Perkembangan Terbaru Kapal Tanker Iran MT Arman 114
Kapal tanker Iran MT Arman 114 kembali menjadi perhatian setelah konflik di Selat Hormuz memanas. Kapal ini ditangkap oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI pada Juli 2023 karena diduga membawa minyak mentah ilegal. Setahun kemudian, kapal beserta muatannya dirampas untuk negara dan dilelang oleh Kejaksaan Agung senilai Rp 1,1 triliun. Saat ini, kapal masih tertambat di Batam dengan kondisi yang memprihatinkan dan menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak.
Alasan Penangkapan Kapal Tanker MT Arman 114
Kapal supertanker MT Arman 114 milik Iran ini ditangkap oleh Bakamla RI pada 11 Juli 2023. Diduga terlibat dalam pengiriman ilegal minyak mentah, kapal tersebut membawa 272.569 metrik ton minyak mentah ringan senilai Rp4,6 triliun ketika disita. Menurut informasi dari Bakamla, kapal tersebut diduga melakukan transfer minyak ke kapal lain tanpa izin.
Kapal Arman 114 juga ditemukan sedang melakukan transfer minyak ke supertanker S Tinos yang berbendera Kamerun. Pihak Bakamla menyatakan bahwa kapal tersebut memalsukan sistem identifikasi otomatis (AIS) untuk menunjukkan posisinya di Laut Merah, padahal sebenarnya berada di wilayah Laut Natuna.
Kapal yang dilelang tersebut dibuat pada tahun 1997 di Korea Selatan, memiliki panjang 330,27 meter, lebar 58 meter, dan kedalaman 20 meter. Kapal memiliki tonase kotor 156.880 ton dan tonase bersih 107.698 ton, serta call sign EPLQ7. Saat dilelang, kapal dalam kondisi bermuatan light crude oil dengan volume mencapai 166.975,36 metrik ton atau setara 1.245.166,9 barel.
Saat ini, kapal tersebut berada di Perairan Batu Ampar, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Kondisi Kapal saat Ini
Dikutip dari Tribun Batam, kapal super tanker MT Arman 114 masih berada di Perairan Batu Ampar. Kapal yang panjangnya kurang lebih 330 meter itu kondisinya mulai memprihatinkan setelah dua tahun disita pemerintah Indonesia. Belum lama ini, Tribun Batam melihat dari dekat kondisi kapal tersebut.
Lambung kapal yang menghitam tampak mulai berkarat, khususnya di bagian bawah dekat permukaan laut. Tak hanya berkarat, si kecil moluska laut yakni teritip banyak hinggap di tubuh bawah kapal. Jangkarnya pun hanya satu bagian yang menancap di dasar laut dengan kondisi berkarat dan berlumut, sedangkan satunya hanya menggantung bak hiasan.
Suasana sekitar kapal sangat sepi. Hanya ada kapal nelayan yang sekedar melintas mencari ikan. Namun kapal ini tidak sepenuhnya kosong. Diketahui dalamnya, terdapat beberapa anak buah kapal yang bertugas menjaga, merawat dan menjalankan fungsi operasional dasar.
Seorang pengemudi boat pancung mengaku pernah mengantar logistik ke kapal tersebut pada akhir Juni 2025. Ia menyebut butuh waktu setidaknya 15 menit untuk sampai ke terpancangnya kapal di perairan Batuampar tersebut dari pelabuhan Pancung, Concong Batuampar. Ia menyampaikan bahwa bahan makanan yang diantarkan bernilai tinggi dan bukan makanan biasa.
Perkembangan Hukum dan Gugatan
Kasus kapal tanker MT Arman 114 bermula dari dugaan pembuangan limbah di laut Natuna Utara, Kepulauan Riau pada Juli 2023. Kapal ditangkap Bakamla dan setahun kemudian, pada Juli 2024, nahkoda kapal yakni Mahmoud Mohamed Abdelaziz Mohamed Hatiba diputus bersalah secara pidana. Kapal serta muatannya dirampas untuk negara, dan putusan itu telah inkrah.
Namun pada Agustus 2024, Ocean Mark Shipping Inc (OMS) menggugat secara perdata, mengklaim sebagai pemilik sah kapal. Gugatan dikabulkan sebagian pada Juni 2025, menyatakan OMS sebagai pemilik sah, dan menilai perampasan lewat putusan pidana tidak mengikat secara hukum perdata. Namun Januari 2026, Kejaksaan Agung RI melelang kapal itu senilai Rp 1,1 triliun.
Kekhawatiran DPR
Beberapa waktu lalu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala BP Batam, Anggota Komisi VI DPR RI, Mulyadi, meminta agar dibentuk tim khusus menangani perkara kapal tanker Iran. “Ada minyak tanker milik Iran, hampir dua tahun di Perairan Batam. Ekstrimnya itu saya dengar katanya pemiliknya jadi ATM,” ujar Mulyadi dalam RDP.
Politisi Gerindra ini mengaku mendapat informasi bahwa kapal MT Arman 114 membawa lebih dari 1,6 juta barel minyak mentah dan hingga kini penanganannya dinilai belum signifikan. “Kalau itu bocor, bisa membahayakan ekosistem laut dan bahkan mengganggu hubungan dengan negara tetangga. Jadi, bapak (Kepala BP Batam) tolong bikin timsus (tim khusus),” tambahnya.
Bahkan, menurutnya, apabila ditemukan indikasi kebocoran atau pelanggaran, negara harus segera mengambil alih dan melakukan penyitaan.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











