Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pendaki Belgia Jatuh di Rinjani, Cedera Kaki

Pendaki Asal Belgia Cedera Saat Mendaki Gunung Rinjani

Seorang pendaki asal Belgia, Juliette Marcelle V Andre (25 tahun), mengalami cedera pada pergelangan kaki kiri saat melakukan pendakian Gunung Rinjani pada Sabtu (4/4/2026). Insiden ini terjadi saat korban sedang menempuh jalur menuju Danau Segara Anak melalui Sembalun bersama pemandu dan porter.

Korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di shelter darurat Pelawangan 1 Sembalun. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa korban mengalami pembengkakan pada kaki bagian kiri yang diduga mengalami dislokasi, sehingga menyulitkan korban untuk berjalan secara mandiri.

Proses Evakuasi dan Penanganan Medis

Setelah menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 11.30 WITA, tim evakuasi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) segera melakukan koordinasi dengan pemandu dan porter yang ada di lapangan. Tim juga menyiapkan perlengkapan evakuasi dan logistik untuk mendukung proses penyelamatan.

Sementara menunggu kedatangan tim evakuasi, pihak pengelola meminta pemandu untuk membawa korban naik ke shelter darurat di Pelawangan 1 Sembalun agar mendapatkan penanganan awal. Sekitar pukul 13.43 WITA, korban tiba di shelter darurat dengan cara digendong oleh porter dan langsung mendapatkan perawatan medis.

Selanjutnya, korban dibawa turun menuju pintu pendakian Sembalun untuk penanganan lebih lanjut. Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa kondisi korban dalam keadaan selamat. Ia menjelaskan bahwa korban hanya mengalami terkilir dan telah ditangani di shelter Pelawangan Sembalun.

Tingginya Animasi Pendakian Pasca Pembukaan Jalur

Insiden ini terjadi di tengah tingginya animo pendakian Gunung Rinjani pasca dibukanya kembali jalur pendakian pada 1 April 2026 setelah sebelumnya ditutup sejak 1 Januari 2026 untuk pemulihan ekosistem. Pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi E-Rinjani telah dibuka sejak 6 Maret 2026.

Berdasarkan data aplikasi E-Rinjani, kuota pendakian untuk periode 1–4 April 2026 tercatat habis terjual. Jumlah pendaki pada empat hari pertama pembukaan tercatat hampir merata setiap harinya, dengan dominasi wisatawan domestik.

Berikut rincian jumlah pendaki per hari:

  • 1 April 2026: 219 pendaki (181 wisatawan nusantara, 38 mancanegara)
  • 2 April 2026: 222 pendaki (189 nusantara, 33 mancanegara)
  • 3 April 2026: 222 pendaki (195 nusantara, 27 mancanegara)
  • 4 April 2026: 207 pendaki (189 nusantara, 18 mancanegara)

Data tersebut mencakup enam jalur pendakian, yakni Sembalun, Timbanuh, Torean, Senaru, Aik Berik, dan Tetebatu. Budhy menegaskan bahwa semua jalur penuh dan ramai peminat, terutama jalur Sembalun.

Imbauan untuk Seluruh Pendaki

Menanggapi tingginya kunjungan, Budhy mengimbau seluruh calon pendaki untuk senantiasa mematuhi prosedur yang telah ditetapkan oleh pengelola demi menjaga keselamatan diri dan kelestarian ekosistem Gunung Rinjani.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *