Es Ameng, Minuman Legendaris Bengkalis yang Masih Menggugah Selera
Es Ameng adalah salah satu minuman legendaris yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke kota Bengkalis. Minuman ini memiliki rasa yang khas dan unik, membuatnya menjadi favorit masyarakat setempat sejak lama. Dengan campuran kacang merah, cincau, dan sirup merah manis, Es Ameng menawarkan sensasi rasa yang menyegarkan, terutama di tengah cuaca yang panas.
Rasa yang Membuat Khas
Es Ameng disajikan dalam gelas kaca dengan sedotan dan sendok stainless kecil. Sebelum diminum, pengunjung diminta untuk mengaduk terlebih dahulu menggunakan sendok kecil tersebut. Saat air sirup dengan serutan es masuk ke tenggorokan, rasa manis yang khas langsung terasa. Berbeda dari sirup biasanya, Es Ameng memiliki cita rasa yang khas karena bahan-bahannya dibuat sendiri.
Isian kacang merah bisa diambil dengan sendok, sementara cincau halus kecil menambah kenikmatan. Minuman ini sangat cocok dinikmati pada siang hari ketika cuaca terik, sehingga menjadi pilihan utama untuk melegakan tenggorokan.
Tempat Jualan yang Sederhana Tapi Ramai
Tempat penjualan Es Ameng berada di sebuah ruko di Jalan Sri Pulau, Kota Bengkalis. Suasana ruko ini sederhana, mirip dengan kedai minuman biasanya. Banyak masyarakat yang membeli Es Ameng untuk dibungkus, terutama saat ramai. Bungkusan yang digunakan masih menggunakan plastik minuman, meskipun ada cup plastik yang tersedia.
Budianto (50) adalah generasi kedua yang menjual Es Ameng. Ayahnya mulai berjualan es campur ini sejak tahun 1962. Awalnya, tempat jualan berada di Jalan Sudirman, dekat Pasar Sukaramai. Namun, seiring berkembangnya daerah tersebut, ayah Budianto memindahkan usahanya ke lokasi saat ini.
Sejarah dan Perkembangan Usaha
Awalnya, orangtua Budianto menjual berbagai jenis makanan di warung kecil mereka. Namun, yang paling laris adalah es campur dengan nama Es Ameng. Nama ini melekat karena pelanggan sering membeli minuman ini. Akhirnya, ayah Budianto memutuskan untuk memindahkan tempat jualannya ke lokasi yang lebih luas dan nyaman.
Budianto mulai membantu ayahnya sejak kecil, tetapi sempat merantau setelah tamat SMP. Ia kembali ke Bengkalis pada tahun 1998 dan bergabung kembali dalam usaha ayahnya. Setelah ayahnya meninggal pada tahun 2021, Budianto sepenuhnya mengelola usaha Es Ameng.
Bahan-Bahan yang Dibuat Sendiri
Racikan Es Ameng menggunakan resep turunan keluarga. Bahan-bahannya seperti cincau, kacang merah, dan sirup merah dibuat sendiri. Cincau dibuat dari daun yang dibeli, kacang merah direbus, dan sirup merah dibuat dari gula dan pewarna alami. Proses pembuatan bahan-bahan ini masih menggunakan cara tradisional, dengan api kayu dan arang.
Dapur khusus digunakan untuk mengolah bahan Es Ameng agar tetap bersih dan terjaga kualitasnya. Budianto juga mengelola seluruh proses produksi dan pelayanan pelanggan sendiri tanpa adanya karyawan.
Penjualan yang Stabil dan Peminat yang Beragam
Penjualan Es Ameng hari biasa mencapai sekitar lima puluh hingga seratus gelas. Saat liburan, jumlahnya bisa meningkat menjadi lebih dari dua ratus gelas per hari. Pembeli datang dari berbagai kalangan, termasuk para pelanggan lama yang bernostalgia dan warga luar Bengkalis yang ingin mencoba minuman legendaris ini.
Masa Depan Usaha yang Masih Tertunda
Meskipun Es Ameng sudah menjadi ikon kota Bengkalis, Budianto belum tahu apakah usaha ini akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Ia memberi kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih apakah ingin melanjutkan atau tidak. Selain itu, beberapa orang telah menawarkan kerjasama untuk membuka cabang di Pekanbaru. Namun, Budianto masih ragu karena khawatir rasa tidak akan sama jika dibawa ke luar kota.











