Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Otak Terpenuhi Mikroplastik: Peneliti Ungkap Bahaya Kecerdasan



SEMARANG – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik, yaitu serpihan plastik berukuran sangat kecil (kurang dari 5 milimeter), telah ditemukan dalam otak manusia. Hasil scan otak menunjukkan adanya kilauan yang tidak normal, yang dapat memengaruhi fungsi kognitif dan kecerdasan seseorang.

Mikroplastik berasal dari berbagai sumber, seperti pecahan sampah plastik, gesekan serat sintetis, hingga residu pembakaran sampah. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini mudah terbawa oleh angin dan hujan, serta masuk ke tubuh manusia melalui pernapasan atau air minum.

Penelitian yang dilakukan oleh Tim Riset Mikroplastik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) sejak Januari 2023 hingga Desember 2024 melibatkan 562 responden pada tahap pertama dan 67 responden pada tahap kedua. Hasilnya menunjukkan bahwa mikroplastik dapat bersirkulasi dalam darah, serta dikeluarkan melalui urine dan feses.

Otak dengan Endapan Mikroplastik Tertinggi

Menurut Pukovisa Prawiroharjo, salah satu anggota tim riset, otak merupakan organ dengan endapan mikroplastik tertinggi. Hal ini mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif atau kecerdasan. Ia menjelaskan bahwa otak memiliki aliran darah yang sangat tinggi, sehingga ketika darah tercemar mikroplastik, maka otak juga akan terpapar secara signifikan.

“Mereka yang paparannya tinggi memiliki risiko 36 kali lebih rentan mengalami gangguan kognitif,” ujarnya saat dikonfirmasi. Dalam hasil scan otak, ditemukan banyak kilauan yang tidak semestinya, yang menunjukkan paparan mikroplastik. Dibandingkan dengan scan otak pada tahun 2000-an, konsentrasi mikroplastik di otak manusia saat ini jauh lebih tinggi.

Selain itu, beberapa penelitian sedang berlangsung yang menunjukkan dampak mikroplastik pada sistem reproduksi dan pencernaan, meskipun hasilnya belum dipublikasikan.

Air Hujan di Berbagai Kota Terpapar Mikroplastik

Prigi Arisandi, pendiri Ecoton Foundation, melakukan penelitian tentang paparan mikroplastik di udara dan air hujan di 18 kota di Indonesia. Hingga November, Kota Semarang menduduki peringkat keempat dengan jumlah partikel mikroplastik terbanyak di udara, yaitu sekitar 14 partikel.

Selain Semarang, Ecoton juga menemukan kontaminasi mikroplastik di lima lokasi di Solo dan Boyolali. Fenomena hujan mikroplastik disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu pembakaran sampah terbuka, abrasi ban dan rem kendaraan bermotor, serta sampah plastik yang tidak terkelola.

“Kami juga menemukan mikroplastik di ketuban, yang merupakan tempat paling aman bagi janin. Ini menunjukkan bahwa efeknya tidak hanya terhadap otak, tetapi juga pada sistem reproduksi,” tambah Prigi.

Mikroplastik dapat membawa bahan kimia berbahaya seperti phthalates, BPA, logam berat, serta mikroorganisme patogen. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, gangguan hormon, dan inflamasi kronis.

Mikroplastik di Galon

Afifah Rahmi Andini, peneliti Greenpeace Indonesia, mengungkapkan bahwa riset pada 2022 menemukan mikroplastik jenis PET, PVC, dan PP di galon sekali pakai dan mata air sumber yang dijual sebagai air minum dalam kemasan (AMDK).

Ia menyoroti minimnya regulasi pengelolaan sampah plastik dari pemerintah yang dibebankan pada produsen. Akibatnya, masyarakat harus menanggung risiko paparan dan melakukan upaya pencegahan secara mandiri.

Lemahnya regulasi dan pengawasan membuat warga terpaksa memikul beban ekonomi dari dampak kesehatan akibat pencemaran plastik dan udara. Padahal, tidak semua kelompok masyarakat mampu membeli alat seperti air purifier atau teknologi lainnya.

“Pemerintah harus mempercepat dan memperluas larangan plastik sekali pakai yang sudah ada sejak PLHK 75 tahun 2019. Produsen diamanatkan untuk membuat road map pengurangan sampah plastik dan sampah lainnya sampai 2030,” kata Afifah.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *