Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Bukan Hanya Marah, Ini Alasan Psikologis Emak-emak Surabaya Stres Saat Harga Minyak Dunia Naik di 2026

Kecemasan Finansial yang Muncul dari Kenaikan Harga BBM

Pernahkah Anda merasakan suasana rumah tiba-tiba menjadi tegang setelah mendengar berita kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di televisi atau media sosial? Di Surabaya, fenomena ini sering terjadi. Emak-emak atau ibu rumah tangga sering kali menjadi pihak yang paling reaktif, bahkan cenderung lebih mudah marah dan sensitif.

Namun, jangan salah sangka. Kemarahan tersebut bukanlah tanpa alasan. Pakar menyebut kondisi ini sebagai Money Anxiety atau kecemasan finansial. Bagi para “Menteri Keuangan” rumah tangga, kenaikan BBM bukan sekadar angka di papan SPBU, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas dapur dan masa depan keluarga.

Apa Itu Money Anxiety?

Money anxiety adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan, rasa takut, hingga panik terkait kondisi keuangan saat ini maupun di masa depan. Ini bisa memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan keuangan, bahkan memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Mengapa Ibu Rumah Tangga Rentan Terkena Money Anxiety?

Tekanan ekonomi yang muncul dari kenaikan BBM sering kali memicu stres dalam lingkungan rumah tangga. Ibu rumah tangga sering kali menjadi pusat pengelolaan keuangan, sehingga mereka lebih rentan terhadap perubahan harga barang dan jasa. Dalam situasi seperti ini, tekanan ekonomi bisa menjadi sumber stres yang sangat berat.

Berdasarkan studi dalam Jurnal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), ibu rumah tangga sering kali harus melakukan manajemen anggaran yang sangat ketat, yang secara psikologis menguras energi mental. Ketika harga kebutuhan pokok fluktuatif, kecemasan finansial ini sering kali bermanifestasi menjadi emosi negatif.

Ketakutan akan ketidakcukupan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan suami menjadi stresor instan yang memicu mekanisme pertahanan diri, yang sering kali terlihat sebagai kemarahan atau omelan di lingkungan rumah.

Faktor Pemicu Stres dalam Rumah Tangga

Fenomena ini diperparah dengan hilangnya waktu untuk diri sendiri atau self-care. Riset dari BPS (Badan Pusat Statistik) mengenai indeks kebahagiaan sering kali menyoroti bahwa alokasi waktu untuk rekreasi pribadi pada ibu rumah tangga menurun drastis saat tekanan inflasi meningkat. Kondisi ini menciptakan “akumulasi frustrasi” karena mereka cenderung memprioritaskan kebutuhan anggota keluarga lain di atas kesehatan mental mereka sendiri.

Dukungan data dari World Health Organization (WHO) juga memperingatkan bahwa stres finansial kronis dalam rumah tangga dapat menurunkan kualitas hubungan interpersonal hingga 40%, mempertegas bahwa manajemen ekonomi keluarga yang buruk bukan hanya berdampak pada dompet, tetapi juga pada keharmonisan psikologis seluruh penghuni rumah.

Efek Domino BBM: Mengapa Surabaya Sangat Sensitif?

Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia memiliki dinamika ekonomi yang sangat kompetitif. Sedikit saja guncangan pada harga BBM, maka efek dominonya akan langsung terasa di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Turi atau Pasar Wonokromo.

1. Inflasi Sembako yang “Mengamuk”

Kenaikan BBM adalah pintu masuk bagi kenaikan biaya logistik. Emak-emak sangat paham bahwa begitu harga Pertalite atau Solar naik, harga cabai, minyak goreng, dan beras akan langsung “ikut-ikutan” naik keesokan harinya.

2. Tekanan Biaya Hidup Metropolitan

Di Surabaya, biaya transportasi dan jasa sangat bergantung pada BBM. Kenaikan harga BBM otomatis menaikkan tarif transportasi umum dan biaya antar jemput sekolah, yang menambah daftar panjang pengeluaran wajib yang sulit dipangkas.

3. Ancaman bagi Usaha Mikro (UMKM)

Banyak ibu rumah tangga di Surabaya memiliki usaha sampingan seperti katering atau jualan online. Kenaikan BBM meningkatkan biaya bahan baku dan ongkos kirim, yang seringkali membuat usaha mereka merugi karena tidak berani menaikkan harga jual kepada pelanggan.

Cara Mengelola Money Anxiety agar Harmonisasi Keluarga Terjaga

Agar kecemasan finansial tidak merusak hubungan antaranggota keluarga, berikut adalah beberapa langkah yang disarankan oleh pakar ekonomi keluarga:

  • Komunikasi Terbuka dengan Pasangan: Jangan memendam beban anggaran sendirian. Diskusikan kenaikan harga barang secara transparan dengan suami agar ada pemahaman bersama mengenai penyesuaian gaya hidup.
  • Audit Pengeluaran: Mulailah membedakan antara kebutuhan mendesak dan keinginan. Di tengah inflasi, menunda pembelian barang tersier dapat mengurangi beban pikiran.
  • Mencari Alternatif Pendapatan: Di era digital 2026, peluang usaha mikro berbasis rumah tangga sangat luas. Ini bisa menjadi saluran energi positif alih-alih hanya mencemaskan keadaan.
  • Praktik Afirmasi Positif: Sadari bahwa kecemasan tidak akan menurunkan harga barang. Mengelola emosi dengan meditasi ringan atau berbagi cerita dengan sesama ibu rumah tangga dapat membantu meredakan stres.

Kesimpulan

Jika emak-emak di Surabaya gampang marah saat mendengar berita BBM naik, itu adalah sinyal bahwa mereka sedang berjuang melawan ketidakberdayaan ekonomi. Money anxiety adalah isu nyata yang membutuhkan empati dari anggota keluarga lainnya, terutama suami dan anak.

Keseimbangan antara pengelolaan uang yang cerdas dan dukungan emosional dalam rumah tangga adalah kunci utama untuk melewati masa-masa inflasi di tahun 2026 ini.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *