Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Gadis yang Berpura-pura Jadi Pria Tak Bisa Bayar Mahar 250 Juta

Kehidupan Dua Remaja Perempuan yang Menyamar Sebagai Laki-Laki untuk Lamar Pacar

Dalam sebuah kejadian yang memicu heboh di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dua remaja perempuan nekat menyamar sebagai laki-laki agar bisa melamar kekasihnya. Aksi ini dilakukan oleh Santi (19) dan Sintia (15), yang berasal dari Lampung. Mereka datang jauh-jauh ke Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, untuk menemui Alda (15), seorang gadis yang merupakan kekasih Santi.

Perjalanan dari Lampung ke Sulawesi Selatan memakan waktu cukup lama karena jarak yang mencapai sekitar 2100 kilometer. Dalam aksinya, Santi menggunakan nama samaran Mulang sementara Sintia berpura-pura sebagai Edo. Tujuan mereka adalah agar hubungan dengan Alda dapat diterima oleh keluarga setempat.

Santi bahkan sempat berniat melamar Alda. Namun, rencana tersebut urung dilaksanakan setelah pihak keluarga Alda meminta uang panai sebesar Rp250 juta sebagai syarat pernikahan. Hal ini membuat Santi dan Sintia mundur dari rencana lamaran tersebut.

Kemudian, identitas keduanya mulai mencurigakan. Akhirnya, kepala desa Biji Nangka, Abdul Rauf, melakukan penelusuran terkait identitas Santi. Setelah menghubungi keluarganya di Lampung, ternyata Santi dan Sintia adalah perempuan yang menyamar. Saat diinterogasi, keduanya akhirnya mengakui bahwa mereka memang perempuan yang sengaja menyamar.

Setelah itu, kedua remaja tersebut akan dibawa ke Polsek Sinjai Borong untuk penanganan lebih lanjut. Abdul Rauf mengatakan bahwa niat melamar memang ada, tetapi tidak jadi karena adanya tuntutan uang panai yang sangat besar.

Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Kota Malang

Tidak hanya di Sinjai, kasus serupa juga terjadi di Kota Malang, Jawa Timur. Rey, seorang wanita, diketahui menikahi sesama jenis secara siri. Ia dinikahi oleh Intan Anggraeni, yang kemudian melaporkannya ke polisi.

Rey mengaku kecewa setelah dirinya dilaporkan ke polisi. Ia menilai narasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Menurut Rey, hubungan keduanya tidak diawali dengan kebohongan. Intan sudah mengetahui identitas Rey sejak awal perkenalan.

Hubungan antara Rey dan Intan berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. Rey berusaha memberikan perlakuan yang lebih baik. Namun, rencana pernikahan yang terjadi belakangan disebut Rey bukan sepenuhnya keinginannya. Ia bahkan sempat mengajak untuk mengakhiri hubungan.

Motif Ekonomi di Balik Hubungan

Rey juga menyinggung adanya dugaan motif ekonomi di balik hubungan tersebut. Ia mengaku selama menjalin hubungan, kerap membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang. Ia mengklaim telah memberikan sekitar Rp 200 juta kepada Intan.

Namun, setelah beberapa waktu, konflik mulai muncul hingga berujung pada laporan ke polisi. Terkait tudingan pemalsuan dokumen, Rey membantah keras. Ia menegaskan identitas yang digunakan adalah asli. Rey juga menepis tudingan intimidasi maupun ancaman terhadap Intan.

Janji Kemewahan yang Tidak Terpenuhi

Intan mengaku menjadi korban dugaan penipuan setelah menikah siri dengan Rey. Ia mengatakan bahwa pernikahan siri dilangsungkan atas permintaan Rey dengan janji akan menikah secara resmi dan menggelar resepsi di hotel berbintang di Kota Malang.

Intan juga dijanjikan akan dibelikan mobil Lamborghini dan rumah. Ia bahkan dijanjikan pernikahan mewah dengan menghadirkan penata rias ternama serta bintang tamu seperti NDX AKA dan Judika. Namun, setelah pernikahan berlangsung, Intan mengaku baru mengetahui bahwa pasangannya merupakan seorang perempuan.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Lukman Sobikhin, Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, mengatakan laporan tersebut diterima pada Rabu (8/4/2026) sore dan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *