Kasus Paspoortgate di Liga Belanda tidak hanya memengaruhi pesepak bola putra, tetapi juga berdampak pada pemain wanita, termasuk tiga pemain timnas putri Indonesia.
Beberapa klub sepak bola wanita di Belanda kini sedang menghadapi tantangan terkait status kewarganegaraan para pemainnya. Dalam laporan yang diterbitkan oleh media setempat, terdapat setidaknya tiga pemain timnas putri Indonesia yang telah beralih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), namun kini mengalami kendala administratif akibat skandal Paspoortgate.
Mereka adalah Felicia de Zeeuw yang bermain untuk ADO Den Haag, Isabelle Nottet dari Hera United, dan Isabel Kopp dari Hera Unite. Paspoortgate merujuk pada masalah izin kerja bagi pemain yang telah berganti kewarganegaraan.


Seorang jurnalis dari media Belanda, Algemeen Dagblad, Fabian van der Poll menyoroti bahwa kasus ini juga memengaruhi pemain wanita. Akibatnya, beberapa klub memutuskan untuk sementara meliburkan pemain tersebut dari latihan dan pertandingan.
“Masalah ini juga memengaruhi pesepak bola wanita,” tulis AD.nl.
“Hilangnya kewarganegaraan dapat menimbulkan konsekuensi besar.”
“Para pemain mungkin bisa bermain dalam waktu dekat, tetapi itu tidak berarti konsekuensinya telah berakhir,” tambahnya.

Dalam daftar EW Magazine, nama Isabelle Nottet termasuk dalam daftar pemain yang sedang dalam pengawasan ketat karena terkena dampak Paspoortgate. Namun, Claudia Scheunemann, yang bermain untuk FC Utrecht Vrouwen, tidak terpengaruh oleh isu ini.
Claudia masih terlihat masuk dalam susunan pemain untuk laga terbaru melawan AZ Alkmaar, Minggu (29/3/2026) lalu.
PSSI telah merilis pernyataan resmi terkait polemik yang sedang dialami oleh beberapa pemain timnas Indonesia di Belanda. Melalui Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, PSSI memastikan bahwa para pemain tetap berstatus sebagai WNI dan tidak melanggar hukum kewarganegaraan.
“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On, telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” kata Sumardji dalam rilis PSSI.
“Mereka banyak yang lahir, besar, hidup, dan memiliki keluarga di luar Indonesia.”
“Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air,” tambahnya.
Menurut Sumardji, para pemain paham betul dengan konsekuensi yang dihadapi saat meninggalkan kewarganegaraan lain demi menjadi WNI.
“Paspoorgate” yang sekarang dihadapi murni adalah hal teknis soal administrasi yang ada di Belanda.
“Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda,” ujar Sumardji.
“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita.”
“Kami juga sangat bersyukur, bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes.”
“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” tambahnya.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











