Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kisah Ibu Muda ODHIV di Rohil: Peluang Hidup 20 Persen dan Cinta Suami yang Tulus

Kehidupan Seorang Perempuan dengan HIV di Rohil

Di kantin Puskesmas Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), seorang perempuan berinisial N duduk bersama suaminya dan anaknya yang masih berusia tiga tahun. Mereka sedang menunggu jadwal untuk berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab yang menangani pasien HIV.

N adalah salah satu dari tujuh Orang Dengan HIV (ODHIV) yang dilayani oleh Puskesmas tersebut. Ia menceritakan pengalamannya sebagai ODHIV kepada orang-orang terdekatnya. Awalnya, ia merasa takut untuk berbicara tentang kondisinya dengan orang lain. Namun, dukungan yang diberikan oleh suaminya membuat N tetap semangat menjalani hidup.

N mengaku baru mengetahui dirinya mengidap virus HIV pada tahun 2019. Ia tertular virus itu dari mantan pacarnya. “Saya tidak tahu apakah mantan pacar saya itu mengidap HIV atau tidak, karena dia tidak pernah berobat. Tapi tahun 2017 atau 2018 dia meninggal,” ujar N.

Dengan nada berat, N mengungkapkan bahwa ia pernah berhubungan tanpa alat pengaman dengan mantan pacarnya pada tahun 2016. Gejala awal yang dirasakannya adalah sakit di dada. “Waktu itu gak ada rasa sakit apapun, cuma di dada awalnya kayak masuk angin, terus berat badan saya turun drastis dari 46 kilogram jadi 27 kilogram dalam kurun waktu 2 bulan,” tambahnya.

Pada awalnya, dokter mendiagnosa N mengalami sakit jantung dan paru-paru. Untuk memastikan penyakitnya, N disarankan melakukan pengecekan lebih mendalam ke rumah sakit. Kondisi kesehatannya terus memburuk hingga ia sempat lumpuh dan mengalami koma selama sebulan.

Karena kondisinya yang memburuk, dokter sempat memvonis N hanya memiliki peluang hidup 20 persen. “Dokter bilang peluang hidup saya hanya 20 persen, dokter sudah bilang ke keluarga agar mengikhlaskan saya,” tuturnya.

Namun setelah menjalani perawatan intensif, N sadar dari koma. Dokter kemudian melanjutkan pengecekan kesehatan lanjutan dengan mengambil sampel darah dan liur. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa N diserang virus HIV.

Vonis dokter mengguncang hatinya, N mengaku sedih dan tidak sanggup lagi menjalani hidup. Namun orangtuanya senantiasa memberikan dukungan dan semangat serta menasehati N agar tidak melakukan perbuatannya di masa lalu.

Menemukan Pasangan Hidup

Pada tahun 2022, N menemukan sosok pria berinisial P. Ia mengenal pria ini lewat media sosial. Sebelum menikah, N berbicara jujur dan terbuka tentang kondisinya. Kejujurannya itu disambut dengan ketulusan cinta dari P hingga mereka melangsungkan pernikahan pada tahun 2022 dan kini dikaruniai dua orang anak.

P mengaku tidak pernah takut atau merasa jijik akan kondisi istri yang begitu dicintainya. Ia percaya bahwa istrinya masih bisa sembuh. “Saya gak ada jijik, pasti bisa sembuh,” ujarnya.

P setia menemani istrinya, dan selalu mengingatkan agar N rutin mengonsumsi obat yang diambil dari Puskesmas. Bahkan ia melarang istrinya saat melakukan pekerjaan berat, agar kondisi kesehatannya tidak menurun.

“Saya ingatkan terus agar minum vitaminnya, karena terkadang dia lupa jadi saya ambilkan kotak vitaminnya saya suruh minum, pas ketiduran saya bangunkan supaya bisa minum vitamin,” kata P.

Pandangan negatif masyarakat terhadap penyakit yang dialami N seperti tidak terbukti. P mengaku rutin berhubungan suami istri dengan N. Selain itu, pasangan ini telah dikaruniakan dua buah hati yang dinyatakan sehat.

Penanganan Medis dan Dukungan Sosial

Hal ini dipastikan lewat pengujian sampel darah dua anak mereka yang dinyatakan negatif virus HIV. Hal ini juga dibenarkan oleh Dokter Dwi Septi Andria, salah satu dokter di Puskesmas Bagansiapiapi yang menjadi penanggung jawab konselor untuk N.

“Pengujian sampel dilakukan di Jakarta, dan hasilnya negatif,” ujar Dwi. Selain itu, Dwi tetap menyarankan agar suami menggunakan pengaman saat melakukan hubungan suami istri. Tujuannya agar P tidak tertular virus HIV tersebut.

Meski begitu, Dwi mengungkapkan bahwa kondisi N terpantau baik karena rutin meminum ARV. Ia mengungkapkan bahwa selain N, masih ada 6 pasien ODHIV yang dilayani oleh Puskesmas Bagansiapiapi, namun N termasuk pasien yang koperatif dan patuh mengikuti anjuran dokter.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *