Drama Penahanan Richard Lee Kembali Terjadi
Richard Lee kembali berurusan dengan kasus hukum, kali ini terkait perseteruan mengenai produk skincare. Penahanan terbaru yang dialaminya disebabkan oleh sikap tidak kooperatif dalam proses penyidikan.
Dalam kasus ini, Richard Lee dilaporkan oleh Dokter Detektif (doktif) atau Samira Farahnaz. Pihak kepolisian menilai bahwa ia menghambat proses penyidikan terkait pelanggaran perlindungan konsumen produk dan perawatan kecantikan.
Sebelumnya, Richard Lee juga pernah menghadapi kasus serupa. Pada 2021 silam, ia sempat ditahan karena membahas produk krim wajah lokal Helwa Beauty. Ia menyebut bahwa produk tersebut mengandung merkuri dan hidrokuinon berdasarkan hasil uji laboratorium yang ia lakukan. Hal ini membuat Kartika Putri, yang pernah mempromosikan produk tersebut, merasa dirugikan dan menilai nama baiknya tercemar.
Perseteruan antara Richard Lee dan Kartika Putri berlangsung secara publik, dengan saling sindir di media sosial. Kasus ini kemudian bergulir dan menjadi salah satu konflik hukum paling menonjol dalam perjalanan karier Richard Lee.
Drama Penangkapan Richard Lee Tahun 2021
Di tengah proses hukum dengan Kartika Putri, Richard Lee mengalami drama penangkapan yang mengejutkan. Pada 27 Desember 2021, ia ditangkap aparat Polda Metro Jaya atas dugaan akses ilegal terhadap akun Instagram pribadinya yang sebelumnya telah disita.
Penangkapan tersebut menyita perhatian publik karena dramatis. Richard Lee tak terima ditahan, ia menolak dan mengatakan konten yang muncul di Instagram berasal dari unggahan Facebook yang terhubung otomatis dengan akun tersebut. Namun, penyidik menyebut adanya penghapusan sejumlah bukti dari akun media sosial itu.
Atas dasar temuan tersebut, Richard Lee ditetapkan melanggar Undang-Undang ITE dan sempat menjalani masa penahanan. Kasus ini berakhir usai Richard Lee menang dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada November 2022. Putusan hakim membatalkan status tersangkanya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan akses ilegal, serta memerintahkan polisi mengembalikan barang bukti miliknya.
Penahanan Terbaru, Richard Lee Menunduk
Polisi akhirnya menahan tersangka Richard Lee setelah dinilai menghambat proses penyidikan kasus pelanggaran perlindungan konsumen produk dan perawatan kecantikan. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto.
Menurut Budi, Richard Lee sebelumnya telah menjalani pemeriksaan pada Jumat (6/3/2026). “Pemeriksaan terhadap tersangka DRL dilakukan mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Dalam proses pemeriksaan tersebut terdapat 29 pertanyaan yang diajukan,” kata Budi dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Namun dalam proses penyidikan, polisi menilai tersangka tidak kooperatif. Richard Lee disebut beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan maupun kewajiban melapor. Ia sempat tidak hadir pada pemeriksaan tambahan yang dijadwalkan pada 3 Maret 2026 tanpa memberikan keterangan yang jelas kepada penyidik.
“Pada hari tersebut tersangka justru diketahui melakukan siaran langsung atau live di akun TikTok,” jelasnya. Selain itu, tersangka juga tercatat mangkir dari kewajiban wajib lapor pada Senin (23/2/2026) dan Kamis (5/3/2026). “Yang bersangkutan tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” kata Budi.
Atas dasar pertimbangan tersebut, penyidik akhirnya melakukan penahanan terhadap tersangka Richard Lee. Penahanan dilakukan pada pukul 21.50 WIB di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Sebelum dilakukan penahanan, tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Biddokes Polda Metro Jaya. Meliputi pengecekan tekanan darah, saturasi oksigen, serta suhu tubuh. “Hasilnya normal dan tersangka dinyatakan dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Sembunyikan Tangan Diborgol
Usai setengah hari diperiksa di ruang penyidikan, Richard Lee keluar dengan kondisi tangan terborgol. DRL keluar dari gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan mengenakan kemeja putih. Dia digiring ke rutan dikawal petugas kepolisian berpakaian preman.
Tangan yang diborgol disembunyikan di dalam kemeja. Tak ada sepatah katapun yang diucapkan Richard Lee. Ia seperti menyembunyikan wajahnya yang tampak pucat dengan menunduk.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











