Pelatihan Konten Digital untuk Aparatur Daerah di Batang Hari
Di era digital yang semakin pesat, media sosial telah menjadi alat utama dalam menyampaikan informasi dan program pemerintah daerah. Tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan kemampuan aparatur sipil negara (ASN) dalam menyampaikan capaian pembangunan secara akurat dan menarik, Pemerintah Kabupaten Batang Hari bekerja sama dengan Tribun Jambi Academy Batch 1 menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Konten Media Sosial.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu-Kamis (8-9/4), dengan fokus pada peningkatan kemampuan editing foto, video, serta penulisan narasi menggunakan perangkat handphone. Sebanyak 39 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), badan, hingga kecamatan di lingkungan Pemkab Batang Hari mengikuti bimbingan interaktif dengan praktik langsung di lapangan.
Fokus pada Kemampuan Teknis dan Kreativitas
Acara dibuka oleh News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra, yang juga bertindak sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, Febby menekankan pentingnya kekuatan media sosial sebagai sarana exposure pembangunan daerah dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Selama pelatihan, peserta diberikan materi teknis mulai dari pengambilan gambar dan video menggunakan handphone, teknik editing sederhana, pembuatan flyer digital, hingga penyusunan narasi foto dan video.
Tujuan dari bimtek ini adalah agar aparatur daerah mampu memproduksi konten informasi publik yang profesional, konsisten, dan berdampak positif bagi kepercayaan masyarakat.
Pengalaman Peserta Terbaik
Dalam wawancara dengan dua ASN terbaik, Yayang dari RSUD Hamba Muara Bulian dan Hawariyun dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang Hari, mereka berbagi pengalaman selama mengikuti bimtek. Hawariyun mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama dirinya ikut pelatihan konten digital yang benar-benar teknis. Sementara Yayang mengatakan bahwa sebelumnya ia membuat konten lebih ke otodidak, sehingga bimtek ini membuka wawasan baru baginya.
Hawariyun menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa karena sering kali melakukan dokumentasi kegiatan di desa. Setelah mengikuti bimtek, ia lebih paham alur pengambilan video, editing, sampai penyusunan narasi. Sedangkan Yayang mengatakan bahwa di rumah sakit, kontennya lebih banyak edukasi kesehatan. Pelatihan ini membantu sekali, terutama dalam pengambilan video dan penyampaian pesan agar mudah dipahami masyarakat.
Tantangan dan Perubahan
Bagian tersulit selama bimtek menurut Hawariyun adalah pembuatan video, dimana selain teknik, kualitas kamera handphone juga berpengaruh. Sementara Yayang mengatakan bahwa tantangannya adalah pengambilan foto, di mana foto bagus bukan hanya soal objek, tapi juga angle dan komposisi.
Setelah bimtek, ide konten mereka semakin terbuka. Dulu ada ide, tapi bingung eksekusinya. Sekarang lebih kebayang harus mulai dari mana. Bahkan, mereka siap mempertanggungjawabkan hasil pelatihan ini jika diminta atasan. Yayang bahkan merencanakan untuk sharing ilmu tersebut ke tim di rumah sakit supaya bisa digunakan bersama.
Perubahan Narasi dan Caption
Perubahan terbesar yang dirasakan oleh Hawariyun dan Yayang adalah dalam hal narasi dan caption. Dulu caption sekadar formal, sekarang lebih padat, jelas, dan menarik. Mereka juga lebih paham bahwa narasi itu menentukan apakah orang mau menonton atau tidak.
Kesimpulan dan Pesan
Yang paling berkesan dari bimtek ini adalah ketemu banyak teman baru lintas OPD dan saling berbagi pengalaman. Materi yang diberikan dinilai aplikatif dan suasana pelatihan seru.
Yayang menekankan bahwa di era sekarang, media sosial adalah pintu utama komunikasi publik. OPD wajib paham konten digital agar program pemerintah sampai ke masyarakat. Hawariyun menambahkan bahwa konten digital bukan sekadar dokumentasi, tapi sarana pelayanan dan transparansi. Semua OPD perlu serius mengelolanya.
Kata-kata Akhir
Yayang memberikan pesan: “Jangan lelah mencoba hal-hal baru.” Sementara Hawariyun menambahkan: “Belikan kami device baru.”









