Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Ratusan Apoteker Ikut Meriahkan Peluncuran HISFARMA Sumsel di Palembang

Peluncuran HISFARMA Sumsel: Kunci Sukses Bisnis Apotek

Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi diluncurkan hari ini. Acara ini diadakan dalam rangkaian Seminar Nasional bertema “Apoteker Eksis Kunci Sukses Bisnis Apotek” yang berlangsung di Ballroom Swarna Dwipa. Acara ini menjadi momen penting bagi profesi apoteker di Sumsel, sekaligus menegaskan peran mereka sebagai praktisi kesehatan dan wirausaha.

Ketua Panitia Pelaksana, apt. M. Arif Rahman, S.Farm, menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta. Angka ini menunjukkan tingginya kesadaran rekan-rekan apoteker untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat posisi mereka dalam industri farmasi.

Visi dan Komitmen HISFARMA Sumsel

Acara ini juga menjadi ajang peluncuran kepengurusan HISFARMA Sumsel periode 2025-2029. Ketua terpilih, apt. Berly Surya Dharma, S.Farm, menjelaskan bahwa organisasi ini hadir sebagai wadah bagi apoteker yang fokus pada pelayanan farmasi komunitas dan pemberdayaan masyarakat.

“HISFARMA hadir untuk menjadi rumah bagi apoteker yang ingin berkembang, berinovasi dalam pelayanan, dan yang penting, berani menjadi pengusaha apotek yang sukses,” ujar Berly.

HISFARMA Sumsel dibangun di atas tiga nilai utama:

  1. Pengembangan SDM Farmasi

    HISFARMA berkomitmen meningkatkan kapasitas apoteker melalui pelatihan, workshop, diskusi ilmiah, serta penguatan keterampilan praktis yang relevan dengan tuntutan industri farmasi modern.

  2. Konektivitas & Kolaborasi

    Organisasi ini berperan sebagai penghubung antara apoteker, industri farmasi, pemilik sarana, akademisi, dan stakeholder kesehatan lainnya, guna menciptakan ekosistem bisnis apotek yang sehat, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

  3. Entrepreneurship & Empowerment

    HISFARMA mendorong apoteker untuk tampil lebih percaya diri, mandiri, serta mampu mengambil keputusan strategis dalam pengelolaan dan pengembangan apotek, sehingga memiliki daya tawar dan kontribusi ekonomi yang lebih kuat.

Seminar Nasional dengan Narasumber Terkemuka

Seminar Nasional ini menghadirkan narasumber praktisi dan regulator terkemuka. Salah satu materi yang paling dinanti adalah presentasi dari apt. Rahmat Hidayat, S.Farm., M.Sc., dengan tema “Be Smart Pharmacist: Teknik Komunikasi Swamedikasi di Apotek untuk Meningkatkan Omset Apotek”.

Rahmat menjelaskan bahwa omset apotek tidak hanya bergantung pada stok obat, tetapi juga pada kualitas soft skill apoteker. Ia menekankan bahwa apoteker modern harus cerdas dan memiliki wawasan edukasi yang berkualitas, serta mampu mengubah interaksi konsultasi swamedikasi menjadi peluang peningkatan penjualan yang etis dan profesional.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang membangun pola pikir pharmapreneur dan bisnis apotek dari nol oleh apt. Imelda, S.Si., M.Farm., FACP, seorang pengusaha apotek.

Beliau menegaskan bahwa kesuksesan dalam bisnis apotek terletak pada kesiapan apoteker untuk bertransformasi dari sekedar profesional klinis menjadi Pharmapreneur sejati. Memulai bisnis apotek tidak harus menunggu modal besar, melainkan dimulai dari keberanian mengubah pola pikir, identifikasi pasar, dan menyusun model bisnis yang inovatif.

Pentingnya Leadership dalam Bisnis Apotek

Dalam sesi lain, apt. Dedi Trisaputra, S.Farm., M.Kes, membahas pentingnya leadership sebagai penunjang eksistensi apoteker di apotek. Ia memberikan dukungan penuh atas inisiatif HISFARMA Sumsel.

“Peluncuran HISFARMA Sumsel adalah langkah strategis untuk memajukan praktik kefarmasian di tingkat komunitas. Kami mendorong seluruh apoteker untuk terus meningkatkan keahlian, memanfaatkan peluang bisnis, dan secara profesional menjaga mutu pelayanan. Apoteker harus eksis, karena keberadaan kita adalah penentu kualitas kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Persyaratan Perizinan dan Standar Praktek Kefarmasian

Acara ini juga menyajikan materi tentang persyaratan perizinan pendirian apotek oleh apt. Tien Atika, S.Si., MKM dari Dinkes Kota Palembang, serta standar praktek kefarmasian di apotek sesuai regulasi Permenkes No. 73 Th 2016 yang disampaikan oleh apt. Aquirina Leonora, S.Si., dari BPOM Palembang.

Kesimpulan

Kegiatan ini menegaskan komitmen IAI dan HISFARMA Sumsel untuk mencetak apoteker yang tidak hanya profesional dalam praktik klinis, tetapi juga sukses dalam mengelola dan mengembangkan bisnis kefarmasian, selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri kesehatan.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *