Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Hukum  

Dari Taaruf ke Hukum Rajam, Guru Sesalkan Zina Inara Rusli dengan Insan, Kaget Sudah Sejauh Ini

Ustaz Derry Sulaiman Kecam Isu Perselingkuhan yang Menyeret Nama Inara Rusli dan Insanul Fahmi

Isu perselingkuhan antara Inara Rusli dan seorang pebisnis muda, Insanul Fahmi, kini menjadi sorotan publik. Kasus ini semakin memicu perdebatan dan membuat banyak pihak terkejut, termasuk Ustaz Derry Sulaiman, yang selama ini dikenal sebagai pembimbing spiritual Inara.

Ustaz Derry mengaku sangat menyesal dengan berita yang menyebutkan bahwa Inara terlibat dalam hubungan tidak sah dengan Insan. Baginya, hal ini adalah hantaman besar karena ia memiliki peran penting dalam pengembangan spiritual Inara.

“Saya nauzubillah min dzalik, jangan sampai ya berzina, jangan sampai. Dalam Islam itu masalah ini enggak main-main loh,” ujarnya melalui kanal YouTube Cumicumi, Rabu (26/11/2025). Ia juga menjelaskan bahwa hukuman bagi pelaku zina dalam agama Islam sangat berat, termasuk hukuman mati dengan cara dirajam.

Ustaz Derry awalnya mengira hubungan antara Inara dan Insan hanya sebatas pertemanan dekat atau proses ta’aruf. Namun, isu perselingkuhan yang muncul membuatnya terkejut dan kecewa.

Pertemuan Pertama: Inara Kenalkan Insan Sebagai Calon Suami

Dalam ingatannya, Ustaz Derry bertemu dengan Insan setelah acara kajian Teman Searah yang ia pimpin selesai. Pada kesempatan itu, Inara memperkenalkan Insan sebagai calon suaminya.

“Ikut ketemu, dan waktu pengajian pun aku enggak tahu dia duduk di mana. Pas mau pulang dia datang dan sempat ngasih tahu,” katanya. Inara menyebut bahwa Insan adalah calon suaminya, meskipun Ustaz Derry tidak tahu seberapa dekat hubungan mereka.

Babak Baru: Wardatina Mawa Ungkap Percakapan Mengejutkan dengan Inara

Dugaan kedekatan antara Inara dan Insan semakin ramai diperbincangkan setelah pengakuan dari Wardatina Mawa, istri sah Insan, dalam podcast Denny Sumargo. Mawa mengungkap bahwa dirinya pernah menerima pesan langsung (DM) dari Inara.

Percakapan tersebut dimulai dengan salam perkenalan. “‘Halo Mawa, salam kenal ya.’ Lalu aku jawab, ‘Iya kak, Assalamu’alaikum.’” Inara kemudian meminta maaf karena tidak membalas pesan sebelumnya, dengan alasan tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga mereka.

Namun, di titik itulah Mawa mulai mendengar hal yang membuatnya terpukul. Inara mengatakan bahwa Insan telah menjatuhkan talak dua terhadap dirinya. “Bahwasanya udah talak dua ya, bahwasanya kamu dan suami udah pisah rumah ya, bahwasanya kalian udah saling minta pisah ya,” ujar Mawa menirukan Inara.

Mawa mengaku kebingungan karena informasi tersebut tidak sesuai dengan realitasnya. “Kami tinggal di kafe. Enggak pernah ada talak, satu kali pun enggak.” Baginya, informasi yang disampaikan oleh Inara terasa tidak masuk akal.

Pernyataan yang Membuat Mawa Terkaget: “Insan Sudah Temui Abang dan Guru-Guruku”

Denny Sumargo kemudian bertanya bagaimana Inara merespons klarifikasi Mawa. Menurut Mawa, Inara mengatakan bahwa Insan telah menemui keluarga dan guru-gurunya sebagai bukti keseriusannya melanjutkan niat menikah.

“‘Insan udah menemui abangku dan guru-guruku. Dia mau melanjutkan niat baiknya ke jenjang pernikahan,’ gitu kata kakak itu.” Mawa langsung syok mendengar hal itu.

Pertemuan di Kajian dan Foto Kebersamaan: Tambahan Bukti yang Membuat Hati Mawa Remuk

Mawa mengungkap bahwa Insan dan Inara ternyata berada dalam kajian yang sama. Di sana, menurutnya, teman-teman dalam kelompok kajian itu sudah mengenal Insan sebagai calon pasangan Inara, meski dirinya masih berstatus istri sah.

“Padahal posisinya aku istri sah, tapi sudah dikenalkan ke teman-temannya dan gurunya.” Tak hanya itu, ia juga memiliki foto kebersamaan Inara dan Insan di kajian Teman Searah.

“Ada ustaz-ustaz, ada Inara, ada suami aku. Aku benar-benar nangis banget lihat itu.”

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *