Putaran Kedua Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara Dimulai
Putaran kedua Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) resmi bergulir, mempertemukan tim-tim terbaik dari babak penyisihan grup untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal. Tim-tim yang lolos ke fase ini adalah juara dan runner-up dari masing-masing grup, sehingga persaingan diprediksi semakin ketat.
Persma Manado tergabung di Grup D bersama Persmin Minahasa dan Persminsel Minahasa Selatan. Sementara itu, Grup E diisi oleh KJS XIII/Merdeka, Puma FC, dan Bolsel FC. Laga antara Persma Manado melawan Persmin Minahasa menjadi laga yang paling dinantikan oleh para penggemar sepak bola Sulut.
Koordinator Media Panpel Liga 4 Piala Gubernur Sulut, Edward Siwi, menyatakan bahwa kualitas pertandingan di putaran kedua akan meningkat signifikan. Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan fair play selama kompetisi berlangsung.
“Tim yang lolos ke fase ini adalah tim-tim terbaik. Jadi tentu persaingan akan semakin ketat karena semua ingin mengamankan tiket ke semifinal,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh tim dan suporter untuk menjaga sikap sportif agar pertandingan berjalan lancar dan aman.
Pembagian Grup Putaran Kedua
Berikut pembagian grup pada putaran kedua Liga 4 Piala Gubernur Sulut:
Grup D
- Persmin Minahasa
- Persminsel Minahasa Selatan
- Persma Manado
Grup E
- KJS XIII/Merdeka
- Puma FC
- Bolsel FC
Persma Manado Kembali Bangkit dengan Struktur Baru
Persma Manado kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam dunia sepak bola Sulawesi Utara. Klub yang dikenal sebagai salah satu tim bersejarah ini kini hadir dengan struktur kepengurusan baru dan bersiap tampil di ajang Piala Gubernur Sulut 2026.
Perubahan besar dilakukan dengan membentuk manajemen yang lebih modern, sekaligus memperkuat identitas klub yang kini bertransformasi menjadi Persma 1960. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kejayaan klub di kancah sepak bola daerah.
Pembenahan tidak hanya terjadi pada sisi organisasi, tetapi juga mencakup kesiapan tim dan arah pengembangan klub ke depan. Persma 1960 kini menekankan profesionalisme, termasuk pembinaan pemain dan pengelolaan kompetisi yang lebih terstruktur.
Untuk menghadapi Liga 4 Piala Gubernur Sulut 2026, manajemen menargetkan prestasi maksimal dengan membidik gelar juara. Target ini menjadi bukti keseriusan klub dalam kembali bersaing di level kompetitif.
Manajer klub Persma Manado, Christian Yokung, menyampaikan keyakinannya terhadap kekuatan tim saat ini. Ia menilai komposisi pemain yang ada cukup solid untuk bersaing, terlebih dengan kehadiran mantan pemain tim nasional, Ferdinand Sinaga.
“Apalagi tim ini juga diperkuat eks pemain timnas, Ferdinand Sinaga. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk meraih hasil maksimal,” ujarnya.
Daftar Kepengurusan Persma 1960
Berikut struktur kepengurusan Persma 1960:
- President Direktur: Harvani Boki
- CEO: Ismed Sofyan
- Manager Club: Christian Yokung
- Sekretaris Klub: Samuel Patabang
- CFO: Viktor Kohar
- CMO: Meivo Rumengan
- Media Officer: Rhendi Umar
- Security Officer: Novie Singal
- Match Comm: Ronny Tandililing
Dengan struktur baru dan dukungan berbagai pihak, Persma 1960 diyakini siap menatap masa depan yang lebih gemilang sekaligus mengembalikan kejayaan sepak bola Sulawesi Utara di kancah nasional.
Rekam Jejak Perjalanan Persma Manado di Kompetisi Sepak Bola Nasional
Persma Manado adalah klub sepak bola yang berbasis di Kota Manado, Sulawesi Utara. Persma Manado menjadi salah satu klub bersejarah yang pernah memberi warna dalam perjalanan sepak bola nasional, terutama pada dekade 1990-an.
Tim yang dijuluki Babirusa ini sempat menjadi kekuatan dominan dari kawasan Indonesia Timur. Beberapa pemainnya bahkan berhasil menembus skuad Tim Nasional Indonesia, termasuk Francis Wewengkang.
Performa Persma mulai mencuri perhatian publik ketika tampil di Divisi Utama musim 1995/1996. Saat itu, tim diperkuat sejumlah pemain asing asal Chile, seperti Rodrigo Araya, Juan Rubio, dan Nelson Sanchez. Pada musim yang sama, Persma juga mendapat kesempatan menghadapi klub besar Eropa, PSV Eindhoven, yang diperkuat pemain kelas dunia seperti Boudewijn Zenden, Philip Cocu, Wilfred Bouma, serta Ronaldo Nazário.
Penampilan impresif berlanjut pada musim berikutnya. Kehadiran tiga pemain asal Kamerun, yakni Onana Jules Denis, Ebongue Ernest, dan Jean Pierre Fiala, turut membawa Persma melangkah hingga babak 12 besar Divisi Utama. Bahkan, tim ini pernah menahan imbang Persib Bandung tanpa gol, hasil yang semakin mengangkat reputasi mereka di tingkat nasional.
Pada masa puncaknya, Persma Manado menjadi salah satu kekuatan utama di Indonesia Timur, sejajar dengan PSM Makassar dan Persipura Jayapura. Namun, krisis moneter 1998 serta periode reformasi membuat kompetisi sepak bola nasional terhenti, yang berdampak pada menurunnya prestasi klub secara bertahap.
Saat ini, Persma berkompetisi di Liga 4. Walau berada di kasta bawah, upaya untuk bangkit kembali mulai terlihat. Semangat kebangkitan ini kembali digaungkan pada masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), dengan dorongan agar Persma kembali bersaing di level nasional melalui sistem pengelolaan mandiri tanpa ketergantungan pada dana pemerintah.
Rekam Jejak Persma Manado
Berikut perjalanan Persma Manado di kompetisi sepak bola nasional:
- 1994/1995: Runner-up Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
- 1995/1996: Peringkat 11 Wilayah Timur Divisi Utama
- 1996/1997: Peringkat 3 Wilayah Timur; Babak 12 Besar Divisi Utama
- 1997/1998: Peringkat 2 Wilayah Timur Divisi Utama
- 1998/1999: Peringkat 3 Grup E Divisi Utama
- 1999/2000: Peringkat 7 Wilayah Timur Divisi Utama
- 2001: Peringkat 13 Wilayah Timur (Degradasi ke Divisi I)
- 2002: Juara 3 Divisi I
- 2003: Peringkat 7 Grup D Divisi I (Degradasi ke Divisi II)
- 2004: Babak 16 Besar Divisi II (Promosi ke Divisi I)
- 2005: Peringkat 7 Wilayah Timur Divisi I
- 2006: Babak 8 Besar Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
- 2007/2008: Peringkat 12 Wilayah Timur Divisi Utama
- 2013: Juara Liga Nusantara Zona Sulut
- 2014: Juara Liga Nusantara Zona Sulut
- 2016: Juara Liga Nusantara Zona Sulut
- 2018: Runner-up Liga 3 Zona Sulut
- 2019: Juara Liga 3 Zona Sulut (Terhenti di Babak Regional Sulawesi)
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











