Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Jejak Aktivis KontraS Andrie Yunus Dihancurkan dengan Air Keras, Pernah Serang Rapat RUU TNI di Hotel

Peristiwa Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus

Pada Kamis (12/3/2026) malam, Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Kejadian tersebut terjadi setelah ia selesai merekam siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan medis di rumah sakit, Andrie Yunus mengalami luka bakar sebesar 24 persen akibat penyiraman air keras tersebut. Luka serius terutama menimpa area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan aktivis yang aktif dalam advokasi hak asasi manusia (HAM) dan reformasi sektor keamanan.

Profil Andrie Yunus

Andrie Yunus adalah alumni Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan penerima Beasiswa Jentera. Ia lulus pada 2020 dengan skripsi yang membahas peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum. Sebelum bergabung dengan KontraS, Andrie pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta dari 2019 hingga 2022 sebagai advokat yang fokus pada advokasi hukum publik. Di lembaga tersebut, ia terlibat dalam berbagai pendampingan kasus terkait kebebasan sipil dan perlindungan hak masyarakat.

Pada 2022, Andrie bergabung dengan KontraS dan saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal. Dalam perannya, ia aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, serta advokasi terhadap korban kekerasan negara. Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam advokasi dan kampanye publik terkait isu reformasi sektor keamanan, termasuk kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang (RUU) TNI yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil.

Aksi Andrie Yunus dalam Geruduk Rapat RUU TNI

Tahun lalu, sosok Andrie Yunus pernah menyita perhatian publik ketika ia menjadi salah satu dari tiga aktivis yang mendatangi lokasi rapat Panja RUU TNI di ruang Ruby 1 dan 2 Fairmont Hotel, Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025). Mereka menggedor pintu ruangan tersebut. Saat itu, Andrie yang mengenakan baju hitam, terlihat mendesak masuk ke dalam ruang rapat. Namun, ia dihalang oleh dua orang staf berbaju batik. Dia juga sempat didorong keluar dan terjatuh.

“Woi, anda mendorong, teman-teman, bagaimana kita kemudian direpresif,” kata Andrie sambil kembali bangkit. Sebelum penyiraman air keras, Andrie bersama dua aktivis lainnya juga meneriakkan tuntutan mereka di depan pintu yang sudah tertutup. Mereka meminta agar pembahasan RUU TNI tersebut dihentikan.

Pelaku Lolos Setelah Menyiram Air Keras

Warga sempat mengejar dua penyiram air keras Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dengan sepeda motor. Namun, kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor melarikan diri dan tak terkejar. Peristiwa itu terjadi di Jalan Salemba I, Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Buyung (32), salah satu saksi mata, menceritakan bahwa penyiraman terhadap Andrie terjadi menjelang tengah malam. Saat itu, Buyung sedang bermain gitar bersama rekannya di ujung Jembatan Talang. “Tiba-tiba terdengar ‘Tolong! Tolong!’, suaranya kencang tuh ‘Tolong, tolong!’.” Ia langsung berlari ke arah suara tersebut dan menemukan Andrie dalam kondisi terluka.

Setelah mengetahui identitas Andrie, warga memberikan air minum dan mencoba menawarkan bantuan untuk mengantarkannya ke mess KontraS. Namun, Andrie menolak dan memilih pulang sendiri menggunakan motornya. Beberapa warga lain langsung menaiki sepeda motor untuk mengejar terduga pelaku, tetapi tidak berhasil menangkapnya.

Kronologi Penyiraman Air Keras

Menurut informasi yang diberikan oleh Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, peristiwa penyiraman air keras terjadi pada pukul 23.37 WIB saat Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).

Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *