Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Hukum  

Tidak Ada Ruang untuk Kekerasan, Polisi Kunjungi SMPN 6 Welak Manggarai Barat

Upaya Membentengi Generasi Muda dari Kenakalan Remaja

Saat ini, tidak ada ruang bagi pelaku tindak kekerasan. Oleh karena itu, segala bentuk perundungan harus dihentikan. Tindakan tersebut melanggar aturan dan pelakunya bisa diproses secara hukum. Penegasan ini disampaikan oleh Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang melalui Kapolsek Lembor, IPDA Vinsen Bagus, saat mengunjungi siswa dan siswi SMPN 6 Welak.

Kunjungan ini dilakukan dalam upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif kenakalan remaja dan keselamatan berlalu lintas. Kegiatan dimulai dengan upacara yang diikuti oleh ratusan siswa dari tiga jenjang pendidikan berbeda, yakni SDI Paje, SMPN 6 Welak, dan SMKN 2 Welak, beserta para guru dan orang tua murid.

Usai upacara, pihak Polsek Lembor membawakan beberapa materi seperti anti perundungan, cyberbullying, serta bagaimana cara melaporkan tindakan tersebut secara aman. Vinsen menjelaskan bahwa bullying bukan sekadar “candaan” antar teman, melainkan tindakan yang memiliki konsekuensi hukum serius dan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.

“Kami ingin adik-adik memahami bahwa apa yang mereka anggap bercanda, bisa jadi merupakan tindakan perundungan yang melanggar hukum dan merusak masa depan orang lain,” kata Vinsen, Rabu (21/1/2026).

Keprihatinan atas Tren Kenakalan Remaja di Era Digital

Vinsen menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas meningkatnya tren kenakalan remaja di era digital, mulai dari penyalahgunaan media sosial hingga tindakan perundungan fisik maupun verbal yang sering terjadi di sekolah.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman. Tidak ada ruang bagi kekerasan, baik itu fisik, verbal, maupun di dunia maya,” jelasnya.

Selain masalah perilaku, pihak kepolisian juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas. “Para siswa, terutama mereka yang sudah menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan di jalan raya guna meminimalisir risiko kecelakaan,” ujar Kapolsek Vinsen.

Pertemuan dengan Orang Tua Murid

Pasca upacara, agenda dilanjutkan dengan pertemuan bersama antara orang tua murid, siswa, dan para guru dari ketiga sekolah tersebut. Pertemuan ini fokus pada penguatan karakter anak melalui kolaborasi antara lingkungan rumah dan sekolah.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  • Peran aktif orang tua: Dukungan penuh orang tua sangat krusial dalam keberhasilan pendidikan anak.
  • Komunikasi efektif: Pentingnya menjalin komunikasi yang intens antara pihak sekolah dan orang tua agar perkembangan anak terpantau dengan baik.
  • Pembentukan karakter: Guru dan orang tua diharapkan bekerja sama dalam membentuk mental dan kepribadian anak yang tangguh dan positif.
  • Pembinaan terukur: Disepakati bahwa pembinaan terhadap siswa yang melakukan pelanggaran harus bersifat mendidik, terukur, dan tetap dalam batas kewajaran.

“Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah. Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tanpa ada tekanan atau perilaku menyimpang lainnya,” ungkapnya.

Tanggapan Positif dari Sekolah dan Orang Tua

KEPALA Sekolah SMPN 6 Welak, Heribertus Adipien menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan materi yang diberikan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, kegiatan ini sangat mendukung peningkatan disiplin murid dan membantu menciptakan pola komunikasi yang lebih efektif antara sekolah dengan wali murid.

“Materi yang diberikan sangat mendukung upaya kami dalam meningkatkan kedisiplinan murid serta mempererat koordinasi antara orang tua dan guru,” tuturnya.

Bonefasius Jelahu, perwakilan dari orang tua murid turut memberikan kesan positif. Ia menilai pertemuan semacam ini sangat baik untuk perkembangan anak-anak ke depannya, sehingga orang tua merasa lebih tenang dan terlibat dalam proses pendidikan di sekolah.

“Melalui pertemuan yang inspiratif ini, kami sebagai orang tua merasa lebih tenang dan dilibatkan. Kami percaya sinergi ini akan berdampak positif pada perkembangan anak-anak di masa mendatang,” sebut Bonefasius.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *