Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Tantangan Wagub Kalbar untuk Gubernur Jabar, Janji Cium Lutut Dedi Mulyadi Jika Berhasil

Tantangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat terhadap Gubernur Jawa Barat

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan pernyataan yang menarik perhatian publik. Ia menantang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membangun Kalbar dengan anggaran yang jauh lebih kecil dibandingkan APBD Jawa Barat. Perbandingan ini muncul setelah warga Kalbar mengajukan permintaan agar Dedi Mulyadi bisa ditempatkan di Kalbar selama tiga bulan untuk membantu memperbaiki jalan rusak di kawasan Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Video permintaan tersebut viral di media sosial, dan membuat banyak orang membandingkan kondisi infrastruktur antara Kalbar dan Jabar. Menanggapi hal ini, Krisantus secara tegas menyatakan bahwa Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Jabar. Ia menjelaskan bahwa luas wilayah Kalbar jauh lebih besar, tetapi anggarannya jauh lebih kecil.

“Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat itu luasnya cuma 43 kilometer persegi, APBD-nya Rp 31 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, luas wilayah Kalbar mencapai 171 ribu kilometer persegi, yang 1,11 kali lebih besar dari Pulau Jawa. Namun, APBD yang dimiliki Kalbar hanya sekitar Rp 6 triliun. Hal ini menjadi dasar dari tantangan yang diajukan oleh Krisantus.

Tantangan Bertukar Posisi

Krisantus secara lantang menantang Dedi Mulyadi untuk bertukar posisi menjadi Gubernur Kalimantan Barat. Ia menyarankan agar Dedi Mulyadi mengelola APBD sebesar Rp 6 triliun untuk wilayah seluas 171 ribu kilometer persegi.

“Suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalimantan Barat. Ayo bertukar kita. Saya mau lihat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa jika Dedi berhasil melaksanakan tugas tersebut, ia akan mencium lutut Dedi Mulyadi sebagai bentuk penghargaan. “Tapi pakai duit Rp 6 triliun bangun Kalimantan Barat. Hayo kalau dia bisa, ku cium lututnya,” tambahnya.

Perlu diketahui bahwa Krisantus menekankan bahwa Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Jabar. Ia menegaskan bahwa kekuatan fiskal kedua daerah tersebut sangat berbeda.

Respons Dedi Mulyadi

Menanggapi tantangan tersebut, Dedi Mulyadi merasa perlu memberikan respons. Ia meminta maaf jika pembangunan yang dilakukan di Jawa Barat justru dianggap sebagai contoh bagi Kalbar. Ia menegaskan bahwa tujuan dari pembangunan di Jawa Barat adalah untuk mensejahterakan rakyat, bukan untuk dibandingkan dengan daerah lain.

“Terima kasih atas tantangannya, mohon maaf saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud diperbandingkan dengan daerah lain,” kata KDM.

Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki tantangan dan masalah yang berbeda-beda. Ia menegaskan bahwa ia memahami betapa beratnya kondisi fiskal di daerah dengan wilayah yang sangat luas seperti Kalbar.

“Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain. Semoga kita bisa bersama-sama melayani masyarakat dengan baik dan semoga ke depan daerah-daerah tumbuh kemampuan fiskalnya sehingga dana bagi hasilnya bisa mengalir ke daerah penghasil,” tutupnya.

Tantangan dan Harapan Bersama

Tantangan yang diajukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat ini menjadi bahan refleksi bagi para pemimpin daerah. Ia menunjukkan bahwa setiap provinsi memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Dengan perbandingan APBD dan luas wilayah yang signifikan, Kalbar membutuhkan strategi pembangunan yang tepat dan efisien.

Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa ia tidak bermaksud untuk membandingkan daerah lain dengan Jawa Barat. Ia berharap semua daerah dapat berkembang dengan baik dan saling mendukung dalam melayani masyarakat.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *