Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

7 Alasan Sering Buang Angin Saat Berjalan, Apakah Wajar?

Mengapa Sering Kentut Saat Berjalan Kaki?

Bagi banyak orang, jalan kaki adalah olahraga yang paling mudah dan populer. Tidak memerlukan peralatan khusus, bisa dilakukan di mana saja, dan memberikan manfaat besar bagi tubuh jika dilakukan secara rutin. Mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga mengurangi stres.

Namun, ada satu hal yang mungkin membuat kamu merasa heran atau bahkan malu: saat berjalan kaki, perut terasa kembung dan sering kentut. Sebenarnya, ini bukanlah hal aneh. Kentut adalah bagian alami dari proses pencernaan, yaitu cara tubuh melepaskan gas dari saluran cerna. Namun, jika kamu merasa lebih sering kentut saat berjalan kaki, ada beberapa penyebab yang mungkin menjadi alasan.

1. Pernapasan Tidak Efisien

Pernapasan yang tidak efisien selama berolahraga dapat menyebabkan kamu lebih sering kentut. Ketidakmampuan untuk menarik dan mengeluarkan napas dengan benar bisa menyebabkan perut kembung. Ini karena kamu mungkin menelan lebih banyak udara, yang merupakan salah satu penyebab terbentuknya gas berlebih di saluran pencernaan.

2. Pergerakan Tubuh

Olahraga apa pun yang melibatkan gerakan membungkuk atau memutar secara fisik dapat menyebabkan udara di saluran pencernaan terdorong keluar. Latihan-latihan tersebut dapat mencakup:

  • Latihan berat badan tertentu.
  • Bersepeda.
  • Pilates.
  • Yoga.

Selain itu, ada mekanisme penghasil gas lain yang bekerja saat kamu melakukan latihan aerobik. Selama latihan seperti lari atau lompat tali, organ dalam tubuh saling berdesak-desakan, yang berpotensi menyebabkan gejala pencernaan, seperti perut kembung atau diare.

3. Meneguk Air

Penting untuk memastikan dirimu tetap terhidrasi selama berolahraga. Namun, perlu diketahui bahwa minum di tengah-tengah aktivitas fisik juga menyebabkan kamu sering kentut. Ini karena saat kamu meneguk minuman, kamu turut menelan udara sehingga menyebabkan ada lebih banyak gas di saluran pencernaan. Namun, jangan sampai kamu tidak minum selama berolahraga hanya karena untuk menghindari kentut. Minum cukup air selama melakukan aktivitas fisik adalah kunci untuk tetap terhidrasi dan memaksimalkan manfaat latihan.

4. Meningkatnya Tekanan Intra Abdomen

Saat melakukan squat, latihan angkat beban, atau sekadar jongkok, kamu biasanya melakukan manuver Valsava. Hal ini melibatkan menahan napas saat melakukan latihan untuk membantu menguatkan otot inti. Tujuan dari manuver Valsava adalah untuk memaksimalkan stabilitas tulang belakang dan batang tubuh di bawah beban. Peningkatan tekanan intra abdomen ini dapat memaksa keluarnya gas apa pun yang sudah ada di usus. Akibatnya, kamu mengeluarkan gas saat jongkok atau angkat beban.

5. Makanan yang Kamu Konsumsi Sebelumnya

Apa yang kamu makan sebelum dan selama berolahraga dapat memengaruhi seberapa banyak gas yang kamu keluarkan. Ini karena makanan tertentu dapat meningkatkan produksi gas, yang akan menyebabkan lebih banyak kentut saat latihan. Terutama jika kamu memiliki intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa, kamu akan mengalami lebih banyak kentut, kembung, dan diare selama dan setelah berolahraga.

Beberapa makanan penyebab gas berlebih meliputi:

  • Polong-polongan.
  • Makanan berserat tinggi.
  • Kacang-kacangan.
  • Sayur mentah.
  • Produk susu.
  • Gandum/gluten.
  • Pemanis buatan.
  • Kopi atau minuman berkafein lainnya.
  • Permen karet.

6. Sedang Menstruasi

Jika kamu sedang menstruasi, kamu lebih mungkin memproduksi kentut sambil berjalan. Sebuah penelitian tahun 2022 menyebutkan adanya laporan kentut berlebihan di sekitar waktu menstruasi. Selain kentut, perempuan juga mengalami peningkatan gejala pencernaan saat menstruasi, seperti kembung, sembelit, atau diare.

7. Baru Melahirkan

Setelah melahirkan, perempuan harus menghindari beberapa bentuk latihan setidaknya selama beberapa minggu. Alternatifnya, berjalan kaki adalah bentuk latihan yang aman dilakukan segera setelah melahirkan. Hanya saja, kamu mungkin akan lebih sering kentut saat berjalan-jalan. Ini wajar mengingat persalinan memberikan banyak perubahan pada tubuh. Kamu tidak perlu khawatir karena masalah ini biasanya akan teratasi dalam beberapa bulan. Namun, jika ini membuatmu khawatir, kamu bisa berbicara dengan dokter kandungan.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *