Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Universitas Almuslim Jadi PTS Terbaik Se-Aceh 2025

Prestasi Konsisten Universitas Almuslim di LLDikti Award 2025

Universitas Almuslim (Umuslim) kembali meraih penghargaan bergengsi sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik Kategori Universitas se-Aceh dalam ajang LLDikti Award 2025. Penghargaan ini menjadi yang keenam kalinya diraih oleh kampus yang berlokasi di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Sejak tahun 2019, Umuslim telah enam kali memperoleh penghargaan serupa, termasuk pada 2021, 2022, 2023, 2024, dan 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam puncak penganugerahan yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (10/2/2026). Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan akhir dari upaya peningkatan mutu, melainkan motivasi untuk terus berinovasi dan memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat.

Capaian yang Menggambarkan Konsistensi

Penetapan Umuslim sebagai PTS terbaik tahun 2025 menambah deretan capaian sebelumnya. Bahkan lima penghargaan terakhir diperoleh secara berturut-turut, menunjukkan konsistensi kampus dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi. Penilaian tahunan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh mencakup aspek strategis seperti tata kelola perguruan tinggi, capaian akademik, kualitas sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta indikator kinerja utama (IKU).

Universitas Almuslim dinilai berhasil mempertahankan kinerja akademik dan tata kelola yang baik, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat. Hal ini menempatkan Umuslim sebagai kampus unggulan di Aceh. Meski meraih penghargaan, Rektor Dr. Marwan menyatakan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan. Ia mengakui masih ada aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam peningkatan capaian IKU dan penguatan bidang strategis lainnya.

Deretan Penghargaan yang Diraih

Dalam ajang LLDikti Award 2025, Universitas Almuslim berhasil memboyong total 10 penghargaan utama. Beberapa di antaranya adalah:

  • Untuk kategori PTS terbaik di Aceh, Umuslim menempati posisi pertama, disusul Universitas Muhammadiyah Aceh dan UNIKI.
  • Pada kategori Science and Technology Index (Sinta), Umuslim juga meraih juara satu, diikuti Serambi Mekkah dan UBBG.
  • Sementara itu, penghargaan Sinta dosen terbaik diraih oleh Dr Muhammad Iqramad (Muhammadiyah Aceh), dr Hewan Musrizal (Umuslim), dan Dr Ir Erwinsyah (Serambi Mekkah).
  • Untuk bidang Humaniora, penghargaan diberikan kepada Dr Rita (UBBG), Prof Lili (UBBG), dan Rahmi Hayati (Umuslim).
  • Selain itu, Umuslim juga meraih juara dua untuk kategori jurnal perguruan tinggi terbaik.
  • Juara tiga untuk pembinaan dan pengelolaan mahasiswa, juara dua untuk kinerja humas laman terbaik, serta juara tiga untuk pengelolaan LPPM universitas.
  • Pada kategori kinerja manajemen karir perguruan tinggi, Umuslim menempati posisi kedua setelah Serambi Mekkah.

Komitmen untuk Terus Berkembang

Rektor Umuslim, Dr. Marwan, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang baik antara civitas akademika dan pengurus yayasan. “Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kampus wakaf Umuslim terus berkembang demi kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun ini fokus utama adalah peningkatan akreditasi program studi yang sudah ada, sementara pembukaan program studi baru direncanakan pada tahun 2027. Dengan delapan fakultas, 34 program studi, dan satu program pascasarjana, Umuslim semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Aceh.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *