Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Anak Harimau Tersesat, Ini Kronologi Kematian Hara

Kehilangan Dua Anak Harimau di Kebun Binatang Bandung

Dua anak harimau Benggala yang berusia delapan bulan, Hara dan Huru, akhirnya tidak tertolong setelah mengalami krisis pengelolaan di Kebun Binatang Bandung. Keduanya meninggal dalam waktu singkat, dengan penyebab utama adalah infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV) yang menular dari induknya. Infeksi ini dikenal sangat menular dan biasa menjangkiti kucing besar, termasuk harimau.

Kronologi Kematian Hara dan Huru

Menurut informasi yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Ammy Nurwaty, petugas piket pertama kali menemukan kondisi Hara yang sakit pada 22 Maret 2026. Saat itu, tim medis dari kebun binatang melaporkan bahwa Hara mengalami penurunan aktivitas, muntah, dan diare. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya parasit cacing pada muntahan, sehingga satwa diberikan obat antiparasit, penurun asam lambung, dan vitamin.

Sebagai langkah antisipasi, Huru yang berada dalam satu kandang juga diberikan vitamin dan obat cacing. Selain itu, kedua satwa dipisahkan untuk mencegah penularan. Balai Besar KSDA Jawa Barat kemudian berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung serta tim medis veteriner UPTD Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat.

Pada 23 Maret, kondisi Hara semakin memburuk dengan gejala diare disertai darah. Tim medis melakukan rapid test FPV dari sampel feses dan hasilnya positif. Penanganan intensif dilakukan, termasuk terapi simptomatik dan suportif. Namun, pada 24 Maret pukul 09.14 WIB, Hara dinyatakan meninggal dunia.

Hasil nekropsi menunjukkan perdarahan masif pada saluran pencernaan, kerusakan vili-vili usus, serta ditemukan parasit cacing pada usus. Hal ini menjadi bukti bahwa infeksi FPV telah menyerang sistem pencernaan Hara secara signifikan.

Perjalanan Huru Menuju Kematian

Huru, yang sebelumnya menunjukkan gejala serupa, menjalani pemantauan dan penanganan intensif pada 25 Maret. Berbagai pihak terlibat dalam penanganan, termasuk tim medis eks Kebun Binatang Bandung, dokter hewan dari Balai Besar KSDA Jawa Barat, UPTD Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, serta Khal’s Pet Care Bandung.

Meski sempat melewati fase kritis dan menunjukkan perbaikan, Huru akhirnya meninggal pada 26 Maret pukul 07.30 WIB. Hasil nekropsi menunjukkan adanya perdarahan pada usus, kerusakan vili usus, luka pada lambung yang menyebabkan perdarahan, serta uji test kit menunjukkan hasil positif FPV.

Berdasarkan rangkaian pemeriksaan klinis, uji diagnostik, dan hasil nekropsi, dapat disimpulkan bahwa kedua anak harimau tersebut meninggal akibat infeksi FPV.

Penularan FPV dan Risiko Bagi Satwa

Infeksi FPV sangat menular pada satwa famili Felidae, baik domestik maupun liar, termasuk harimau. Virus ini menyerang sel-sel yang aktif membelah, terutama pada saluran pencernaan, sehingga menyebabkan kerusakan mukosa usus secara masif.

Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, lingkungan yang terkontaminasi, atau benda perantara (fomite). Untuk satwa muda yang sistem kekebalannya belum berkembang sempurna, penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.

Langkah Pengelolaan yang Dilakukan

Sebagai tindak lanjut, Balai Besar KSDA Jawa Barat bersama pengelola Kebun Binatang Bandung akan meningkatkan langkah biosekuriti. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:

  • Desinfeksi lingkungan secara intensif
  • Memperketat pengawasan lalu lintas orang dan peralatan
  • Meningkatkan pemantauan kesehatan seluruh satwa karnivora, khususnya dari famili Felidae

Langkah-langkah ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit serupa di masa depan dan memastikan kesehatan satwa di Kebun Binatang Bandung.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *