Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Adik Tega Bunuh Kakak di Jakut, Terancam 15 Tahun Penjara

Kasus Penganiayaan Adik Terhadap Kakak di Kelapa Gading

MAH (15), seorang remaja yang menganiaya kakak kandungnya hingga tewas di Kelapa Gading, Jakarta Utara, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ia dijerat dengan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) yang menjerat pelaku dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di rumah korban. Korban, MAR (22), mengalami luka berat di bagian kepala setelah dipukul menggunakan palu oleh adiknya sendiri. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Gading Pluit, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB setelah mendapatkan penanganan medis.

Penyidikan dan Pemeriksaan Saksi

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan penganiayaan maut tersebut. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi terkait kasus tersebut. Salah satu saksi yang baru dimintai keterangan adalah ibu dari korban dan pelaku, Nurul Arifah.

Sebelum menjalani pemeriksaan, polisi terlebih dahulu memberikan pendampingan psikologis kepada ibu korban yang masih mengalami trauma berat akibat peristiwa tersebut. Menurut Kompol Ni Luh Sri, Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Utara, tim psikolog dari Polres Metro Jakarta Utara diterjunkan untuk melakukan trauma healing. Polisi bahkan melakukan hipnoterapi guna membantu menstabilkan kondisi emosional ibu korban sebelum pemeriksaan berlangsung.

Selain itu, polisi juga tengah melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan terhadap pelaku. Pemeriksaan psikiatri masih berlangsung dan hasilnya belum dapat disimpulkan dalam waktu dekat.

Pengakuan Ibunda Korban

Ibunda korban, Nurul Arifah, mengungkapkan bahwa penganiayaan itu berlangsung sangat cepat dan dipicu oleh persoalan keluarga yang telah berlangsung lama. Ia mengatakan konflik rumah tangga akibat perselingkuhan sang ayah membuat kedua anaknya menyimpan tekanan emosional selama bertahun-tahun.

“Sudah tiga tahun rumah tangga kami cekcok karena perselingkuhan ayahnya. Anak-anak sakit hati dan kesal, jadi emosinya sering meluap,” ujar Nurul di lokasi, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, kemarahan kedua anak tersebut kerap dilampiaskan di dalam rumah karena mereka tidak lagi memiliki komunikasi dengan ayahnya.

Nurul mengungkapkan, selama tujuh bulan terakhir anak-anaknya tidak dapat berkomunikasi maupun bertemu dengan sang ayah.

Bantah Pilih Kasih

Ia juga membantah anggapan adanya perlakuan pilih kasih yang disebut-sebut menjadi pemicu pertengkaran. Justru, kata dia, perhatian lebih banyak diberikan kepada pelaku karena kondisi kesehatan adiknya yang kerap sakit lambung dan menjalani pengobatan.

“Kalau dikatakan pilih kasih itu tidak benar. Saya justru lebih fokus ke adiknya karena sakit-sakitan,” katanya. Nurul menegaskan kedua anaknya dikenal sebagai pribadi baik dan memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat. Ia menyebut keduanya rajin beribadah dan tumbuh dalam lingkungan pesantren.

“Kedua-duanya anak baik. Rajin salat, mengaji, dan puasa. Ini murni karena emosi dan miskomunikasi yang terjadi sangat cepat,” ucapnya.

Kronologis Peristiwa

Pemicu kejadian disebut berasal dari korban yang meletakkan perlengkapan mandi dan handuk di kamar pelaku. Hal itu membuat MAH kesal dan marah besar. Situasi memanas ketika ibu mereka sempat menegur korban, namun tidak diindahkan. Amarah pelaku pun memuncak. Ia mengambil palu dari dapur dan memukul kepala kakaknya saat korban tengah memberi makan hewan peliharaan.

Polisi menyebut pemukulan terjadi berulang kali. Setelah pukulan pertama membuat korban tersungkur, pelaku masih melanjutkan serangan hingga sekitar lima kali.

Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *