untuk Wahyu Setiawan, yang pada waktu itu menjabat sebagai Komisioner KPU RI. Hingga kini, Harun Masiku masih menjadi buronan serta belum diketahui keberadaannya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











