Kekosongan Jabatan Kanit Pidum di Polres Tuban
Jabatan Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum) Satuan Reskrim Polres Tuban, Jawa Timur, hingga kini masih kosong. Hal ini menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul dugaan kasus salah tangkap yang sempat melibatkan aparat kepolisian beberapa waktu lalu.
Posisi strategis tersebut belum diisi oleh pejabat definitif, meskipun sejumlah pihak mempertanyakan bagaimana penegakan hukum tetap berjalan efektif dalam situasi seperti ini. Masyarakat mulai mengkhawatirkan stabilitas dan profesionalisme kepolisian setempat.
Kapolres Pastikan Operasional Tetap Berjalan Normal
Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menyatakan bahwa jabatan Kanit Pidum saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Meski demikian, ia menegaskan bahwa kekosongan tersebut tidak mengganggu operasional dan pelayanan hukum di wilayah Kabupaten Tuban.
Menurutnya, roda organisasi dan operasional Satreskrim tetap berjalan sebagaimana mestinya meski terdapat keterbatasan personel di level pimpinan unit. Ia menjelaskan bahwa kekosongan jabatan bukanlah hambatan bagi Polres Tuban dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Evaluasi Jabatan dan Penunjukan Internal
Untuk menjaga stabilitas organisasi, Polres Tuban saat ini tengah melakukan pendataan serta evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah jabatan yang belum terisi. Personel internal telah ditugaskan untuk menjalankan fungsi administrasi dan penyidikan secara berkesinambungan.
AKBP Alaiddin menyebut, proses pengisian jabatan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi internal, terutama antara Wakapolres dan bagian Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menjelaskan bahwa kekosongan jabatan akan data dan evaluasi, kemudian Wakapolres akan berkoordinasi dengan bagian SDM untuk proses penunjukan sementara, sebelum dilakukan penempatan pejabat definitif dalam waktu dekat.
Program 100 Hari Kapolres
Langkah percepatan pengisian jabatan ini juga menjadi bagian dari program 100 hari kerja Kapolres Tuban. Alaiddin menegaskan bahwa peningkatan profesionalisme dan perubahan pola pendekatan kepolisian menjadi lebih humanis menjadi prioritas utama.
Ia menilai, penguatan kepercayaan publik merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan tugas kepolisian, terutama pasca munculnya sentimen negatif akibat isu salah tangkap. Prioritas utamanya adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri, bersikap lebih humanis, serta memastikan kinerja kepolisian tetap menjadi yang utama.
Profil Kapolres Tuban
AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H. merupakan perwira menengah Polri yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Tuban. Ia resmi mengemban amanah tersebut sebagai Kapolres Tuban ke-40 sejak 12 Januari 2026, setelah dilantik oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.
Penunjukan ini menandai kepercayaan pimpinan Polri atas rekam jejak dan pengalamannya di bidang penegakan hukum. Sebelum bertugas di Tuban, AKBP Alaiddin memiliki latar belakang penugasan di tingkat pusat. Ia pernah menjabat sebagai Kanit 4 Subdit V Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, satuan yang menangani berbagai perkara pidana khusus dengan kompleksitas tinggi.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin satuan kewilayahan dengan tantangan yang beragam. Selama menjabat Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin dikenal aktif dalam kegiatan pembinaan internal maupun pelayanan kepada masyarakat. Ia kerap memimpin kegiatan pembinaan rohani dan mental (binrohtal) bagi anggota, serta menunjukkan perhatian pada aspek spiritual dan kemanusiaan, salah satunya dengan memberikan penghargaan berupa umrah gratis kepada takmir masjid Polres Tuban yang telah lama mengabdi.
Di sisi lain, ia juga memimpin berbagai kegiatan resmi, termasuk penganugerahan Satyalancana Pengabdian kepada personel Polri yang dinilai setia dan berdedikasi. Dalam bidang penegakan hukum, AKBP Alaiddin menaruh perhatian serius pada pemberantasan tindak pidana, khususnya peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Tuban. Di bawah kepemimpinannya, jajaran Polres Tuban melakukan pengungkapan sejumlah kasus narkotika dan menindak tegas para pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Secara umum, kepemimpinan AKBP Alaiddin mencerminkan upaya menyeimbangkan ketegasan dalam penegakan hukum dengan pendekatan humanis dan pembinaan internal, dengan menekankan nilai integritas, profesionalisme, serta pelayanan Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











