Peran PTS dalam Pendidikan Tinggi yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan
Perguruan Tinggi Swasta (PTS) memiliki peran penting dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bekerja sama dengan Universitas Paramadina menyelenggarakan kegiatan Urun Rembuk Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) LLDikti Wilayah III. Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Paramadina, Kampus Cipayung, Jakarta Timur.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi ruang dialog strategis antara pimpinan PTS di wilayah DKI Jakarta dalam merespons dinamika dan tantangan penyelenggaraan pendidikan tinggi ke depan. Hadirnya para pimpinan PTS menunjukkan komitmen mereka dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi antara pihak-pihak terkait.
Dr Henri Tambunan, Kepala LLDikti Wilayah III, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Paramadina atas kolaborasi yang terbangun dalam menggelar forum strategis ini. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif dari para pimpinan PTS. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah konstruktif untuk menyaring aspirasi dari para pimpinan PTS di DKI Jakarta.
Tantangan dan Harapan untuk PTS
Sekretaris Umum Yayasan Wakaf Paramadina, Ir Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa perjalanan Universitas Paramadina mencerminkan dinamika banyak PTS di Indonesia. Ia menyebut bahwa universitas sejatinya merupakan bentuk sociopreneurship, yang orientasinya bukan sekadar profit, tetapi dampak sosial dan peradaban.
Menurut Wijayanto, agar PTS semakin berkembang, diperlukan kepastian iklim usaha dan regulasi yang lebih sederhana serta adil bagi sektor swasta pendidikan. Ia berharap Indonesia memiliki perwakilan di universitas terbaik dunia, dan PTS harus difasilitasi agar bisa berkontribusi maksimal.
Sebagai pembuka diskusi, Ledia Hanifa Amalia, M.Psi.T., Anggota Komisi X DPR RI, menekankan bahwa posisi strategis PTS ialah sebagai mitra negara dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi. Ia pun menyoroti perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah dan pengelola perguruan tinggi agar kebijakan tidak berhenti di tataran normatif, tetapi berdampak nyata di lapangan.

Investasi pada Pendidikan Tinggi
Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Mukhamad Najib, menyampaikan bahwa Indonesia perlu lebih serius dalam berinvestasi pada pendidikan tinggi untuk menjadi negara maju pada 2045. Ia menekankan pentingnya roadmap jangka panjang agar perguruan tinggi dapat mencapai kelas dunia.
Salah satu upaya mendorong inovasi berdampak oleh PTS adalah melalui proporsi pendanaan penelitian oleh Kemdiktisaintek terhadap PTS yang mencapai 60%. Prof. Mukhamad menjelaskan bahwa porsi tersebut sudah jauh meningkat dan lebih besar dari perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, ia menekankan bahwa hal ini bukanlah bentuk persaingan antara PTN dan PTS, tetapi kerja sama tridharma.

Kolaborasi dan Kontribusi PTS
Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Rektor Universitas Yarsi, menyambut positif kerja sama antara PTS dan PTN. Menurutnya, PTS memiliki keunggulan dalam fleksibilitas mengembangkan program studi aplikatif dan daya adaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja. Ia menegaskan bahwa PTS bukan hanya pelengkap sistem, tetapi mitra strategis negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, inovatif, dan berdaya saing.
Kontribusi PTS terhadap pendidikan nasional sangat signifikan. Dari sekitar 9,8 juta mahasiswa di Indonesia, 46 persen berada di PTS. Ini menunjukkan peran besar PTS dalam meningkatkan taraf hidup dan ekonomi keluarga melalui pendidikan. Selain itu, sebagian besar program studi dari berbagai disiplin ilmu juga diselenggarakan oleh PTS.
Agenda Ke depan
Kegiatan Urun Rembuk ini menghasilkan agenda ke depan yang fokus pada tiga hal yaitu mengurangi kesenjangan kualitas antara PTN dan PTS, meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat nasional dan global, serta menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
LLDikti Wilayah III menegaskan perannya sebagai fasilitator dan penghubung strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi swasta. Melalui penguatan kolaborasi, pendampingan berkelanjutan, dan kebijakan yang adaptif, LLDikti Wilayah III terus mendorong terwujudnya pendidikan tinggi yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, serta menghadirkan semangat Diktisaintek Berdampak yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."









