Kronologi Kematian Ayah Marshanda
Marshanda, aktris ternama Indonesia, mengungkapkan kronologi kematian ayahnya, Irwan Yusuf, yang meninggal pada hari Sabtu (29/11/2025). Menurut pengakuan Marshanda, ayahnya tidak memberikan respons saat dibangunkan dari tidur siang, sehingga dibawa ke rumah sakit oleh kerabat dekat. Di rumah sakit, dokter akhirnya mengeluarkan surat kematian karena Irwan Yusuf mengalami henti napas dan henti jantung.
Perilaku Ayah yang Tidak Suka Berobat
Marshanda menyebut ayahnya sebagai orang yang malas berobat ke dokter ketika sedang sakit. Ia menjelaskan bahwa sebelum kematian, kondisi kesehatan ayahnya tergolong baik. Namun, karena tidak merespons saat dibangunkan dari tidur, ayahnya kemudian dibawa ke rumah sakit.
“Papa itu tipe orang yang malas ke rumah sakit gitu loh. Kayak orang-orang tua yang kalau kenapa-napa malas rumah sakit. Sebetulnya kondisi kesehatannya lagi normal ya.”
Marshanda juga menambahkan bahwa ayahnya tertidur pulas saat meninggal. “Jadi Papa dibangunin, enggak bangun-bangun, (terus) dibawa ke rumah sakit. Terus dokter mengeluarkan surat kematian. Sudah diperiksa fisiknya segala macam, memang sudah dinyatakan meninggal. Penyebabnya karena henti napas, henti jantung.”
Tinggal di Malang dengan Kerabat
Marshanda menjelaskan bahwa ayahnya tinggal di Malang, Jawa Timur bersama beberapa kerabat dekat. Ia mengatakan bahwa ayahnya lebih nyaman tinggal di sana.
“Papa tinggal dengan beberapa kerabat dekat yang tinggal di Malang juga. Memang Papa nyamannya tinggal di sana.”
Pemberitahuan Kematian dan Perjalanan ke Malang
Marshanda pertama kali mengetahui kabar kematian ayahnya dari tantenya. Ia mengaku kaget dengan kabar mendadak tersebut. Setelah menerima telepon dari tantenya, ia langsung memesan tiket pesawat menuju Malang.
“Kita juga kaget banget sih karena mendadak ya. Ini termasuk mendadak. Aku tiba-tiba ditelepon sama tante, kakaknya papa yang dapat kabar langsung dari Malang. Langsung book pesawat buat ke sana.”
Marshanda juga mengatakan bahwa ia sempat mengikuti prosesi pemakaman ayahnya. Ia tiba di Malang pada pagi hari sebelum pemakaman dilakukan.
“Papa meninggalnya kalau enggak salah sekitar jam 3 siang. Aku nyampai sananya besok paginya, subuh-subuh, gitu, sebelum dimakamkan.”
Pertemuan Terakhir dengan Ayah
Di tengah kesibukannya bekerja, Marshanda selalu menyempatkan waktu untuk menemui ayahnya di Malang. Ia mengungkapkan bahwa mereka bertemu tiga bulan sebelum kematian ayahnya.
“Aku memang kalau aku sempat dan lagi enggak syuting aku samperin Papa ke Malang. Jadi ada beberapa foto juga aku sama Papa. Kalau enggak salah terakhir ketemu 3 bulan sebelum Papa meninggal deh.”
Marshanda juga bercerita tentang momen indah yang sering dibahas ayahnya, yaitu saat keluarga masih utuh dan tinggal bersama. Ayahnya sering mengingat-ingat masa kecilnya dan momen rekreasi bersama keluarga.
“Kalau aku ketemu Papa yang paling nempel di kepala Papa tuh memori ketika Papa masih tinggal sama aku, Papa belum pisah sama Mama. Dan Mama lagi hamil adikku. Itu kayaknya yang selalu suka dibahas sama Papa, kayaknya memori yang paling fresh di Papa tuh, itu.”
Sosok Irwan Yusuf
Irwan Yusuf dikenal sebagai sosok yang pernah hidup dalam keterpurukan. Dari seorang pengusaha yang jatuh miskin hingga hidup terlunta-lunta di jalanan. Identitasnya sebagai ayah Marshanda pernah dikonfirmasi oleh media pada tahun 2016, saat ia ditemukan oleh petugas sosial dan mengaku sebagai ayah kandung sang artis.
Ia pernah menikah dengan Riyanti Sofyan, ibu Marshanda, yang merupakan keluarga pengusaha hotel. Dari pernikahan tersebut lahir tiga anak, termasuk Marshanda. Pernikahan pasangan ini berujung pada perceraian ketika Marshanda masih kecil.
Setelah perceraian, kehidupan Irwan berubah drastis. Pada tahun 2016, ia ditemukan tengah mengemis di kawasan Jakarta Selatan dan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2. Di sana, ia mengaku sebagai ayah Marshanda, yang kemudian dibenarkan oleh sang aktris.
Irwan juga pernah mengelola bisnis penginapan dan penyaluran tenaga kerja sebelum usahanya jatuh dan membuatnya kehilangan tempat tinggal. Ia sempat hidup berpindah dari indekos ke mushola sebelum akhirnya tinggal di jalanan.
Pada saat itu, Marshanda menyampaikan bahwa dirinya tidak malu dengan kondisi sang ayah dan tetap menunjukkan kasih sebagai anak. Ia berkata bahwa ia mencintai ayahnya apa adanya.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











