Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Akhir tragis keluarga tewas di Warakas: dibunuh anak dengan racun

Kasus Pembunuhan Berencana di Warakas: Anak Tega Racuni Keluarganya



Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang terjadi di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam kejadian ini, tiga orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya selamat namun kini ditetapkan sebagai tersangka. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui konferensi pers yang digelar di Ruang Satya, Lantai 6 Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan bahwa polisi menerima laporan adanya tiga orang ditemukan meninggal dunia di dalam satu rumah di wilayah Warakas. “Pada tanggal 2 Januari 2026, pada pukul 7.30 kurang lebih, kami mendapatkan informasi bahwa ada tiga korban meninggal dunia dalam satu rumah yang berada di TKP,” ujar Erick saat konferensi pers.

Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Korban tewas adalah Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaulid (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Ketiganya merupakan satu keluarga.

Satu korban lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (22), ditemukan dalam kondisi lemas di kamar mandi dan sempat dianggap sebagai korban selamat. Ia kemudian dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah penyelidikan lanjutan, polisi menetapkan Syauqi sebagai tersangka karena diduga telah meracuni ketiga korban.

Motif Pembunuhan: Rasa Dendam dan Perasaan Dianaktirikan



Berdasarkan hasil penyidikan mendalam, polisi menemukan fakta memilukan di balik aksi nekat Syauqi. Pemuda tersebut tega meracuni keluarganya sendiri karena memendam sakit hati yang mendalam.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoeseno Gradiarso Sukahar, menjelaskan bahwa motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya. “Motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya,” ujar Onkoseno saat konferensi pers.

Rasa kesal yang menumpuk itulah yang diduga mendorong Syauqi merencanakan aksi keji dengan menggunakan racun tikus untuk mengakhiri hidup anggota keluarganya. Kepastian mengenai penyebab kematian para korban didapat setelah Puslabfor Bareskrim Polri melakukan uji laboratorium. Ditemukan kandungan zat berbahaya bernama Zinc Phosphide pada organ tubuh para korban.

Langkah yang Dilakukan Pelaku untuk Membunuh Keluarga



Polres Metro Jakarta Utara mengungkap fakta baru di balik kasus satu keluarga tewas keracunan di Warakas, Tanjung Priok. Tersangka Syauqi (23) ternyata telah merencanakan pembunuhan terhadap ibu dan kedua saudaranya dengan sangat detail menggunakan racun tikus.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menjelaskan detik-detik saat pelaku menyiapkan zat mematikan itu hingga memberikannya kepada para korban. “Pelaku membeli zat tersebut di warung, kemudian dia kembali ke rumahnya mencampurkan zat tersebut dalam panci yang di situ sudah ada rebusan tehnya,” kata Erick saat konferensi pers di Polres Jakarta Utara, Kamis (6/1).

Erick mengungkapkan, pelaku tidak sekadar mencampur racun, tetapi memastikan para korban mengkonsumsinya saat tidak berdaya. Teh yang telah dicampur racun tikus tersebut dipindahkan ke cangkir sebelum diberikan kepada korban. “Kemudian rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah cangkir. Kemudian dari cangkir disuapi ke mulut ke para korban ketika korban terlelap tidur. Kemudian korban meninggal dunia,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, terdapat dua tahap yang dilakukan Syauqi untuk memastikan nyawa anggota keluarganya melayang. “Ada 2 proses yang dilakukan pelaku. Pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu. Kemudian proses kedua setelah memastikan korban pingsan namun belum MD (meninggal dunia), dia menyendokkan racun lagi ke dalam mulut korban,” ungkap Erick.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *