Fakta-Fakta Kasus Sopir MBG di Kebumen yang Menabrak Sekolah Dasar
Insiden yang melibatkan sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kebumen kini menjadi sorotan publik setelah menabrak sebuah sekolah dasar dan mengamuk kepada warga. Peristiwa ini memicu kecaman luas dan menjadi viral di media sosial berkat video-video yang menunjukkan aksi agresif pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026) sore. Mobil MBG yang dikemudikan oleh Ajiz Setyo Wihantoro (39 tahun) diduga dalam kondisi tidak stabil karena pengaruh obat batuk. Akibatnya, ia mengalami amukan dan menyerang warga sekitar lokasi kejadian.
Sopir MBG Mengamuk
Menurut laporan, Ajiz Setyo Wihantoro diperkirakan sedang dalam pengaruh obat batuk saat kejadian berlangsung. Dalam kondisi tersebut, ia dilaporkan memukul warga menggunakan kayu dan bahkan menggigit salah satu korban yang mencoba menenangkannya. Sejumlah warga mengalami luka akibat aksi brutal ini, sementara suasana di lokasi kejadian menjadi ricuh dan menegangkan.
Kejadian ini langsung ditangani pihak terkait, termasuk melalui upaya mediasi yang digelar sehari setelah insiden. Pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) juga melakukan evaluasi internal untuk menentukan tindakan selanjutnya terhadap pelaku.
Pelaku Langsung Dipecat
Hasil mediasi pada Sabtu (7/2/2026) berujung pada keputusan tegas berupa pemecatan Ajiz Setyo Wihantoro dari statusnya sebagai relawan SPPG. Keputusan ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kebumen, Dwi Sekar.
“Kepala SPPG telah menyampaikan usulan pemberhentian berdasarkan hasil evaluasi internal,” ujar Dwi Sekar melalui pesan singkat. “Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, yayasan memutuskan untuk mengakhiri keterlibatan yang bersangkutan sebagai relawan SPPG.”
Pemecatan ini menunjukkan bahwa pihak SPPG sangat serius dalam menangani kasus ini dan akan melakukan pembenahan internal guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kronologi Mobil MBG Menabrak SD
Salah satu korban, Riyanto (42), menceritakan detik-detik saat dirinya diserang oleh Ajiz yang mengamuk. Menurut Riyanto, peristiwa bermula ketika mobil MBG yang dikemudikan Ajiz mengalami kecelakaan tunggal di depan SDN Clapar pada Jumat sore.
Riyanto yang berada tak jauh dari lokasi mengaku sempat melihat mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Ia merasa khawatir karena situasi seperti itu sangat berbahaya.
Tak lama kemudian, ia mendapat kabar bahwa mobil tersebut menabrak gerbang sekolah hingga menyebabkan ban pecah. Riyanto pun langsung menuju lokasi kejadian untuk melihat kondisi sopir. Awalnya, warga sekitar mengira sang sopir membutuhkan pertolongan medis, tetapi niat baik mereka justru dibalas dengan amukan.
“Mas Toyo (warga) itu yang nemuin pertama. Diklarifikasi bukannya itikad baik malah dia keluar mukulin Toyo,” terang Riyanto. Sopir sempat kembali masuk ke dalam mobil dan mencoba melarikan diri, namun gagal karena ban bagian kiri kendaraan sudah pecah.
Ajiz kemudian keluar dari mobil dan semakin brutal hingga menyerang Riyanto yang berusaha menenangkan pelaku agar tidak dihakimi massa. Alih-alih mereda, Riyanto justru menjadi korban berikutnya.
“Disikep (dipiting) kayak gini malah digigit,” ungkapnya menahan nyeri. Tak hanya itu, pelaku juga memukul kepala Riyanto menggunakan kayu.
Penyebab Perilaku Agresif Sopir
Mengutip informasi dari TribunBanyumas.com, Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, mengungkap dugaan penyebab perilaku agresif sopir yang dinilai tidak wajar. Saat ditanya apakah pelaku mengonsumsi narkoba atau zat terlarang, Ipda Samun menegaskan bahwa Ajiz justru berada di bawah pengaruh obat medis yang dikonsumsi secara berlebihan.
“Disinyalir minum obat-obatan jenis mextril,” pungkas Ipda Samun. Mextril merupakan obat bebas terbatas yang biasa digunakan untuk meredakan batuk, namun dapat menimbulkan efek samping serius jika dikonsumsi tidak sesuai aturan.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











