Beritagowa.com JAKARTA – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Hibnu Nugroho menilai kerja-kerja cepat Kejaksaan di menuntaskan perkara berdampak pada tingginya kepercayaan publik.
Dia berpendapat, tak seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga Kepolisian, Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menuntaskan perkara dengan cepat serta tuntas.
“Kejaksaan menangani secara kontinyu, begitu penyelidikan, secara langsung penyidikan lalu penetapan tersangka, lalu dibawa ke persidangan. Kalau KPK, masih ada tersisa. Tidak segera tuntas,” kata Hibnu pada waktu hadir di rilis survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) secara virtual, Hari Minggu (9/2/2025).
Adapun survei bertajuk ‘Kinerja Penegakan Hukum lalu Pemberantasan Korupsi di 100 Hari Pemerintahan Prabowo’ itu dijalankan pada 20-28 Januari 2025, menempatkan 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Selain responsif dan juga kerja cepat, Hibnu melanjutkan, Kejaksaan juga sejumlah menangani persoalan yang mana menyentuh hajat hidup orang banyak. Hibnu memberikan contoh persoalan hukum kelangkaan minyak goreng.
Selain itu, penanganan perkara dengan nilai kerugian yang menyentuh beratus-ratus triliun juga menjadi alasan lain.
“Apalagi visi Kejaksaan bukanlah belaka mengenai memidanakan, tapi juga mengatasi kerugian negara. Ini adalah alasan kenapa Kejaksaan menjadi lembaga paling dipercaya,” kata Hibnu.
Karenanya, Hibnu menilai jikalau Kejaksaan bisa saja membongkar karut marutnya persoalan hukum gas 3 kg yang digunakan belakangan ada indikasi korupsi akan melengkapi harapan publik.
“Kalau persoalan hukum gas ini sanggup dibuka, akan memberikan dampak yang dimaksud lebih lanjut bagus lagi. Apalagi menyentuh hajat hidup orang banyak,” pungkasnya.











