Langkah Proaktif Polres Bangka Selatan untuk Memastikan Keamanan Saat Mudik Lebaran 2026
Menjelang momentum arus mudik Lebaran 2026, Polres Bangka Selatan mengambil langkah proaktif untuk menjamin keamanan aset masyarakat yang ditinggal bepergian ke kampung halaman. Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, secara resmi membuka layanan penitipan kendaraan gratis di markas komando (Mako) Polres hingga tingkat Polsek bagi warga yang merasa khawatir meninggalkan asetnya di rumah tanpa pengawasan.
Layanan ini tidak hanya sekadar menjaga kendaraan, tetapi juga menginisiasi program pendataan rumah kosong guna memetakan titik-titik rawan aksi kriminalitas selama libur panjang. Langkah preventif ini dibarengi dengan komitmen peningkatan patroli rutin serta imbauan kepada masyarakat untuk melakukan pengecekan mandiri terhadap instalasi listrik dan kompor guna meminimalisir risiko kebakaran, sehingga pemudik dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman.
“Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat apabila ada yang membutuhkan tempat penitipan kendaraan ataupun barang lainnya. Polres dan Polsek jajaran di Kabupaten Bangka Selatan siap menampung penitipan tersebut,” kata dia kepada , Jumat (13/3/2026).
Layanan Penitipan Kendaraan dan Pendataan Rumah Kosong
Kapolres menjelaskan, layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik. Sehingga tidak perlu khawatir terhadap keamanan kendaraan mereka. Selain penitipan kendaraan, kepolisian juga akan melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik.
Pendataan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan dini. Khususnya terhadap potensi tindak kriminalitas yang bisa terjadi saat banyak rumah dalam kondisi kosong. Dengan demikian pengawasan dapat dilakukan dengan maksimal guna mengantisipasi tindakan pencurian.
“Hal ini untuk memudahkan pengawasan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Agus Arif Wijayanto.
Selain itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan aliran listrik serta peralatan memasak dalam kondisi mati. Langkah ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Di sisi lain, kepolisian juga melakukan pemetaan atau mapping terhadap potensi kerawanan yang mungkin muncul selama periode mudik dan perayaan Lebaran.
Peningkatan Patroli dan Kolaborasi dengan Masyarakat
Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan strategi pengamanan yang tepat di berbagai titik rawan. Menurutnya, terdapat sejumlah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang diprediksi meningkat pada momen tersebut. Di antaranya kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar hingga kemungkinan perkelahian antar kelompok.
Patroli tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga akan didukung oleh unsur pengamanan swakarsa yang ada di masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta mencegah terjadinya tindakan kriminal.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Bangka Selatan akan meningkatkan kegiatan patroli rutin, khususnya pada lokasi dan waktu yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan,” ucapnya.
Lewat upaya tersebut Agus Arif Wijayanto optimis situasi keamanan tetap kondusif selama masa mudik dan perayaan Lebaran di wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Kapolres juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Dengan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.
Pengawasan Arus Mudik di Pelabuhan Sadai
Polres Bangka Selatan juga akan meningkatkan pengawasan arus mudik melalui jalur laut di Pelabuhan Sadai, Kecamatan Tukak Sadai. Caranya dengan mendirikan pos terpadu selama pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026.
Pos tersebut disiapkan untuk memantau aktivitas penumpang serta memastikan kelancaran perjalanan kapal yang menghubungkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto mengatakan, keberadaan pos terpadu di pelabuhan tersebut menjadi fokus pengamanan. Pasalnya, Pelabuhan Sadai merupakan jalur penting mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.
“Tentu saja kami akan melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Sadai. Oleh karena itu, kita mendirikan pos terpadu di sana,” ujar dia kepada , Jumat (13/3/2026).
Dijelaskan Kapolres, pengamanan di kawasan pelabuhan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Tetapi turut melibatkan sejumlah instansi terkait guna memastikan pengawasan berjalan optimal. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memantau aktivitas pelayaran sekaligus mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik.
Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
Di antaranya unsur TNI Angkatan Laut, Kodim, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP), serta operator penyeberangan. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses keberangkatan maupun kedatangan kapal berjalan aman dan tertib. Petugas di pos terpadu nantinya akan memantau langsung jalannya aktivitas penumpang dan kendaraan yang menggunakan jalur laut tersebut.
“Kami juga bersama dengan ASDP untuk melakukan pemantauan di pelabuhan,” jelas Agus Arif Wijayanto.
Menurutnya, pengawasan di Pelabuhan Sadai dilakukan terhadap perjalanan kapal yang melayani rute dari Kabupaten Bangka Selatan menuju Pulau Belitung maupun sebaliknya. Jalur tersebut diketahui menjadi pilihan masyarakat yang melakukan perjalanan antar wilayah selama masa mudik Lebaran. Selain mengawasi kelancaran arus penumpang, aparat juga akan memastikan aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas.
Pemeriksaan terhadap kesiapan kapal, pengaturan penumpang, hingga pengawasan aktivitas di pelabuhan akan menjadi bagian dari pengamanan selama operasi berlangsung. Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang dilakukan sebelumnya, arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Untuk arus mudik, peningkatan pergerakan masyarakat diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.
Pada periode tersebut, sejumlah jalur utama diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–26 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga menerima informasi mengenai kemungkinan adanya program mudik gratis yang memanfaatkan kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Namun, informasi tersebut menyebutkan adanya potensi pemberangkatan masyarakat melalui program mudik gratis menggunakan kapal perang Republik Indonesia atau KRI yang berangkat dari Pelabuhan Sadai.
“Kami mendapatkan informasi bahwa ada kemungkinan di Pelabuhan Sadai akan dilaksanakan pemberangkatan mudik gratis menggunakan KRI,” ucapnya.
Meski demikian, Agus Arif Wijayanto menegaskan bahwa informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah provinsi sebelum dapat dipastikan pelaksanaannya. Apabila program tersebut terealisasi, kepolisian bersama instansi terkait akan menyiapkan langkah pengamanan tambahan guna mengantisipasi meningkatnya jumlah masyarakat yang datang ke pelabuhan.
“Namun hal tersebut masih perlu kami konfirmasi kembali dengan pihak pemerintah provinsi dan stakeholder terkait,” pungkas Agus Arif Wijayanto.











