Sosok Anak Artis Jepang Tolak Warisan Ratusan Miliar dari Mendiang Ibunya
Seorang anak artis ternama Jepang menolak warisan senilai 2 miliar yen atau sekitar Rp 212 miliar dari mendiang ibunya, Miho Nakayama. Keputusan ini membuat publik terkejut dan menjadi perbincangan hangat di media.
Kronologi Kematian Miho Nakayama
Miho Nakayama ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Shibuya-ku, Tokyo, pada 6 Desember 2024 dalam usia 54 tahun. Ia biasanya sehat dan bahkan menggelar konser di Osaka pada hari kematiannya. Rekan-rekannya tidak dapat menghubungi Miho, sehingga mereka harus mengunjungi rumahnya sendiri untuk mencarinya. Mereka menemukannya dalam keadaan tidak sadar di lantai kamar mandi. Menurut penyelidikan polisi dan pernyataan agensinya, kematiannya dipastikan sebagai kecelakaan yang terjadi saat mandi.
Alasan Di Balik Keputusan Anak Artis
Putra Miho Nakayama, yang lahir dari mantan suaminya, Hitonari Tsuji, seorang musisi, telah menolak untuk mewarisi harta warisan yang bernilai sekitar 2 miliar yen. Media lokal berspekulasi bahwa alasan penolakan tersebut adalah struktur pajak warisan yang tinggi di Jepang. Di Jepang, harta warisan di atas ambang batas tertentu dapat dikenakan pajak hingga 55 persen, dan pajak tersebut harus dibayar tunai dalam waktu 10 bulan sejak proses warisan dimulai. Jumlah yang harus dibayar sebesar 1,1 miliar yen (Rp 117 miliar) secara tunai dalam waktu 10 bulan setelah menerima warisan.
Karena harta warisan tersebut mencakup aset yang sulit dilikuidasi seperti properti dan hak cipta, menjual aset atau meminjam dana akan menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Meskipun mereka bertemu kembali sekitar 10 tahun setelah kematian ibunya, sebagai ahli waris sah, ia dilaporkan melepaskan hak warisnya karena struktur pajak Jepang yang tinggi.
Hidup Terpisah Bertahun-tahun
Setelah perceraian orang tuanya, putra Miho Nakayama pindah ke Prancis dan hidup terpisah dari ibunya selama bertahun-tahun. Meski begitu, ia tetap memiliki ikatan emosional dengan ibunya meskipun jarak dan waktu memisahkan keduanya.
Profil Miho Nakayama
Miho Nakayama adalah salah satu aktris dan penyanyi paling populer di Jepang selama tahun 1980-an dan 1990-an. Ia memulai debutnya pada tahun 1985 dengan drama “I always make a fuss”. Selain akting, ia juga bekerja sebagai penyanyi dan menerima Penghargaan Artis Baru Terbaik di Japan Record Awards. Ia adalah bintang papan atas pada masanya dengan penjualan album mencapai 17 juta kopi.
Di Korea, ia terkenal sebagai Fujii Itsuki dalam film Love Letter (1999) karya Iwashunji. Khususnya, di taman salju di Hokkaido, adegan di mana ia berteriak “Saya baik-baik saja” masih dibicarakan sebagai adegan yang terkenal.
Film Love Letter dan Butterfly Sleep tahun 2017 membawa Miho Nakayama menjadi idola bagi banyak penggemar di Korea. Kehadirannya di layar lebar memberikan dampak besar terhadap industri perfilman Jepang dan Korea.
Dampak Kematian Miho Nakayama
Kematian Miho Nakayama menjadi berita yang menyedot perhatian publik, terutama karena cara dia meninggal yang tidak terduga. Para penggemarnya merasa kehilangan dan mengungkapkan rasa belasungkawa melalui media sosial dan platform berita.
Selain itu, keputusan anaknya untuk menolak warisan juga menjadi topik diskusi. Banyak orang menganggap keputusan tersebut sebagai langkah bijak mengingat kompleksitas hukum dan pajak di Jepang. Namun, beberapa orang juga merasa sedih karena tidak bisa menerima warisan yang sangat besar.











