Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Hukum  

Aksi Gus Elham Cium Anak Perempuan Dikritik, KEMENAG Ancam Sanksi

Peristiwa Gus Elham Cium Anak Perempuan Saat Kajian Viral di Media Sosial

Sebuah video yang menampilkan aksi Gus Elham Yahya mencium seorang anak perempuan saat kajian di atas panggung menjadi viral di media sosial. Kejadian ini menarik perhatian publik dan memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah seperti Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Tanggapan dari Wakil Menteri Agama

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak pantas. Menurutnya, anak-anak di bawah umur berada dalam perlindungan negara. Oleh karena itu, kasus ini bisa berimplikasi pada sanksi atau pemanggilan untuk diberikan peringatan.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!,” tegas Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii.

Ia menjelaskan bahwa Kemenag telah memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam. Hal ini bertujuan agar anak-anak mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima.

Regulasi Kemenag Terkait Perlindungan Anak

Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag telah mengeluarkan sejumlah regulasi penting untuk memperkuat sistem perlindungan anak di satuan pendidikan keagamaan. Beberapa di antaranya adalah:

  • PMA Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Kemenag
  • KMA Nomor 83 Tahun 2023 tentang Pedoman Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan
  • KMA Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak

Regulasi-regulasi ini menjadi panduan nasional bagi pengarusutamaan prinsip perlindungan anak di pesantren hingga tahun 2029. Kekerasan seksual maupun pelecehan apapun bentuknya, tak dibenarkan dalam aturan tersebut.

Reaksi dari Publik

Aksi Gus Elham cium anak perempuan membuat banyak masyarakat khawatir. Tak selayaknya anak dicium oleh orang lain, meskipun guru atau ulama. Lantaran itu seruan untuk memboikot Gus Elham pun ramai di media sosial.

Menanggapi kemungkinan pemanggilan atau penelusuran terhadap pihak terkait, Romo Syafii menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban merupakan bagian dari langkah Kemenag untuk memastikan keteladanan dalam ruang publik keagamaan.

“Tadi kan sudah kita sampaikan, pengawasan itu termasuk itu, supaya tidak terulang. Bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatannya,” katanya.

Permintaan Maaf dari Gus Elham

Setelah ramai, Gus Elham lantas meminta maaf. Pantauan dari Instagram Lambe Turah, Gus Elham mengucap permohonan maafnya dan mengakui perbuatannya karena khilaf.

“Dengan penuh kerendahan hati saya Muhammad Ilham Yahya Al Maliki secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Saat mengucapkan permintaan maaf tersebut, Gus Elham mengaku khilaf. Di mana ia pun berjanji bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi, saya berkomitmen untuk memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang,” ungkapnya.

Namun pantauan dari kolom komentar postingan itu, banyak yang lantas menghujat Gus Elham lantaran ia mengaku khilaf.

Video yang Memicu Kontroversi

Sebelumnya, dilansir dari akun media sosial X aksi Gus Elham itu pun viral. Dua potongan video yang diunggah oleh akun @PenerbangRoket pada Rabu, 5 November 2025, memperlihatkan momen yang memicu kontroversi luas di kalangan masyarakat.

Dalam video tersebut, Gus Elham juga terlihat membalas ciuman tersebut. Video lain memperlihatkan dirinya sedang menggendong seorang anak perempuan serta momen yang menunjukkan pipi anak perempuan itu mendekati atau masuk ke mulut Gus Elham.

Selain itu, terdapat foto seorang anak kecil berkerudung merah yang terlihat bibirnya bersentuhan dengan bibir sang dai muda.

Rangkaian momen dalam video tersebut membuat sejumlah warganet merasa resah dan menganggap tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, terlebih oleh seseorang yang dikenal sebagai tokoh agama.

Respons dari Komunitas

Setelah video tersebut viral, mulai bermunculan template unggahan di Instagram yang berisi ajakan untuk menteri agama, ketua KPAI, dan Komnas Perlindungan Anak untuk meninjau tindakan tersebut secara serius.

“Kepada Bapak Menteri Agama Bapak Ketua KPAI dan Bapak Ketua Komans PA. TOLONG SELAMATKAN ANAK ANAK KITA PAK. Ini adalah Kumpulan dari beberapa seorang anak kyai (GUS) yang dikenal dengan naman Gus Elham (@elhamyahya). Sedang mencium dan diciumi oleh seorang anak perempuan dan tampak jelas sedang merangkul anak tersebut dengan erat menggunakan tangannya,” demikian template di Instagram yang ramai di media sosial.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *