Ringkasan Berita
Empat pejabat di Kabupaten Tulungagung menjadi perhatian setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka termasuk Plt Sekda dan kepala dinas yang memiliki karier panjang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) strategis. Peran mereka mencakup berbagai sektor seperti birokrasi, kesehatan, rumah sakit, hingga sosial.
Tidak semua pejabat ikut dibawa ke Jakarta. Sebagian dari mereka masih diperiksa di daerah. Sebanyak 12 pejabat dan staf Pemerintah Kabupaten Tulungagung dibawa oleh KPK ke Jakarta pada Sabtu (11/4/2026). Mereka diduga terkait dengan OTT yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, sehari sebelumnya. Langkah ini menjadi bagian dari proses lanjutan penyidikan KPK usai operasi senyap yang digelar pada Jumat (10/4/2026).
12 Pejabat Dibawa ke Jakarta Pagi Hari
Berdasarkan pantauan wartawan, David Yohanes, rombongan pejabat tersebut diberangkatkan dari Mapolres Tulungagung sekitar pukul 06.25 WIB menggunakan bus. Kendaraan berpelat AG 7064 US itu tampak dikawal oleh mobil Satuan Lalu Lintas.
Seluruh tirai bus ditutup rapat, sehingga tidak terlihat aktivitas di dalamnya. Sebelumnya, para pejabat ini telah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK sejak Jumat malam. Rombongan kemudian diberangkatkan menuju Surabaya sebelum akhirnya diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Daftar 12 Nama yang Ikut Dibawa KPK
Berikut 12 pejabat dan staf yang ikut dalam rombongan ke Jakarta:
* Kabag Pemerintahan Arif Effendi
Anggota DPRD Tulungagung, Jatmiko Dwijo Seputro (adik kandung Bupati)
Kabag Kesra Makrus Mannan
Kepala Dinas Pertanian Suyanto
Kepala Satpol PP Hartono
Kabag Umum Yulius Rama Isworo
Kepala Dinas PUPR Erwin Novianto
Kabag Prokopim Aris Wahyudiono
Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utomo
Ajudan Bupati Yoga Dwi Ambal
Kepala BPKAD Dwi Hari Subagyo
* Staf Bagian Umum Setda, Oki
Empat Pejabat Tidak Ikut Diberangkatkan
Sementara itu, empat pejabat lainnya tidak ikut dibawa ke Jakarta. Mereka adalah:
* Plt Sekda Tulungagung Soeroto
Kepala Dinas Kesehatan Desi Lusiana Wardani
Direktur RSUD dr Iskak Zuhrotul Aini
* Kepala Dinas Sosial Reni Prasetyawati
Nama Reni sebelumnya tidak terpantau oleh wartawan saat kedatangan di Polres Tulungagung. Selain itu, seorang staf bernama Intan juga tidak ikut dalam rombongan. Ia disebut hanya datang untuk mengantarkan barang milik Kabag Pemerintahan Arif Effendi.
Rekam Jejak 4 Pejabat Tak Ikut Berangkat
1. Soeroto
Soeroto merupakan birokrat senior di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda). Jejak Karier: Mengawali karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Tulungagung. Pernah menduduki sejumlah jabatan struktural di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Mencapai level eselon tinggi pratama sebelum dipercaya sebagai Plt Sekda. Dengan pengalaman panjang di birokrasi, Soeroto dikenal sebagai figur yang memahami tata kelola pemerintahan daerah secara menyeluruh.
Peran Strategis:
* Mengoordinasikan seluruh OPD
Mengendalikan administrasi dan kebijakan daerah
Menjadi penghubung antara kepala daerah dan perangkat birokrasi
Jabatan Sekda, termasuk Plt, merupakan posisi kunci dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif.
2. Desi Lusiana Wardani
Desi Lusiana Wardani menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, yang berperan penting dalam pengelolaan sektor kesehatan publik.
Jejak Karier:
* Berkarier di bidang kesehatan pemerintahan
Pernah menduduki posisi teknis maupun struktural di Dinas Kesehatan
Dipromosikan menjadi kepala dinas sebagai pimpinan OPD
Kariernya mencerminkan jalur profesional di bidang kesehatan yang berfokus pada pelayanan publik.
Peran Strategis:
* Menyusun dan menjalankan kebijakan kesehatan daerah
Mengawasi fasilitas kesehatan seperti puskesmas
Mengendalikan program prioritas seperti imunisasi dan penanganan stunting
Perannya sangat vital karena berkaitan langsung dengan layanan dasar masyarakat.
3. Zuhrotul Aini
Zuhrotul Aini adalah Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, rumah sakit milik pemerintah daerah yang menjadi rujukan utama di wilayah tersebut.
Jejak Karier:
* Berasal dari latar belakang tenaga medis atau manajemen rumah sakit
Pernah menduduki posisi strategis di lingkungan rumah sakit
Dipercaya memimpin RSUD sebagai direktur
Pengangkatan sebagai direktur menunjukkan pengalaman dan kompetensi dalam bidang layanan kesehatan.
Peran Strategis:
* Memimpin operasional rumah sakit
Mengelola tenaga medis dan fasilitas kesehatan
Menjamin mutu pelayanan pasien
Sebagai pimpinan rumah sakit rujukan, ia juga berperan dalam pengembangan layanan kesehatan regional.
4. Reni Prasetyawati
Reni Prasetyawati menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung yang bertanggung jawab atas program kesejahteraan sosial masyarakat.
Jejak Karier:
* Mengawali karier sebagai ASN di bidang sosial atau pemberdayaan masyarakat
Pernah menduduki jabatan struktural di Dinas Sosial
Dipromosikan menjadi kepala dinas sebagai pimpinan OPD
Kariernya berkembang melalui pengalaman dalam pengelolaan program sosial dan bantuan masyarakat.
Peran Strategis:
* Mengelola program bantuan sosial (bansos)
Menangani kemiskinan dan kelompok rentan
Mengawasi distribusi bantuan pemerintah
Posisi ini menjadi krusial dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.











