Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pengusaha Setrika di Pasuruan Temukan Harapan, Anaknya Dapat Pendidikan di Sekolah Rakyat Terpadu

Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan: Menjadi Harapan bagi Anak-Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Jesika Marta Ivoni, putri kedua Lili Qomariah, kini tengah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 48 Pasuruan. Sejak pertama kali memutuskan untuk bergabung dengan SRT ini, dia sudah berpisah dari orang tuanya dan tinggal di asrama sekolah. Perempuan berjilbab ini mengaku merasa nyaman dan bahagia dalam menjalani kegiatan belajar di sana.

“Perasaan saya sangat senang banget. Di sekolah sangat seru, banyak teman juga. Jadi ya disini saya bisa belajar dengan nyaman dan fokus mengejar cita-cita. Motivasi saya, semoga saya bisa sukses dan membahagiakan orang tua,” kata Jesika.

Lili Qomariah, ibu dari Jesika, tidak mampu menutupi kebahagiaannya saat anaknya diterima di SRT 48 Pasuruan. Baginya, program ini menjadi beban yang lebih ringan karena fasilitas yang disediakan cukup lengkap tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

“Saya lega saat mendengar sekolah ini gratis. Mulai peralatan sekolah, seragam, makan hingga tempat tidur yang sangat nyaman tersedia untuk anak saya. Kehadiran Sekolah Rakyat ini sudah sangat membantu sekali,” ujarnya.

Lili, yang bekerja sebagai buruh setrika, memiliki harapan besar bagi kelima anaknya. Meski harus bekerja banting tulang mengurus lima anak tanpa didampingi suami, ia tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.

“Mau tidak mau saya tetap harus kerja untuk anak-anak saya, menghidupi anak saya. Saya rela bekerja apapun asalkan halal. Bagi saya, masa depan anak sangat penting sekali. Jadi, saya ingin apapun yang terbaik untuk anak saya,” tambahnya.

Iqbal Tawakkal, Kepala SRT 48 Pasuruan, menjelaskan bahwa salah satu tujuan dibentuknya Sekolah Rakyat adalah untuk mencerdaskan peserta didik sekaligus mengentaskan kemiskinan. Dalam hal ini, Kementerian Sosial menyediakan seluruh perangkat pembelajaran mulai dari seragam, alat tulis, tas, hingga keperluan lainnya.

“Kami juga menyediakan pembelajaran digital seperti laptop atau papan interaktif digital. Ini langkah nyata pemerintah mengentaskan kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Iqbal, penjaringan calon siswa SRT berbeda dengan sekolah umum. SRT ini diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kewenangan menentukan siapa yang bisa masuk SRT ada di Kementerian Sosial, melalui para pendamping PKH yang tersebar di desa-desa.

“Secara spesifik, tahun ajaran 2025-2026, kami ada empat rombel yang masing-masing memiliki daya tampung 25 siswa. Maka dari itu daya tampung maksimalnya adalah 100 peserta didik,” ujarnya.

Namun, untuk tahun ajaran 2026-2027, rencananya SRT 48 Pasuruan akan menempati gedung tahap II, yakni gedung permanen. Dengan demikian, jumlah rombel akan bertambah. Prediksi daya tampung gedung baru mencapai sekitar 1.000 peserta didik.

Para guru di SRT 48 Pasuruan sangat antusias dalam menjalankan tugas mereka. Meskipun ada tantangan, mereka tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah karakter dan kemampuan akademik siswa yang berbeda dari siswa reguler.

“Ada siswa yang sudah menjelang masuk jenjang SMP tapi belum mengenal huruf. Kami langsung memberikan treatment khusus dan mempush siswa ini untuk bisa segera mengenal huruf dengan cara-cara khusus,” ujarnya.

Dengan segala upaya yang dilakukan, para guru merasa pengalaman di SRT ini sangat berharga dan membanggakan. Mereka yakin, dengan dukungan penuh dari pihak terkait, SRT 48 Pasuruan akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *