Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kakek Terkejut: Siapa Sangka Ayah Tiri Alvaro di Balik Hilang dan Kematian

Kakek Terkejut dengan Pelaku Pembunuhan Cucunya

Kakek dari Alvaro Kiano Nugroho, Tugimin, mengalami keterkejutan mendalam setelah mengetahui bahwa ayah tiri Alvaro adalah pelaku di balik hilangnya dan kematian cucunya. Peristiwa ini terasa seperti mimpi buruk yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kabar penangkapan pelaku pembunuhan Alvaro, bocah berusia 6 tahun, mengguncang keluarga dan warga Jakarta Selatan. Setelah delapan bulan hilang, Alvaro akhirnya ditemukan, namun tragisnya, ia telah tiada. Penemuan ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang selama ini berharap sang cucu bisa pulang dengan selamat.

Tugimin menceritakan kepedihan hatinya saat menerima kabar dari polisi pada sore hari. “Saya diberikan kabar bahwa Alvaro sudah ditemukan… tapi dia sudah almarhum,” ujar Tugimin dengan suara bergetar. “Dia ditemukan di Kali Cilalay, daerah Tenjo. Hati saya hancur mendengar itu.”

Kejutan terbesar datang ketika polisi mengungkap identitas pelaku. Tugimin tak kuasa menahan rasa syoknya. Sosok yang tega menghilangkan dan merenggut nyawa Alvaro ternyata adalah orang yang selama ini dianggap kerabat dekat. “Saya tidak menyangka… pelakunya masih ada hubungan darah dengan kami. Rasanya seperti mimpi buruk yang tidak pernah saya bayangkan,” kata Tugimin sambil menahan air mata.

Keluarga Alvaro kini berada dalam kesedihan yang amat dalam, diselimuti rasa kehilangan dan ketidakpercayaan atas kenyataan pahit ini. Seluruh tetangga dan kerabat pun merasa terguncang; bayangan senyum Alvaro yang ceria kini tinggal kenangan yang tak akan pernah kembali.

Polisi menegaskan akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku, sementara masyarakat berharap tragedi ini menjadi peringatan bagi pentingnya kewaspadaan dan perlindungan anak.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian, terduga pelaku yang mengarahkan polisi ke Kali Cilalay. Alvaro belum punya dosa, kok dijadikan korban? Itu yang sangat disesalkan. Sehingga akhirnya diketemukan dan diinterogasi diajak ke Tenjo, mungkin untuk menemukan tempatnya,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap satu tersangka usai Alvaro, bocah di Pesanggarahan, Jakarta Selatan yang hilang sejak Maret ditemukan tewas. “Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan tersangka sudah diamankan,” kata Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam kepada wartawan, Minggu.

Namun polisi belum mengungkap identitas siapa tersangka yang ditangkap. Saat ini polisi juga sedang menunggu hasil pemeriksaan Labfor usai menemukan kerangka diduga Alvaro.

Tangis Pecah

Tangis Tugimin, kakek dari Alvaro Kiano Nugroho, terdengar saat cucunya ditemukan meninggal dunia setelah 8 bulan menghilang. Bahkan istri Tugimin yakni nenek Alvaro sampai histeris menangis di lantai. “Saya enggak bisa ngomong, air mata keluar. Ibu langsung jatuh ke lantai, dibantuin sama polisi dan warga untuk mereda nangisnya, karena langsung jerit-jeritan,” jelas Tugimin melansir dari Kompas.com, Minggu (23/11/2025).

Tugimin dan istri merasa sangat kehilangan cucunya. Sebab Alvaro sudah dirawat mereka sejak kecil setelah orangtuanya berpisah. Alvaro juga sering mengikuti Tugimin ke manapun, bahkan ke luar kota. “Bagaimana kami tidak shock, dia diurus dari kecil sama neneknya. Ke mana pun Alvaro ikut dengan saya, enggak mau ketinggalan,” tutur dia.

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, rumah duka Alvaro terpasang bendera kuning kecil. Bendera kuning lainnya juga dipasang di depan gang masuk ke arah rumahnya. Di setiap pertigaan, terlihat bendera kuning yang sama, untuk memberikan arah ke rumah kakeknya, Tugimin.

Di depan rumah, kursi-kursi disusun di jalan kecil. Sang kakek duduk di hadapan warga sedang mengobrol. Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap satu tersangka usai Alvaro, bocah di Pesanggarahan, Jakarta Selatan yang hilang sejak Maret ditemukan tewas.

Berawal Ditemukan Kerangka Manusia

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan bahwa penyidik yang bertugas mencari Alvaro telah menemukan kerangka manusia yang diduga milik Alvaro. “Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro,” kata Nicolas kepada wartawan, Minggu (23/11/2025). Saat ditanya bukti kerangka manusia itu diduga Alvaro, ia belum menjelaskan lebih detail. Penyidik masih akan memeriksa kecocokan kerangka dengan DNA keluarga Alvaro.

Kronologi Alvaro Hilang

Sebelumnya, Alvaro Kiano Nugroho terakhir terlihat di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2025). Pada hari kejadian, seorang pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro disebut datang ke lokasi kejadian mencari bocah laki-laki itu. Informasi tentang kedatangan pria tersebut baru diketahui kakek Alvaro, Tugimin dari marbut Masjid Jami Al Muflihun, tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang.

“Itu ada orang datang, ditanya sama marbut, ‘Pak, cari siapa?’ ‘Cari anak saya. Alvaro katanya kalau shalat di masjid sini.’ ‘Itu ada anaknya di atas.’ Kata marbut begitu,” ungkap Tugimin. Setelah itu, marbut tidak memperhatikan lagi gerak-gerik pria tersebut. Marbut sibuk mempersiapkan pelaksanaan shalat Maghrib dan berbuka puasa. Usai berbuka puasa dan waktu shalat Maghrib, Alvaro tak kunjung pulang.

Tugimin belum merasa curiga, karena sang cucu memang kerap bermain sepak bola bersama teman-temannya pada malam hari. “Saya sadar untuk mencari itu jam 21.30 WIB. ‘Kok cucu saya belum pulang? Ke mana?’. Saya bilang kayak begitu,” ujar dia.

Tugimin, yang merupakan pensiunan petugas pemadam kebakaran Lebak Bulus, segera menyambangi lokasi terakhir Alvaro terlihat. Ia juga mendatangi teman-teman yang biasa bermain dengan cucunya. Namun, upayanya tak membuahkan hasil. Adapun ayah kandung Alvaro saat ini sedang menjalani hukuman atas kasus narkoba di Lapas Cipinang. Sementara itu, ibunya bekerja di Malaysia.

“Ibu sama bapaknya itu sudah pisah dan ibunya sudah punya suami lagi. Secara resmi menikah di KUA Kecamatan Pesanggrahan,” tegas Tugimin.

Pihak keluarga telah mendatangi alamat terakhir keluarga ayah kandung Alvaro. Namun, mereka disebut telah berpindah rumah. “Sudah. Saya sudah cek (ke alamat lama), tapi ternyata sudah pindah. Ternyata kepolisian dari Polres Jakarta Selatan itu sudah menemukan tempat alamatnya,” ujar dia. “Dan bahkan sampai, suami dari adik bapaknya Alvaro dibawa ke Jakarta untuk ditunjukkan kepada marbut, ternyata yang datang bukan itu,” lanjutnya.

Keluarga juga telah melaporkan hilangnya Alvaro ke polisi.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *