Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Polemik MBG di SDN Batuporo Timur, Disdik Sampang Soroti Dinamika Sekolah Negeri dan Madrasah

Penyaluran MBG di SDN Batuporo Timur Mengundang Tanda Tanya

Pemerintah pusat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun, kebijakan tersebut kini menjadi sorotan setelah viralnya penyaluran MBG di SDN Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura. Sekolah tersebut disebut sepi dari aktivitas belajar mengajar meski masih tercatat aktif secara administrasi.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sampang, Moh Yusuf, menjelaskan bahwa secara data, SDN Batuporo Timur masih tercatat sebagai sekolah aktif. Dapodik mencatat sejumlah siswa dan guru yang terdaftar di sekolah tersebut. Namun, saat pihak Disdik melakukan inspeksi langsung ke lokasi, tidak ditemukan aktivitas belajar mengajar.

Yusuf juga membenarkan bahwa pihaknya menerima dokumentasi kegiatan belajar siswa pada hari Jumat, meskipun kondisi di lapangan menunjukkan tidak ada siswa yang hadir. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Dinamika di Lapangan

Menurut informasi yang diterima dari pihak sekolah, sebagian besar siswa SDN Batuporo Timur diketahui mengikuti kegiatan belajar di madrasah atau sekolah swasta selama hari efektif. Hanya pada hari Jumat, mereka kembali ke SDN karena madrasah libur. Hal ini menunjukkan adanya dinamika antara sekolah negeri dan swasta, terutama madrasah, yang sering kali menjadi pilihan utama orang tua.

Faktor utama yang memengaruhi keputusan orang tua adalah pengaruh tokoh agama di desa. Banyak warga lebih memilih menyekolahkan anaknya ke madrasah atau sekolah swasta karena dianggap lebih konsisten dengan nilai-nilai agama dan pendidikan yang lebih baik.

Masalah Infrastruktur dan Pengawasan

Selain itu, kondisi infrastruktur sekolah juga menjadi perhatian. Warga setempat, Zainuddin, mengaku heran saat mengetahui adanya distribusi MBG ke sekolah yang menurutnya sudah lama sepi dari aktivitas pembelajaran. Ia melihat beberapa guru tampak mengenakan pakaian dinas, tetapi tidak ada proses belajar mengajar. Bahkan, di jam sekolah, ada yang memutar musik dangdut dan santai minum kopi.

Zainuddin kemudian menelusuri data sekolah melalui sistem Dapodik dan menemukan bahwa SDN 1 Batuporo Timur masih berstatus aktif dengan jumlah 33–34 siswa dan 7 guru. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tidak ada aktivitas belajar mengajar dan kondisi sekolah yang tampak tidak terawat.

Proses Laporan dan Tanggapan

Zainuddin merasa ada kejanggalan serius dan melaporkan temuannya ke Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang. Namun, ia merasa kecewa karena tidak ditemui setelah menunggu hampir empat jam. Tamu yang datang belakangan justru diterima lebih dulu, sehingga membuatnya merasa dihindari.

Disdik Sampang mengklaim akan melakukan pengecekan ulang ke lapangan serta pendataan ulang terhadap sekolah-sekolah yang dinilai memiliki ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi faktual. Langkah awalnya adalah mendata ulang berdasarkan fakta di lapangan.

Kesimpulan

Permasalahan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara data administrasi dan realitas di lapangan. Selain itu, persaingan antara sekolah negeri dan swasta, khususnya madrasah, harus ditangani dengan lebih baik agar tidak mengganggu kualitas pendidikan. Disdik Sampang berkomitmen untuk memperbaiki situasi tersebut melalui evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *