Kasus Pencurian Fasilitas Umum di Samarinda Memicu Kekhawatiran
Kasus pencurian fasilitas umum di Samarinda kian meresahkan masyarakat. Tidak hanya menargetkan barang pribadi, para pelaku kini mulai mengincar komponen-komponen penting yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. Beberapa contoh yang terjadi antara lain adalah pencurian kabel PJU, baut Jembatan Perniagaan, hingga rambu lalu lintas.
Pencurian tersebut tidak lagi menjadi hal yang langka, melainkan semakin sering terjadi. Berbagai laporan menyebutkan bahwa aksi pencurian terjadi pada baut Jembatan Perniagaan, helm di area parkiran, hingga kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Jalan Letjen Suprapto (eks Jalan Pembangunan). Selain itu, kabel di sekitar Tugu Pesut Samarinda Seberang juga dilaporkan menjadi sasaran pencurian.
Baru-baru ini, beredar video viral yang memperlihatkan plang lalu lintas di Jalan Antasari hampai dicuri oleh pelaku tak dikenal. Aksi ini memicu kekhawatiran dan kebingungan di kalangan masyarakat.
Dua Pencuri Kabel PJU Ditangkap
Aksi pencurian kabel PJU di jalan utama poros Kota Samarinda berhasil direkam oleh warga sekitar. Dalam video tersebut, terlihat dua pelaku dengan leluasa menggali trotoar dan memotong kabel lampu jalan. Rekaman itu kemudian viral di media sosial dan memicu warga sekitar untuk mengejar pelaku.
Meski sempat melarikan diri, kedua pelaku meninggalkan alat pemotong kabel dan penggali tanah di lokasi kejadian. Menindaklanjuti video tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda segera melakukan pengejaran. Berbekal petunjuk dari rekaman viral, polisi berhasil menangkap kedua pelaku tidak jauh dari kediaman mereka.
Barang bukti berupa potongan kabel hasil curian sejak dua hari sebelumnya turut diamankan. Kedua pelaku dijerat pasal pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Polisi juga masih memburu seorang penadah yang diduga terlibat dalam jaringan pencurian ini.
Wakasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Teguh, mengungkapkan bahwa para pelaku sebelumnya pernah bekerja sebagai tenaga lepas perbaikan trotoar. Dalam menjalankan aksinya, mereka mengenakan jaket pekerja agar tidak menimbulkan kecurigaan warga maupun petugas.
“Dari pengakuan pelaku, dia dua kali melakukan aksinya, yaitu memotong kabel di hari Jumat dan Minggu. Kebetulan yang di hari Minggu itu yang viral di media sosial,” ujar AKP Teguh dalam konferensi pers, Jumat (13/2/2026).
Baut Jembatan Perniagaan Hilang, Picu Kekhawatiran
Keamanan infrastruktur publik kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan puluhan baut pada Jembatan Perniagaan hilang. Jembatan ini merupakan jalur strategis menuju Pasar Segiri di Kecamatan Sungai Pinang. Hilangnya baut-baut tersebut diduga akibat aksi pencurian oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, mengingat baut berfungsi sebagai pengikat utama yang menjaga kestabilan struktur jembatan. Hasil pengecekan lapangan pada Jumat (13/2/2026) sore menunjukkan sejumlah baut di bagian bawah konstruksi memang sudah tidak terpasang. Bagian ini merupakan elemen penopang yang berperan penting dalam distribusi beban dan kekuatan jembatan.
DPUPR Pasang Baut Pengganti, Jembatan Dipastikan Aman
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Samarinda (DPUPR) melalui Tim UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan melakukan inspeksi pada Rabu (12/2/2026). Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda, Hendra Gunawan, menyatakan pihaknya langsung melakukan langkah tanggap cepat dengan memasang kembali baut yang hilang.
“Sementara untuk tanggap cepatnya kami pasang kembali supaya tidak ada kejadian yang lebih parah, khawatirnya ada penurunan atau berakibat pada struktur,” ujarnya. Ia menegaskan, secara umum kondisi Jembatan Perniagaan masih aman untuk dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki. Meski demikian, evaluasi lanjutan tetap dilakukan guna memastikan tidak ada dampak tersembunyi pada kekuatan konstruksi.
DPUPR juga mengkaji solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pemasangan pagar pengaman di area kolong jembatan untuk membatasi akses pihak yang tidak berkepentingan.
Polisi Perketat Pengawasan
Maraknya pencurian fasilitas publik—termasuk baut jembatan, kabel, hingga helm, mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, menegaskan telah memerintahkan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), unit kepolisian yang menangani tindak pidana, untuk melakukan penindakan tegas.
“Saya sudah tugaskan Kasat Reskrim untuk melakukan penindakan hukum, tindakan secara tegas apabila masih terjadi kegiatan-kegiatan seperti ini,” tegasnya. Selain kasus baut jembatan, kepolisian sebelumnya juga mengamankan dua tersangka pencurian kabel PJU (Penerangan Jalan Umum) dan kabel telekomunikasi.
PJU sendiri merupakan fasilitas lampu jalan yang berfungsi meningkatkan keselamatan dan keamanan pengguna jalan pada malam hari. “Kami akan maksimalkan fungsi preventif melalui patroli dan penegakan hukum untuk upaya penindakan tegas apabila masih ditemukan praktik pencurian kabel maupun komponen infrastruktur lainnya di seluruh Samarinda,” pungkasnya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama terhadap fasilitas umum, mengingat kerusakan atau kehilangan komponen kecil sekalipun dapat berdampak besar terhadap keselamatan publik.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











