Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Detik-Detik Maut Dosen Untag Semarang di Hotel, Sekamar dengan Polisi AKBP

Kasus Kematian Dosen Untag Semarang yang Mencengangkan

Seorang dosen perempuan bernama Levi (35 tahun) ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana di kamar hotel Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (17/11/2025). Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan mengenai hubungan antara Levi dengan seorang perwira polisi AKBP Basuki.

AKBP Basuki adalah Kasubdit Dalmas Polda Jateng yang kini ditahan oleh Propam Polda Jateng sebagai saksi kunci dalam kasus tersebut. Awalnya, ia membantah memiliki hubungan asmara dengan Levi, mengaku hanya membantu biaya wisuda korban. Namun, akhirnya ia mengakui bahwa mereka memiliki hubungan dekat.

Pengakuan AKBP Basuki

Dalam keterangannya, AKBP Basuki mengatakan bahwa ia mengenal Levi karena rasa simpati sejak orang tua korban meninggal. Ia menyatakan bahwa tidak ada hubungan seperti yang dipikirkan orang. Meski begitu, ia akhirnya mengakui bahwa ia tinggal bersama Levi tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo. Bahkan, keduanya tercatat dalam satu kartu keluarga (KK) dengan alamat Kedungmundu, Tembalang, Kota Semarang.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengonfirmasi bahwa AKBP Basuki berada di kamar saat detik-detik kematian Levi terjadi. “Iya tahu (detik-detik Kematian). Jadi AKBP B ini adalah saksi kunci,” jelasnya.

Kejadian Sehari Sebelum Kematian

Sehari sebelum kematian Levi, Minggu (16/11/2025), AKBP Basuki mengaku mendampingi korban karena kondisinya menurun. Menurutnya, Levi memiliki riwayat hipertensi dan gula darah tinggi sejak lama. AKBP Basuki juga menyebut bahwa Levi sempat muntah-muntah dan dibawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan. “Saya antar ke rumah sakit dulu. Terakhir saya lihat, dia masih pakai kaus biru-kuning dan celana training,” ujarnya.

Reaksi Saat Menemukan Jenazah

AKBP Basuki mengaku kaget saat menemukan Levi sudah tewas tanpa busana di lantai kamar. Menurutnya, hidung dan mulut Levi mengeluarkan darah. Ia berdalih bahwa kondisi itu dipicu reaksi tubuh menjelang kematian. Namun, pengakuan ini berbeda saat diperiksa oleh Propam Polda Jateng, di mana ia ternyata berada satu kamar dengan Levi menjelang detik-detik kematian korban.

Keluarga Menerima Kiriman Foto Jenazah

Keluarga Levi mengungkap bahwa sempat ada nomor asing mengirim foto jenazah korban. Foto tersebut menunjukkan Levi dalam kondisi tergeletak dengan bercak darah. Namun, foto itu kemudian dihapus oleh pengirim. Kakak Levi, Perdana Cahya Devian, mengatakan bahwa foto tersebut memperkuat kecurigaan keluarga. Belakangan, nomor asing itu diduga merupakan nomor telepon AKBP Basuki.

Penahanan AKBP Basuki

Akibat dari kasus ini, AKBP Basuki telah ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak Rabu (19/11/2025). Ia juga telah menjalani pemeriksaan bersama Propam Polda Jateng. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologis kejadian dan bukti-bukti pendukung.

Hubungan dalam Kartu Keluarga

Meskipun tidak memiliki ikatan suami istri, AKBP Basuki dan Levi tercatat dalam satu kartu keluarga (KK) dengan alamat yang sama. Mereka diketahui sudah menjalin hubungan sejak 2020. Kombes Artanto menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendalami pengakuan AKBP Basuki mengenai hubungan asmara mereka.




Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *