Kematian Mahasiswi Unima yang Mencurigakan
Seorang mahasiswi Universitas Negeri di Sulawesi Utara (Sulut), inisial MAE, ditemukan meninggal dunia di tempat kosnya di Kota Tomohon. Kejadian ini memicu kecurigaan dari pihak keluarga terkait penyebab kematian korban yang dianggap tidak wajar.
Pihak keluarga menemukan beberapa tanda aneh pada tubuh jenazah, termasuk luka memar dan posisi tubuh yang mencurigakan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban mungkin menjadi korban pelecehan seksual atau perlakuan tidak pantas.
Pemeriksaan Lebih Lanjut Dilakukan
Ketsia, tante dari MAE, mengungkapkan bahwa pada malam Selasa (30/12/2025) di rumah duka, ia merasa ada dorongan untuk memeriksa kaki jenazah. Saat itu, ia menemukan tanda biru serta luka yang mencurigakan. Dengan saran dari seseorang, pihak keluarga kemudian membuka tubuh jenazah dan menemukan tanda biru di pinggang kiri dan paha atas. Dari situ, mereka memutuskan untuk melakukan otopsi.
Ayah korban tiba di lokasi sejak dini hari Rabu (31/12/2025). Pagi harinya, pihak keluarga langsung pergi ke Polda untuk persiapan otopsi. Awalnya, jenazah rencananya akan dikirim pulang pada Kamis, namun batal karena proses otopsi.
Profil Korban yang Baik dan Rajin
MAE dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, dan pintar. Ia juga dikenal agak pendiam. Menurut Ketsia, korban sering membuat tugas kelompok dengan sangat tekun. Terkadang, saat menginap di rumahnya, MAE lupa makan karena terlalu fokus pada tugas. Ia sering diminta untuk makan terlebih dahulu, namun tetap melanjutkan kerjaannya di laptop.
Selain itu, MAE juga memiliki semangat belajar yang tinggi. Ketsia mengatakan, ia pernah menelepon korban untuk bertanya apakah ingin pulang saat Natal. Jawaban korban adalah tidak, karena tidak mendapatkan tiket. Terakhir kali ketemu, MAE sedang menjalani KKN dan mencari tempat kos. Ia sempat menginap di rumah Ketsia dan berterima kasih sebelum pulang.
Peristiwa Sebelum Kematian
Beberapa waktu sebelum kematian, korban sempat mengunggah story di media sosial. Dalam salah satu unggahan, ia terlihat mandi di pantai bersama adiknya. Lalu, ia mengunggah story lainnya yang disebut sebagai kertas, mungkin menandai kesuksesan menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk ibunya.
Penyelidikan oleh Polisi
Polres Tomohon masih menyelidiki penyebab kematian MAE. Salah satu informasi penting yang ditemukan adalah sebuah surat goresan pena yang diduga ditulis korban sebelum meninggal. Dalam surat tersebut, MAE menulis dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang oknum dosen. Surat ini ditujukan kepada pimpinan fakultas tempat korban kuliah.
Kasat Reskrim Polres Tomohon, Royke Mantiri, mengatakan surat tersebut menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan. Surat itu memiliki tanggal penulisan yang jelas, yaitu 16 Desember 2025, dan ditujukan secara resmi kepada dekanat fakultas. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang isi surat tersebut karena penyelidikan masih berlangsung.
Perhatian Publik
Surat pengaduan ini menarik perhatian publik karena menyebut dugaan pelecehan seksual yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal. Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus belum memberikan pernyataan resmi terkait surat tersebut.
Peringatan Penting
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih jika pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, diharapkan segera berkonsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.











