Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kasus Keracunan MBG di SMAN 1 Insana TTU, Daging Tidak Matang dan Sayur Busuk

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Dianggap Tidak Layak, 7 Siswa SMA Negeri 1 Insana Keracunan

Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, sebanyak tujuh siswa SMA Negeri 1 Insana diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini menyebabkan mereka dirawat di Puskesmas Oelolok.

Menurut laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), penyebab keracunan diduga berasal dari makanan yang tidak layak konsumsi. Daging ayam yang disajikan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Susulaku belum matang sempurna dan terlihat kemerahan. Selain itu, sayuran yang disajikan juga sudah basi.

Ketua Satgas Program MBG Kabupaten TTU, Kamillus Elu, menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan telah menerima laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa daging ayam yang disajikan tidak sampai matang dan sayuran yang diberikan sudah tidak segar. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.

Langkah Penanganan dan Pengawasan

Dinas Kesehatan Kabupaten TTU telah mengambil sampel makanan dari kejadian tersebut dan mengirimkannya ke laboratorium di Kupang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini bertujuan untuk memastikan apakah makanan yang disajikan memang tidak layak dikonsumsi atau ada faktor lain yang menyebabkan keracunan.

Selain itu, Kamillus Elu juga menyampaikan teguran kepada Korwil SPPI Kabupaten TTU dan pemilik Dapur SPPG. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses penyajian makanan, terutama karena program MBG ini didanai oleh negara. Ia juga menyarankan agar pengelola menggunakan daging segar daripada daging beku, karena proses pembekuan dan higienitasnya masih belum jelas.

Riwayat Masalah pada Program MBG

Di Kabupaten TTU, program MBG sudah beberapa kali mengalami masalah serupa. Sebelumnya, terdapat kasus makanan berulat dan anak-anak keracunan akibat makanan yang tidak layak. Oleh karena itu, Kamillus Elu berharap agar SPPI dan pemilik Dapur SPPG lebih waspada dalam menyajikan makanan kepada para pelajar.

Kondisi Siswa yang Terkena Keracunan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tujuh siswa SMA Negeri 1 Insana mengalami gejala seperti mual, diare, dan sakit perut. Empat di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Sementara tiga siswa lainnya masih menjalani rawat inap di Puskesmas Oelolok.

Menu makanan yang disajikan pada tanggal 3 Maret 2026 mencakup nasi putih, ayam woku, tempe saos tiram, tumis labu, dan lengkeng sesuai dengan rekomendasi ahli gizi. Namun, kondisi makanan tersebut tidak sesuai dengan standar kebersihan dan kelayakan.

Upaya Konfirmasi dan Tindak Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, POS-KUPANG.COM sedang berupaya mengonfirmasi Kepala SPPG Susulaku dan pihak sekolah SMA Negeri 1 Insana. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Pauyulia Alfira, enggan memberikan komentar dan mengarahkan pertanyaan kepada Ketua Satgas MBG TTU.




Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *