Truk Bertonase 10 Ton Terguling di Purworejo, Sopir Terjepit dan Dievakuasi
Pada Sabtu (21/2/2026) dini hari, sebuah truk bermuatan 10 ton beras tercebur ke parit di Jalan Raya Purworejo–Yogyakarta KM 15, wilayah Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.45 WIB, saat kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan.
Truk bernomor polisi R 8068 OT itu membawa muatan beras dari Cilacap yang rencananya akan dikirim ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kendaraan terdapat dua orang, yakni sopir bernama Gino (55) dan kernet Dani (25), keduanya merupakan warga Kabupaten Cilacap. Mereka mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Berdasarkan keterangan Dani, kecelakaan diduga terjadi akibat kondisi sopir yang kelelahan dan mengantuk saat mengemudi pada jam rawan dini hari. “Sudah capek dan mengantuk. Waktu itu sempat menghindari sesuatu di jalan, truk langsung oleng ke kiri dan masuk ke parit,” ujar Dani saat ditemui di lokasi kejadian.
Posisi Truk yang Berisiko
Truk tersebut terguling dengan posisi miring di parit sedalam kurang lebih 1,5 meter di sisi jalan. Bagian kabin mengalami tekanan cukup berat akibat posisi kendaraan yang tidak stabil. Sopir terjepit di dalam kabin, terutama pada bagian kaki kiri, sementara kernet berhasil keluar lebih dulu dan meminta pertolongan warga sekitar meski dirinya juga mengalami luka-luka.
Warga yang mendengar suara benturan keras segera berdatangan ke lokasi. Mereka kemudian menghubungi aparat kepolisian dan tim penyelamat. Tak lama berselang, tim gabungan dari Basarnas DIY Pos Congot, Damkar Purwodadi, PMI Purworejo, Polsek Bagelen, serta warga setempat tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
Proses Penyelamatan dengan Kehati-hatian Ekstra
Komandan tim lapangan Basarnas Kulonprogo, Sunardi, menjelaskan bahwa proses penyelamatan membutuhkan kehati-hatian ekstra karena posisi truk yang terguling berisiko bergeser sewaktu-waktu. “Karena posisi kendaraan miring dan sopir terjepit di dalam kabin, kami menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses. Damkar membantu menahan beban truk agar tidak bergerak saat proses evakuasi berlangsung,” kata Sunardi.
Sekitar 30 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Proses evakuasi berlangsung kurang lebih 30 menit. Petugas harus memotong bagian kabin untuk mengeluarkan korban dengan aman. “Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Ada cedera di bagian kaki kiri karena terjepit, tetapi korban sadar saat dibawa ke ambulans,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, sopir langsung dilarikan ke RSUD Purworejo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, kernet hanya mengalami luka ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif.
Faktor Kelelahan Pengemudi
Kapolsek Bagelen, AKP Subandi, membenarkan peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Menurut dia, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor kelelahan pengemudi. “Benar telah terjadi kecelakaan tunggal truk bermuatan beras dari Cilacap menuju Sleman. Sopir dan kernet selamat, hanya mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar AKP Subandi.
Ia menambahkan, selama proses evakuasi dan penanganan di lokasi, arus lalu lintas di jalur Purworejo–Yogyakarta tetap berjalan lancar. Petugas kepolisian langsung melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan. “Petugas sudah berada di lokasi sejak awal. Tidak ada kemacetan berarti. Untuk kendaraan akan segera dievakuasi menggunakan mobil derek,” jelasnya.
AKP Subandi juga mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk, terlebih pada jam-jam rawan seperti dini hari. “Kalau sudah merasa capek atau mengantuk, sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Di wilayah Bagelen tersedia beberapa titik rest area, seperti di kawasan Sitinggil dan Dadirejo. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.











