Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Korban Perampokan Sadis Boyolali Selamat dari 22 Luka Sayat dan 10 Tusukan

Korban Perampokan Sadis di Boyolali Kini Pulang dari Rumah Sakit

Daryanti, korban perampokan sadis yang terjadi di Dukuh Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, berhasil melewati masa kritis setelah mengalami luka berat yang nyaris merenggut nyawanya. Ia diketahui menderita 22 luka sayat di sekitar leher, 5 luka tusukan di leher, serta 5 luka tusuk di bagian tengkuk akibat serangan brutal pelaku.

Kini, ibu muda tersebut telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan menjalani perawatan lanjutan di rumah dengan pengawasan ketat tenaga medis. Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyampaikan bahwa kondisi Daryanti mulai membaik setelah menjalani perawatan intensif pascakejadian yang terjadi pada Kamis, 29 Januari lalu.

“Alhamdulillah, untuk kondisi ibu korban, sudah kembali dari rumah sakit. Dan saat ini sedang menjalani rawat jalan di kediaman korban, namun tetap dalam pengawasan dokter dan perawatan intensif,” jelas Indra, usai silaturahmi dengan Ketua DPRD Boyolali, Senin (9/2/2026).

Meski telah diperbolehkan pulang, kondisi fisik Daryanti masih lemah akibat luka serius yang dideritanya. Ia membutuhkan pendampingan keluarga serta pemantauan medis secara rutin selama masa pemulihan. Indra mengungkapkan, hasil visum menunjukkan luka yang sangat parah di bagian leher dan tengkuk korban. Luka tersebut diduga kuat akibat serangan senjata tajam yang dilakukan pelaku secara brutal.

Motif Pelaku Masih Didalami

Peristiwa perampokan tersebut diduga dilakukan Agus Ratmono yang gelap mata setelah kalah judi online. Pelaku datang ke rumah korban dengan berpura-pura hendak melunasi utang yang masih kurang Rp1 juta. Namun, niat tersebut ternyata hanya modus. Pelaku kemudian melakukan penyerangan brutal terhadap korban dan berusaha merampok sepeda motor milik Daryanti.

Beruntung, korban berhasil bertahan dan kini mulai menjalani pemulihan di rumah dengan pengawasan dokter serta dukungan keluarga. Identitas pelaku, AG (30), telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Dia diamankan di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Polisi kini sedang mendalami terkait motif dari pelaku. Sementara itu, terkait adanya tersangka lain, polisi memastikan saat ini hanya satu orang yang diamankan.

“Untuk motif dan lain-lain, harap sabar, masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” pungkas AKBP Indra Maulana.

Anak Sulung Selamat karena Tak Ada di Rumah

CF (12) selamat dari maut dalam insiden perampokan berdarah di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kamis (29/1/2026). Perampokan ini menimpa rumah milik pasangan suami istri (pasutri) Purwanto–Daryanti. Pasutri tersebut memiliki dua anak perempuan. Namun, keluarga ini menjalani long distance marriage (LDM). Purwanto merantau ke Singkawang, Kalimantan Barat, untuk usaha kuliner sate kambing.

Sementara itu, Daryanti dan dua anaknya, CF dan AO, tinggal di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede. Saat peristiwa perampokan terjadi, Daryanti hanya bersama anak keduanya, AO. Sementara anak sulungnya tidak berada di rumah. Keberadaan CF saat kejadian tersebut memiliki dua versi. Warga yang tinggal di sebelah barat rumah korban menyebut CF berada di rumah neneknya yang masih di Desa Pengkol. Sementara warga di sebelah timur rumah korban menyebut CF pergi mengaji.

Warga Geger Akibat Perampokan Berdarah

Perampokan di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali membuat geger warga pada Kamis (29/1/2026). Suasana mencekam terlihat dari kondisi di lokasi kejadian. Ini seperti yang diungkapkan Ngatirin, paman korban. Awalnya, Ngatirin dihubungi oleh Purwanto, suami korban, yang saat kejadian berada di Kalimantan Barat. Dia bergegas melihat kondisi rumah itu.

Saat sampai, dia kaget karena Daryanti (34), ibu dari korban meninggal dunia sudah terluka parah. Sementara anaknya yang berusia 6 tahun diketahui meninggal. Kejadian ini tidak diketahui warga, sebab rumah korban yang jaraknya berjauhan dengan rumah tetangga. Lingkungan sekitar juga terdapat pekarangan yang luas. Rumah korban juga terbilang besar dan megah.

Warga Mengetahui saat Sore Hari

Kepala Dusun (Kadus) Pengkol, Sarjono, mengatakan dirinya mendapat informasi kejadian tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah menerima kabar, ia langsung mendatangi lokasi kejadian. “Saya sampai di sini sudah banyak warga. Aparat dari Polsek maupun Polres juga sudah datang,” ujar Sarjono di lokasi.

Ia menambahkan, ibu korban yang mengalami luka parah sudah dievakuasi ke rumah sakit. “Ibunya juga sudah dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya. Sarjono menyebut korban meninggal dunia merupakan anak kedua dari keluarga tersebut. “Yang meninggal itu anaknya yang nomor dua,” katanya.

Hingga kini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap pelaku perampokan sadis tersebut. Sementara itu, ratusan warga tampak memadati rumah korban untuk melihat langsung lokasi kejadian. Tak sedikit warga yang menangis sedih atas peristiwa ini. Korban dikenal sebagai istri bos kuliner sate kambing di Singkawang, Kalimantan.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *