Prosesi Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju yang Penuh Haru
Prosesi lamaran antara El Rumi dan Syifa Hadju telah berlangsung dengan lancar di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Acara ini dihadiri oleh keluarga besar dari kedua belah pihak dan berjalan dalam suasana yang penuh keharuan. Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh Syifa Hadju sebelum acara tersebut digelar.
Sebelum prosesi lamaran berlangsung, terjadi pertemuan khusus antara El Rumi dan calon mertuanya. Pertemuan ini bahkan tidak diketahui oleh Syifa Hadju. Hal ini diungkapkan oleh Ibunda Syifa, Shendy Hadju, kepada ibunda El Rumi, Maia Estianty. Awalnya, Shendy menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Maia Estianty karena telah merawat dan membimbing El Rumi hingga dewasa.
Shendy juga memuji El Rumi sebagai sosok pria yang hebat. “Aku juga makasih sudah membesarkan anak yang masyaAllah hebatnya,” ujar Shendy kepada Maia Estianty. Maia kemudian menanggapi dengan pujian terhadap Syifa. “Syifa juga masyaAllah,” sahut Maia.
Shendy kemudian bercerita tentang momen saat ia menemui El Rumi sebelum acara lamaran. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada El karena telah tumbuh menjadi pribadi yang baik dan memiliki sifat tulus. “Aku tadi malam ke kamarnya El, cuma bilang ‘Makasih ya sudah jadi anak yang baik’. Makasih karena masyaAllah anaknya tulus banget, bunda,” kata Shendy.
Maia menjawab bahwa calon istri El Rumi juga memiliki sifat tulus. Menurut Maia, hal itu terbukti ketika El Rumi menyampaikan pidato lamarannya kepada Syifa. “Syifa juga tulus. Tadi berkali-kali dia (El Rumi) pidatonya ngomongin Syifa tulus. Berapa kali ya? Lama-lama band Tulus nyanyi nih,” ucap Maia dengan nada lucu.
Maia pun mengajak El Rumi bergabung dalam obrolan mereka. Putra Maia dan Ahmad Dhani itu mengaku hampir meneteskan air mata saat menyampaikan pidato lamarannya. “Tadi pas mau nangis, tatap-tatapan sama ibu (Shendy Hadju). Nangis bareng nggak nih? Untung bisa nahan,” cerita El Rumi.
Shendy kembali mengingatkan tentang momen saat ia menemui El Rumi di malam sebelum acara lamaran. Saat itu, ia sampai menangis di depan El Rumi. “Jadi aku bilang sama Bunda, tadi malam aku ke kamar kamu, nangis duluan sebelum di sini (acara lamaran) nangisnya banyak,” ujar Shendy.
El Rumi kemudian bertanya tentang ketidaktahuan Syifa akan hal tersebut. Shendy mengaku bahwa ia tidak memberitahu putrinya. “Syifa belum tahu, ya?” tanya El Rumi. “Aku bilang sama dia, terus dia bilang ‘Kok ibu ngumpet-ngumpet dari aku’. Enggak mau, biar antara aku, El, sama ayah. Kamu enggak perlu tahu. Jadi Syifa enggak tahu aku tadi malam ketemu sama El,” jawab Shendy.
Wejangan dari Surya Insomnia
Presenter Surya Insomnia menjadi sosok yang dituakan oleh El Rumi. Terlebih dalam hidup berumah tangga, El Rumi dan Syifa menilai Surya Insomnia bisa menjadi contoh yang baik untuk rumah tangga mereka nanti.
Surya Dini mengaku memiliki kedekatan dengan El Rumi. Keduanya sering berdiskusi dalam segala hal, terlebih mereka terlibat dalam satu program TV yang sama. “Kalau ada yang baik dan bisa diambil, ya silakan diambil. Ngobrol sama El nyambung banget jadi kita sharing banyak hal,” ujar Surya.
Mengetahui bahwa El Rumi baru saja melangsungkan acara lamaran, Surya menilai El sudah siap berumah tangga dan menjadi suami yang baik untuk Syifa. “Harusnya sudah siap, ya kita doain aja. Mudah-mudahan hati dan kepalanya sudah siap.”
Surya juga memberikan wejangan untuk El dan Syifa menjelang hari H pernikahan yang rencananya digelar pada pertengahan 2026. Ia meminta mereka agar kuat dan sabar menghadapi tekanan dari berbagai pihak. “Gue bilang sama El, kadang-kadang ketemu Syifa juga. ‘Yang kuat, yang sabar, pasti makin ke sini makin capek, banyak pressure dari keluarga, pihak-pihak, ya itu musti dihadapi dengan sabar.”
Di akhir, Surya turut mendoakan agar rencana bahagia pasangan yang baru setahun menjalani hubungan pacaran itu, lancar sampai nanti. “Kita sama-sama doain buat El sama Syifa, biar kuat, biar lancar, siap lahir batinnya, karena yang dimulai baik pasti jalannya baik.”
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











