Festival Lampu Lumi Land di Taman Air Gua Sunyaragi
Festival lampu Lumi Land akan digelar di Taman Air Gua Sunyaragi, Kota Cirebon, mulai tanggal 27 Maret hingga 3 Mei 2026. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kota yang terkenal dengan budaya dan sejarahnya. Dengan adanya festival ini, diharapkan masyarakat dan wisatawan bisa merasakan pengalaman baru dalam berwisata malam hari.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya. “Festival ini juga menghadirkan pengalaman wisata malam yang lebih hidup di Kota Cirebon,” ujarnya pada Kamis, 26 Maret 2026. Menurut Edo, konsep festival lampu yang dipadukan dengan kawasan bersejarah seperti Gua Sunyaragi menjadi langkah tepat untuk mengangkat kembali daya tarik wisata kota. “Ini sangat pas, sangat tepat,” tambahnya.
Pemilihan lokasi Gua Sunyaragi didasarkan pada nilai sejarah dan keunikan tempat tersebut. Penggagas Lumi Land, Joseph Ferry, menjelaskan bahwa ketika melakukan survei, mereka melihat bahwa Gua Sunyaragi memiliki sejarah panjang dan merupakan satu-satunya gua yang berada di tengah kota. “Itu yang membuat kami memilih lokasi ini,” jelas Joseph.
Selain pemasangan jutaan lampu berwarna-warni yang dikemas dalam berbagai tema, festival ini juga diperkaya dengan pertunjukan seni tradisional. Mulai dari tari-tarian hingga alunan gamelan akan ditampilkan untuk memperkuat identitas budaya lokal. Edo mengajak masyarakat untuk datang dan merasakan langsung pengalaman menikmati aneka lampu berwarna-warni tersebut. “Datang ke Kota Cirebon, lihat sendiri. Festival lampunya luar biasa, indah, pasti bikin takjub,” ajak Edo.
Pihak penyelenggara juga berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon untuk menghadirkan pertunjukan seni dari sanggar-sanggar lokal yang akan digelar setiap akhir pekan. “Penari, gamelan, sanggar-sanggar binaan dinas akan tampil di sini setiap weekend,” ujarnya.
Tiket masuk ke festival lampu ini dibanderol sebesar Rp 35.000 untuk dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak, dengan sistem harga yang sama setiap hari. Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan program tiket gratis bagi siswa sekolah dasar di Kota Cirebon. Festival ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal yang akan mengisi area tenant selama acara berlangsung.
Wakil Direktur Badan Pengelola Taman Air Gua Sunyaragi, Chaidir Susilaningrat, menyatakan bahwa event ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kunjungan wisata, terutama pada malam hari. “Kami gembira dengan adanya event ini. Selama ini kami terus memikirkan bagaimana meningkatkan kunjungan ke Sunyaragi. Ini salah satu cara agar wisatawan tidak hanya datang lalu pulang, tapi bisa menginap,” papar Chaidir.
Menurutnya, konsep wisata malam seperti Lumi Land sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam mendorong pola kunjungan wisata dari sekadar one day trip menjadi one night stay, sehingga berdampak lebih luas terhadap sektor ekonomi lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, meyakini keberadaan wisata malam Lumi Land akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Cirebon setelah libur lebaran 2026. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, tercatat sebanyak 44.913 wisatawan yang berkunjung ke Kota Cirebon di libur nyepi yang dilanjut dengan libur lebaran. Jumlah tersebut terdiri dari 44.895 wisatawan domestik dan 18 wisatawan mancanegara dalam rentang waktu 16 Maret hingga 25 Maret 2026. “Dengan adanya event dan atraksi baru, kami berharap kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon bisa meningkat lebih signifikan hingga akhir masa libur,” tutur Agus.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











