Pasangan Dosen Asal Lampung Berhasil Hamil Setelah 5 Tahun Menanti
Mata Ari Rahmawati (39) tampak berkaca-kaca. Di sampingnya, sang suami, Rudi Hermanto (39), setia menemani dengan tatapan penuh haru. Momen emosional ini terekam saat keduanya hadir dalam peringatan satu tahun beroperasinya Klinik Asha IVF (In Vitro Fertilization) Jaladri di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr Ramelan Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Pring Sewu, Lampung tersebut tak henti-hentinya mengucap syukur. Penantian panjang mereka selama 5 tahun akhirnya berbuah manis lewat ikhtiar medis di Kota Pahlawan.
“Begitu kami dinyatakan hamil, inilah anugerah terbesar kami,” ucap Ari lirih saat ditemui.
Anugerah di Tengah Studi Doktoral
5 tahun menikah tanpa buah hati bukanlah waktu yang sebentar. Hingga usia mereka hampir menyentuh kepala empat, Ari dan Rudi belum juga dianugerahi momongan. Selama ini, mereka mengaku totalitas mengejar karir dan pendidikan.
Saat ini, keduanya sedang menempuh pendidikan doktoral di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Siapa sangka, tugas pendidikan di Surabaya inilah yang justru membuka jalan bagi kehadiran sang buah hati.
Mereka mengetahui bahwa di RSPAL dr Ramelan terdapat layanan bayi tabung atau IVF. Setelah mencermati informasi lebih detail, keduanya tertarik mencoba program pembuahan sel telur dan sperma di luar rahim tersebut melalui laboratorium Klinik IVF Jaladri RSPAL.
“Ya Allah Alhamdulillah,” kata Ari penuh syukur.
Rudi pun tak henti memberikan dukungan kepada istrinya yang kini dinyatakan hamil 6 bulan. Pasangan ini tampak serasi duduk berdua dalam acara 1st Anniversary Klinik ASHA IVF Jaladri RSPAL dr Ramelan Surabaya akhir pekan kemarin.
Begitu dinyatakan positif hamil, Rudi bertekad menjaga istri dan calon buah hatinya dengan sepenuh hati. Sejauh ini, total biaya yang telah mereka keluarkan mencapai Rp 130 juta. Namun, angka tersebut sebanding dengan kebahagiaan yang mereka dapatkan.
Rudi bersyukur karena istrinya tidak mengalami kendala makan yang berarti. “Ngidam apa pun saya turuti kok,” ucap dosen yang tampak makin menyayangi istrinya ini.
Biaya Khusus Guru dan TNI Rp 62 Juta
Biaya seringkali menjadi kendala utama bagi pasangan yang ingin menjalani program bayi tabung. Menjawab kegelisahan ini, RSPAL dr Ramelan Surabaya memberikan terobosan biaya yang lebih terjangkau, terutama sebagai bentuk apresiasi bagi “pahlawan tanpa tanda jasa” dan penjaga kedaulatan negara.
Biaya layanan bayi tabung di Klinik Asha IVF RSPAL dr Ramelan Surabaya kini dipatok cukup kompetitif. Berikut rinciannya:
- Paket Khusus Guru dan TNI AL: Rp 62 juta.
- Paket Reguler (Umum): Mulai Rp 83 juta (estimasi total hingga dinyatakan hamil).
- Fasilitas Cicilan: Bunga nol persen tersedia bagi Guru dan TNI.
Kepala RSPAL dr Ramelan Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr Imam Hidayat SpS FINA menuturkan bahwa harga khusus ini adalah bentuk penghargaan nyata instansi kesehatan angkatan laut kepada para pengabdi negara.
“Rp 62 juta, cukup terjangkau. Apalagi biaya ini bisa dicicil dengan alternatif pembiayaan. Nanti akan dibantu diuruskan,” kata Hidayat.
Berkejaran dengan Usia Biologis
Kepala Klinik ASHA IVF Jaladri RSPAL Surabaya, dr Andra Kusuma Putra SpOG Subsp FER, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pasangan Ari dan Rudi. Menurutnya, tekad dan ikhtiar pasangan dosen ini sangat kuat.
Dokter Andra juga bersyukur karena meski usia pasien sudah menginjak 39 tahun, tim medis mampu meminimalkan risiko dan meningkatkan probabilitas keberhasilan. Secara medis, faktor usia memang sangat krusial.
“Idealnya bayi tabung pasangan di bawah usia 35 tahun. Agar sel telur tidak berkurang,” kata Andra.
Senada dengan dr Andra, Dirut Asha IVF Indonesia dr Amang Surya Priyanto SpOG FMAS mengakui bahwa selain biaya, faktor usia adalah pertimbangan utama yang harus diperhatikan pasangan suami istri.
Pasangan disarankan menjalani layanan bayi tabung idealnya di bawah usia 35 tahun. Hal ini berkaitan erat dengan optimalisasi kualitas sel telur maupun sperma. Pada usia tersebut, cadangan telur perempuan biasanya belum mengalami penurunan drastis atau drop.
Latar Belakang dan Data Medis
Klinik Asha IVF Jaladri RSPAL sendiri telah dibuka sejak setahun lalu. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 500 pengunjung yang melakukan konsultasi di klinik fertilisasi tersebut. Dari jumlah itu, sudah ada 160 keluarga yang memantapkan diri mengikuti program bayi tabung.
Berdasarkan data medis global, tingkat keberhasilan program bayi tabung memang sangat dipengaruhi oleh usia wanita. Pada wanita berusia di bawah 35 tahun, tingkat keberhasilan bisa mencapai 40-50 persen per siklus. Namun, angka ini menurun drastis menjadi sekitar 15-20 persen ketika wanita memasuki usia 38-40 tahun.
Keberhasilan Klinik Asha IVF Jaladri mencatatkan angka kehamilan (pregnancy rate) yang cukup impresif, yakni mencapai 62,8 persen pada tahun operasional pertamanya, sebuah angka yang berada di atas rata-rata statistik internasional.
Tips/Imbauan
Bagi pasangan suami istri yang merindukan buah hati, berikut beberapa saran dari para ahli fertilitas:
- Jangan Menunda: Jika sudah menikah lebih dari 12 bulan dan berhubungan intim teratur tanpa kontrasepsi namun belum hamil, segera konsultasikan ke dokter kandungan.
- Perhatikan Usia: Kualitas sel telur menurun seiring bertambahnya usia. Usia di bawah 35 tahun adalah masa emas (golden period) untuk program hamil.
- Siapkan Mental dan Finansial: Program IVF membutuhkan kesiapan biaya dan mental yang kuat. Manfaatkan fasilitas cicilan atau promo khusus jika tersedia untuk meringankan beban.











