Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kronologi Prajurit TNI Gugur dan Terluka Saat Evakuasi Jenazah Praka Farizal di Lebanon

Kronologi Gugurnya Dua Prajurit TNI dalam Ledakan di Lebanon Selatan

Dalam insiden yang menimpa dua prajurit TNI anggota Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) di Lebanon Selatan, terjadi ledakan yang mengakibatkan gugurnya dua personel. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana. Insiden ini terjadi saat mereka sedang melakukan evakuasi jenazah Praka Fahrizal Romadhon, yang sebelumnya gugur dalam serangan Israel di Lebanon selatan.

Selain dua korban jiwa, terdapat dua prajurit lainnya yang luka-luka, yaitu Kapten Inf Sulthan dari Yonif 320 dan Praka Deni anggota AU Lanud Atang Sanjaya. Para prajurit TNI ini tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), PBB. Mereka terkena ledakan saat melaksanakan penjemputan jenazah Praka Farizal Romadhon.

Penyebab Insiden Masih Dalam Proses Penyelidikan

Insiden tersebut terjadi pada hari Senin malam, setelah UNIFIL mengeluarkan rilis terkait kejadian yang menewaskan dua lagi personel pasukan perdamaian mereka. Meskipun tidak menyebutkan asal negara atau identitas personel tersebut, UNIFIL menjelaskan bahwa dua personel pasukan perdamaian gugur tragis di Lebanon selatan setelah ledakan dengan asal-usul yang belum diketahui menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan.

Menurut pernyataan UNIFIL, ini merupakan insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. “Kami menegaskan bahwa tidak seharusnya ada orang yang harus meninggal saat menjalankan misi perdamaian,” tulis UNIFIL. Badan PBB tersebut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, teman, dan rekan-rekan para pasukan perdamaian yang gugur dalam menjalankan tugas mereka.

Kronologi Kejadian

Laporan kronologi sementara yang diterima menunjukkan bahwa Indonesian Task Force Bravo (TFB) dengan 2 Ran melakukan Escort/pengawalan kepada Spanyol, CSSU (Combat Support Service Unit) dengan total Rangkaian kendaraan sejumlah 6 unit. Rombongan membawa peti jenazah kosong hendak menjemput jenazah Praka Farizal Romadhon.

Saat kendaraan lapis baja melintas di Bani Hayyan hendak berbelok, tiba-tiba ada ledakan yang terjadi pada kendaraan (Ran) 1 hingga rusak parah. Penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan.

Danki B Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ikhwan meninggal di lokasi kejadian. Dua korban tersebut tertinggal tidak sempat dievakuasi oleh tim yang berada di belakang karena intensitas serangan sangat tinggi di TKP. Sedangkan dua prajurit yang terluka, yakni Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni, masih sempat dilarikan ke Sector East HQ pada pukul 12.00 waktu setempat.

Korban luka-luka kemudian dilakukan penanganan medis oleh China Medical di 7-2. Pada pukul 13.45, helikopter pertama datang membawa Praka Deni berangkat dari 7-2 ke Rumah Sakit St. George di Beirut, Lebanon. Berikutnya pada pukul 13.55 helikopter ke-2 tiba menjemput Kapten Inf Sulthan berangkat dari 7-2 ke RS St. George di Beirut.

Eskalasi Konflik Meningkat

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan situasi keamanan di wilayah penugasan dilaporkan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Perkembangan terbaru yang diterima pada 30 Maret 2026 menunjukkan kembali terjadinya insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan guna mendukung kegiatan operasional UNIFIL.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” kata Rico saat dikonfirmasi pada Selasa (31/3/2026). “Insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut, dan hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku,” lanjut dia.

Dia mengatakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban. Ia menjelaskan langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kemhan menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama. Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian,” lanjutnya. “Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” pungkas dia.

Gugurnya Praka Farizal

Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI anggota Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur dalam serangan Israel ke Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026). Praka Farizal Romadhoni menjadi korban bersama tiga prajurit TNI lainnya, yakni Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, sementara Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, lalu Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengungkapkan, keempat korban merupakan anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S UNIFIL.

Kementerian Pertahanan RI menyatakan prajurit TNI yang gugur dalam serangan Israel di Lebanon berada di tengah situasi saling serang artileri kedua belah pihak. Perlu disampaikan bahwa kejadian terjadi di tengah saling serang artileri, kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026). Bukan hanya Kemhan, Mabes TNI juga melaporkan bahwa Praka Farizal tewas saat kedua belah pihak tengah dalam melancarkan serangan.

“Insiden terjadi di tengah saling serang persenjataan dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut,” ungkap Aulia. Mendiang Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan proses administrasi pemulangannya ke Indonesia sedang diselesaikan dengan bantuan KBRI Beirut.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *