Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Dosen Unpad Dinonaktifkan Diduga Lakukan Pelecehan Mahasiswi

Kasus Kekerasan Seksual di Universitas Padjadjaran (Unpad) Memicu Kecaman dan Tindakan Tegas

Sebuah dugaan kasus kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi asing yang sedang menjalani program pertukaran pelajar di Universitas Padjadjaran (Unpad) kini menjadi perhatian publik. Peristiwa ini diduga melibatkan seorang oknum guru besar di lingkungan kampus, yang kini telah dinonaktifkan sementara dari berbagai aktivitas akademik.

Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyatakan bahwa pihak kampus akan mengambil langkah tegas dalam menangani kasus ini. Ia menjelaskan bahwa Guru Besar Fakultas Keperawatan (FKep) dengan inisial IY telah ditahan dari semua kegiatan akademik hingga proses investigasi selesai.

“Unpad segera mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh kegiatan akademik,” ujar Arief. Selain itu, kampus juga membentuk tim investigasi yang melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unpad serta unsur senat fakultas. Jika terbukti melakukan tindakan kekerasan seksual, IY akan menerima sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Proses Investigasi dan Perlindungan Korban

Arief menekankan bahwa Unpad akan memprioritaskan kepentingan dan keselamatan korban dalam penanganan kasus ini. Ia berjanji bahwa kampus akan konsisten dalam proses pembuktian dan penindakan kekerasan seksual sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meskipun Unpad memiliki sikap yang jelas mendukung korban, ia menegaskan bahwa setiap keputusan harus diambil dengan hati-hati dan melalui prosedur yang tepat agar tidak terjadi kesalahan.

Dalam hal ini, kampus akan memastikan bahwa proses investigasi dilakukan secara transparan dan adil, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Kecaman dari BEM Unpad

Kasus ini juga mendapat kecaman dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpad. Dalam pernyataannya, BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fakultas Keperawatan (FKep) Unpad menyampaikan keprihatinan atas adanya dugaan kekerasan seksual tersebut. Mereka menyatakan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus.

  • Postingan yang diunggah oleh akun @bem.unpad pada Kamis (16/4/2026), BEM Kema Unpad mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual melalui media sosial X (Twitter). Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa dugaan kekerasan seksual ini melibatkan salah satu profesor di lingkungan Unpad.

Selain itu, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah berkoordinasi dengan pihak kampus untuk menangani kasus ini. Mereka menyampaikan empati dan solidaritas kepada korban serta mendukung upaya perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban.

  • BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad juga menolak setiap bentuk pembiaran atau pelanggengan kekerasan seksual di lingkungan akademik. Mereka menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi institusi, organisasi, atau individu yang memilih diam, melindungi pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban.

Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Unpad

Selain menonaktifkan guru besar yang diduga terlibat, Unpad juga akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus ini. Tim investigasi akan bekerja sama dengan Satgas PPKS Unpad dan pihak fakultas untuk memastikan keadilan dan kebenaran dalam penanganan kasus ini.

Proses investigasi ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dan memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat mendapatkan perlakuan yang adil. Jika terbukti bersalah, sanksi yang diberikan akan sesuai dengan aturan yang berlaku di Unpad.

Kesimpulan

Kasus kekerasan seksual di Unpad menunjukkan pentingnya pengawasan dan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan di lingkungan akademik. Unpad dan BEM Unpad telah menunjukkan komitmen mereka untuk melindungi korban dan memberikan keadilan. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *