Polemik yang muncul akibat tudingan bahwa Rafi Ikhsan menjual barang-barang milik istrinya, Vina Luciana, kini menjadi perhatian publik. Permasalahan ini terungkap setelah pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah podcast. Menanggapi isu tersebut, Firdha Razak akhirnya memberikan penjelasan langsung kepada media.
Firdha menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta. Ia bahkan menyebut pernyataan dalam podcast sebagai kebohongan. Dalam pernyataannya di Polda Metro Jaya pada Kamis (5/3/2026), Firdha mengkritik cara seseorang ingin terkenal dengan menyebarkan informasi palsu.
“Ya sesuai obsesinya dia, pengin tampil, pengin ngetop ya kan, tapi dengan jalur yang salah ya akhirnya tercapai. Mudah-mudahan obsesinya dia untuk menjadi artis juga bisa ya,” ujar Firdha.
Namun, ia menilai upaya tersebut justru dilakukan dengan menyampaikan cerita yang tidak benar. Firdha menegaskan dirinya siap bertanggung jawab atas klaim bahwa pernyataan tersebut tidak benar.
“Cuma sayangnya kebohongan dia bisa ketakar gitu lho. Apa yang dia ceritakan itu kan yang di podcast itu kan bohong ya,” tambahnya.
“Saya bisa pastikan dan saya bisa bertanggung jawab atas apa yang saya ucapkan bahwa dia berbohong,” lanjutnya.
Salah satu poin yang dianggap tidak benar adalah tuduhan bahwa Rafi menjual barang-barang milik Vina. Firdha mengklaim memiliki bukti yang menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa situasi sebenarnya berkaitan dengan rumah kontrakan yang sebelumnya ditempati oleh pasangan tersebut.
“Tidak pernah ada penjualan barang milik Vina seperti yang dituduhkan. Masalahnya adalah karena Rafi harus keluar dari rumah yang katanya Vina bayar rumah kontrakan itu, yang katanya Vina bayar setiap bulan. Masalahnya itu sudah nunggak berapa bulan. Dia sudah enggak bayar 4 atau 5 bulan,” jelas Firdha.
Karena menunggak beberapa bulan, rumah tersebut akhirnya harus dikosongkan agar bisa ditempati oleh penyewa baru. Firdha juga menyebut barang-barang yang dipermasalahkan masih ada hingga saat ini. Bahkan, ia sempat memperlihatkan sebagian barang tersebut melalui media sosial.
“Nah, sudah gitu harus dihuni sama penghuni yang baru. Jadi harus keluar, barang-barangnya diamankan, ditaruh di gudang. Bukan dijual,” ujarnya.
“Yang seperti dia bilang kulkas, kulkas itu sepinggang, terus AC itu Rafi, yang dibilang TV enggak ada ya. Terus sama barang-barang printilan lainnya yang sempat kemarin saya posting juga di medsos saya bahwa barang-barangnya dia masih utuh gitu lho. Justru diamankan sama Rafi,” tambahnya.
Menurut Firdha, sebagian barang yang dipersoalkan sebenarnya tidak memiliki nilai besar karena kondisinya sudah kurang baik. Ia bahkan mengatakan barang-barang tersebut hanya memenuhi ruang di rumahnya.
“Masih utuh, malah kalau misalnya kelamaan di rumah saya mau saya buang saja deh. Soalnya apa? Menuh-menuhin ya kan. Karena enggak ada manfaatnya buat kita juga, udah gitu kita sudah difitnah dibilangnya katanya menjual barangnya,” ujarnya.
Meski begitu, Firdha mengatakan pihaknya tidak ingin langsung membuang barang-barang tersebut. Ia masih mempertimbangkan untuk menyedekahkannya kepada orang lain jika masih ada yang bersedia menerima.
“Tapi kayaknya awalnya kita akan sedekahkan dulu, kita akan tanya dulu mau enggak yang disedekahi. Tapi kalau misalnya enggak bisa ya sudah mau enggak mau,” ungkapnya.
Sebelum mengambil keputusan, ia memastikan bahwa semua barang akan didata terlebih dahulu agar tidak menimbulkan polemik baru. Dan dirinya akan meminta Rukun Tetangga (RT) agak mengetahui detail barang-barang yang ada.
“Tapi sebelumnya kita akan inventariskan dulu, dicatat, nanti kita panggil RT untuk sebagai saksi bahwa barang itu memang ada di rumah kita diamankan,” ujar Firdha.











