Respons Arya Khan terhadap Sindiran Michelle Ashley
Arya Khan akhirnya angkat bicara mengenai sindiran yang dilontarkan oleh Michelle Ashley, putri sulung dari Pinkan Mambo. Ia merasa bahwa tudingan yang diberikan oleh Michelle tidak sepenuhnya adil, karena keputusan Pinkan untuk mengamen di jalanan memiliki banyak faktor yang memengaruhi.
Sebelumnya, Michelle menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi sang ibu yang kini harus turun ke jalan demi mencari nafkah. Ia merasa terkejut dan sedih dengan perubahan situasi tersebut yang menurutnya cukup drastis. Ia kemudian menyinggung peran Arya Khan dalam kehidupan ibunya saat ini, secara terbuka menyebut bahwa keputusan Pinkan untuk mengamen tidak lepas dari pengaruh suami barunya tersebut.
“aku tuh baru dengar kayak sekarang mami ngamen di jalan. Sebelum kalian bisa bahas apa-apa, atau kalian ngomong apa-apa, aku tuh emang enggak suka sama dia, aku tuh emang enggak suka sama suaminya yang baru,” ujar Michelle Ashley dalam video yang diunggah di TikTok.
Selain itu, Michelle juga membeberkan hal lain yang membuat dirinya semakin kesal terhadap Arya Khan, yakni pengalaman pribadi saat momen hari raya. Ia mengaku merasa tersisih karena tidak mendapatkan undangan untuk berkumpul bersama saat perayaan Idul Fitri 2026. Kekecewaan tersebut semakin memperkuat pandangannya terhadap hubungan dengan ayah tirinya. Menurutnya, momen keluarga seperti Lebaran seharusnya menjadi waktu untuk saling merangkul, bukan justru menimbulkan jarak. Ia pun merasa bahwa perlakuan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian dari Arya terhadap dirinya sebagai bagian dari keluarga.
“Lebaran aja aku enggak diundang. Jadi kalian bisa nilai lah ya,” akui Michelle Ashley.
Tanggapan Arya Khan
Disindir oleh anak tirinya, Arya Khan tak gentar. Alih-alih diam, pria yang dikenal sebagai TikTokers itu justru balik melawan ucapan Michelle. Kata Arya, ia tidak peduli apa kata anak tirinya itu.
“Ada cewek, gadis, dia anak tiri gue, enggak suka sama gue katanya, EGP emang gue pikirin. Gara-gara nyokapnya gue suruh ngamen di jalan, buat hidupin gue,” pungkas Arya Khan dalam siaran langsung yang dikutip dari akun gosip danu.
Lebih lanjut, Arya pun membalas ucapan Michelle soal tak mengundang saat lebaran. Arya mengaku heran kenapa Michelle tidak datang saja saat lebaran dan malah meminta diundang.
“Terus dia marah-marah gara-gara lebaran enggak gue undang. Heh, susah ya anak zaman sekarang, lebaran ada undangan? hello!” imbuh Arya.
Karenanya, Arya pun membalas sindiran Michelle itu dengan ucapan menohok. Yakni Arya membuat undangan untuk Michelle datang di lebaran 2027 mendatang.
“Buat yang nyinggung aku, aku mau bikin undangan, katanya enggak diundang lebaran. Nih saksi penonton ya, hari ini gue bikin tulisan buat lebaran. Buat o, lebaran tahun depan jangan lupa datang ya, tuh undang tuh lebaran. Baru kali ini gue dengar lebaran ada undangan,” ungkap Arya.
Respon Pinkan Mambo
Berbeda dengan Arya Khan, Pinkan Mambo justru pilu menanggapi sindiran dari Michelle. Sembari menahan tangis, Pinkan menghargai Michelle yang tak terima dirinya mengamen di jalanan.
“Semua manusia kan pikirannya enggak harus sama. Mungkin dia berpikir berbeda. Jadi aku respek sama apa yang anak aku omongin,” imbuh Pinkan.
Namun diakui Pinkan, ia kecewa dengan Michelle yang menyalahkan Arya atas aksinya ngamen. Sebab kata Pinkan, ia mengamen memang karena kemauan sendiri untuk mencari uang.
“Aku tuh emang niatnya emang buat anak, nyanyi. Tapi anak aku malah kayak gitu, nyalahin suami aku. Tapi ya, Allah bantu lah aku, susah banget aku jadi ibu,” kata Pinkan.
“Makanya aku ngerjain donat ini biar aku bisa ada penghasilan dari donat. Aku juga bikin jahit baju sendiri. Itu buat supaya aku tuh kerjaannya lebih mudah, enggak harus nyanyi di jalan. Tapi kalau belum ada uang banyak ya nyanyi di jalan aja, halal,” sambungnya.
Tak mau ribut dengan putrinya, Pinkan mengurai rasa sayangnya pada Michelle.
“Pokoknya mama sayang sama Michelle, nanti kita ngomong lagi ya Michelle,” ujar Pinkan.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











