Kehidupan Tiara Permata: Dari Masa Kelam Hingga Bangkit Kembali
Tiara Permata (28), seorang aktris FTV yang dikenal lewat berbagai peran di layar kaca, pernah mengalami masa kelam dalam perjalanan kariernya. Nama yang awalnya terkenal di dunia hiburan kini sempat terseret dalam isu prostitusi online pada tahun 2019. Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa ia memasang tarif Rp300 juta sekali kencan. Namun, Tiara dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyebutnya hanya gosip yang dibuat untuk mencari keuntungan.
“Enggak, itu enggak benar ya. Namanya gosip ya, yang buat cerita-cerita kayak gitu cari uang lewat dari situ. Biarin aja,” kata Tiara Permata kepada Wartakotalive.com, Jumat (13/3/2026) malam.
Awal Mula Mencuatnya Isu
Pada tahun 2019, nama Tiara Permata mendadak mencuat dalam lingkaran prostitusi online. Narasi yang beredar kala itu menyebutkan dirinya sebagai salah satu artis yang terlibat, bahkan dikaitkan dengan tarif fantastis. Gosip tersebut cepat menyebar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan publik. Meski membantah, dampak isu tersebut sangat besar bagi dirinya.
Mental Tiara hancur, ia merasa diserang oleh netizen, dan harus menanggung stigma negatif. Akibatnya, ia tidak mendapatkan pekerjaan di dunia hiburan selama satu tahun penuh.
“Banyak banget dampaknya. Mental aku kena, aku diserang sama netizen. Aku sampai enggak syuting selama satu tahun karena bener-bener stres banget ngadepin mulut netizen. Buat aku nge-drop banget,” ungkapnya.
Selama masa itu, Tiara memilih mengurung diri di rumah. Ia tidak bersosialisasi dengan siapa pun, hanya menangis setiap hari sambil merenungkan mengapa ada orang yang tega menyebarkan gosip kejam tentang dirinya.
Dukungan Keluarga
Isu tersebut juga menghantam nama baik keluarganya. Orang tua Tiara sempat menanyakan hal itu secara detail. Namun, sang ibu memberikan nasihat bijak agar tidak terlalu memikirkan gosip.
“Kita enggak bisa nutup mulut orang pakai kedua tangan kita. Udah ikhlasin aja,” kata ibunya.
Nasihat itu menjadi penguat bagi Tiara untuk tetap tegar menghadapi badai gosip.
Bertahan Hidup dan Bangkit
Selama tidak bekerja, Tiara bertahan hidup dengan menggunakan tabungan pribadinya. Beruntung, tabungan tersebut cukup untuk menopang kehidupannya selama masa sulit. Setelah satu tahun, ia mulai bangkit kembali dengan mendaftar kuliah dan kembali bekerja.
“Pas setahun, aku bersosialisasi lagi dengan daftar kuliah sambil kerja lagi,” ujarnya.
Ia juga mengaku lebih selektif dalam memilih teman, karena merasa sebagian orang yang dulu dekat justru menuduhnya benar-benar terlibat dalam kasus tersebut.
Pelajaran Hidup
Kisah Tiara Permata menjadi gambaran nyata bagaimana gosip bisa menghancurkan mental, karier, dan citra seseorang. Namun, dari pengalaman pahit itu, ia belajar untuk lebih kuat, lebih berhati-hati dalam bergaul, dan lebih fokus pada masa depan.
Profil dan Biodata Tiara Permata
Tiara Permata adalah aktris FTV dan model asal Indramayu, Jawa Barat, lahir pada 31 Maret 1997. Ia dikenal lewat perannya di sinetron Cinta di Langit Taj Mahal (2015) dan Rahasia Cinta (2016), serta membintangi banyak judul FTV populer.
Biodata Lengkap Tiara Permata
- Nama lahir: Tiara Nur Permata Elsaid (sering disebut Tiara Permata / Tiara Permatasari)
- Tanggal lahir: 31 Maret 1997
- Usia: 28 tahun (2026)
- Tempat lahir: Indramayu, Jawa Barat
- Profesi: Aktris, Model, Bintang FTV
- Tahun aktif: 2014 – sekarang
- Agama: Islam
- Nama lain: Tiarra Permata
- Asal keluarga: Berdarah Indramayu dan Balikpapan
Karier:
- Debut: Sinetron Cinta di Langit Taj Mahal (2015, ANTV)
- Sinetron terkenal: Rahasia Cinta (2016) sebagai Alya, Oh Mama Oh Papa (2019), Firasat (2019)
- FTV populer: Kujahit Cintamu, Cinderella Rasa Stroberi Coklat, Anak Pembantu Jadi Sarjana, Aku Jatuh Cilok Padamu
- Dijuluki: “Ratu FTV” karena sering tampil di berbagai judul FTV.
- Pernah mengalami masa sulit pada 2019 ketika namanya terseret isu prostitusi online dengan tarif Rp300 juta sekali kencan.
- Ia membantah keras tuduhan tersebut dan mengaku mentalnya sempat drop hingga kehilangan pekerjaan selama setahun.
- Setelah kasus itu, ia menjadi lebih religius dan selektif dalam memilih teman.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











