Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Setelah Mengguncang Roblox, PEOPLE SWEET Rilis MV Lirik “Final Destination”

Pengalaman Unik People Sweet dalam Tour Virtual di ROBLOX

People Sweet, band post-hardcore asal Karawang, baru saja menyelesaikan rangkaian tour yang tidak biasa untuk single terbaru mereka bertajuk “Final Destination”. Mereka memilih cara yang inovatif dengan menginvasi berbagai map gigs virtual di game ROBLOX. Fenomena ini menjadi warna baru dalam skena musik, di mana pengenalan karya tidak lagi terbatas pada panggung fisik.

Band ini menjelajahi ruang digital lewat beberapa event di Synerblox, Stout and Stone, virtual charity 7 map bersama Digital Hands Collective, Underground Hysteria v2, hingga Selasar Collective. Reaksi yang diterima sangat positif, dengan antusiasme yang tinggi dan mengesankan.

“Seru pokoknya gigs Roblox, ketemu bareng band-band keren dari kota manapun. Yang tadinya kita nggak tahu, jadi tahu ada band ini itu,” ujar Almah, bassist People Sweet, menggambarkan pengalaman unik tampil di gigs virtual.

Inspirasi Lagu “Final Destination”

Lagu “Final Destination” sendiri merupakan refleksi mendalam yang terinspirasi dari gambaran kematian dan hari kiamat dalam kitab suci Al-Qur’an. Lagu ini lahir dari perenungan tentang satu hal yang pasti dihadapi setiap manusia: akhir dari kehidupan, kematian, kebangkitan, dan pertanggungjawaban.

Dengan pendekatan emosional, lagu ini menggambarkan rasa takut sekaligus kesadaran—takut karena manusia sering merasa belum siap, dan sadar karena waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Dalam narasinya, kiamat digambarkan sebagai peristiwa dahsyat: bumi terguncang, langit terbelah, manusia dibangkitkan, dan seluruh amal diperlihatkan tanpa ada yang tersembunyi.

“Final Destination” menangkap kondisi mental seseorang yang mulai menyadari hal tersebut. Perasaan gelisah, merasa kecil, penuh rasa bersalah, dan takut menghadapi akhir. Lagu ini justru menjadi pengingat bahwa hidup hanyalah persinggahan.

“Banyak orang mikir ini cuma soal kematian. Buat aku, yang lebih serem adalah hidup tanpa benar-benar hidup. Lagu ini lahir dari fase di mana aku stuck ngejar validasi, nahan yang harusnya pergi, dan nunda mimpi seolah waktu nggak terbatas,” ungkap Ekal, sang vokalis.

“Padahal kita semua tahu akhirnya pasti ada. ‘Final Destination’ mengingatkan bahwa waktu kita terbatas, jadi pastikan kita benar-benar hidup.”

Produksi “Final Destination”

Secara musikal, “Final Destination” menawarkan kombinasi riff-riff agresif dengan aransemen strings khas post-hardcore yang megah dan part yang seru hingga sulit ditebak. Hasil produksinya terdengar jauh lebih matang, dengan proses recording, mixing, dan mastering yang digarap di JFHPRODS.

Lirik ditulis langsung oleh Ekal bersama Muhammad Taufik Maulana, sementara komposisi musik digarap oleh Trisna dan Muhammad Taufik Maulana. Visual artwork yang kuat—tetap mempertahankan identitas “sweet” dalam balutan gelap—berhasil diinterpretasikan oleh Anggar Menyan. Sesi foto untuk rilisan ini juga digarap secara khusus oleh Dikri Assidiqi, yang dikenal dengan nama Mamangco.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *